Rabu, Juli 29, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi Kembali Tantang ‘Si Raja Bongkar’

Setelah dinilai sukses menertibkan bangunan liar (bangli) di sepanjang kali Bekasi yang menjadi penyebab banjir, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi kembali menantang Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang yang dijulukinya sebagai bupati ‘Si Raja Bongkar’.

Dalam kegiatan Jaksa Mandiri Pangan di Desa Srimahi, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, KDM kembali menantang Si Raja Bongkar untuk mengevaluasi tata ruang Bekasi, maksudnya tata ruang yang beralih fungsi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Bekasi. Ini disebutnya oleh saya adalah raja bongkar,” kata KDM dalam sambutannya, Kamis (22/5/2025).

Berita Lainnya  Bentang Alam Karst Pangkalan Adalah Kawasan Lindung Geologi, Pertambangan Dilarang

Di hadapan Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, KDM juga memuji kepemimpinan Ade Kunang yang dinilainya tegas. Karena telah membongkar semua bangli penyebab banjir tanpa kompensasi.

Menjawab tantangan KDM, Ade Kuswara Kunang tak masalah dirinya dijuluki ‘Si Raja Bongkar’ oleh KDM.

Ia mengatakan jika julukan tersebut akan jadi motivasi buat dirinya.  “Ya respons saya biasa saja, menjadi motivasi untuk nanti ke depan,” kata Ade Kunang.

Berita Lainnya  Diduga Belum Lengkapi Izin, Pemprov Jabar Dituntut Evaluasi Pertambangan PT. MPB di Karawang

Ade Kunang memastikan akan terus melanjutkan pembongkaran bangunan liar di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi. Sebab, keberadaan bangunan liar sangat mengganggu kenyamanan dan ketertiban umum.

“Bangli (bangunan liar) memang mengganggu ketertiban umum ya, kita bisa kondisikan,” katanya.

Ade Kunang juga merespons permintaan KDM untuk mengenai evaluasi tata ruang di Kabupaten Bekasi. Dia mengaku akan segera menginstruksikan lurah dan camat untuk mengembalikan fungsi lahan dan menata desa.

Berita Lainnya  Bentang Alam Karst Pangkalan Adalah Kawasan Lindung Geologi, Pertambangan Dilarang

“Kita juga akan mengadopsi pergub (peraturan gubernur) tentang larangan alih fungsi lahan. Kan sudah jelas tadi bahwa penertiban bangli itu kita sedang berjalan, itu adalah bukti Kabupaten Bekasi memperbaiki fungsi (tata ruang),” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bea Cukai Sita 20 Ribu Botol Miras Ilegal Senilai Rp 12,5 Miliar

BANDUNG - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menggagalkan peredaran 19.142 botol atau setara 14.400,36 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau minuman keras...

Menteri PPN : “MBG Lebih Mendesak Ketimbang Lapangan Kerja”

JAKARTA - Potongan video pidato Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mendadak viral dan memicu perdebatan di media sosial. Pernyataan Rachmat yang...

Jurnalis Gelar Aksi Tolak Pelabelan ‘Londo Ireng’

SOLO - Sejumlah jurnalis dan lembaga pers mahasiswa (LPM) di Soloraya menggelar aksi damai mengecam tindakan intimidasi terhadap pekerja pers melalui pelabelan "londo ireng"....

Ditabrak Minibus, Pemotor Ayah dan Putrinya Tewas Sampai Terpental ke Atap Bengkel

CILEGON - Polisi masih menyelidiki kasus kecelakaan maut melibatkan pengendara sepeda motor dan minibus di kawasan Merak, Kota Cilegon, Banten, Senin (27/7/2026). Insiden mengerikan...

Judi Online Hingga Indikasi Korupsi, BGN Pecat Ratusan Pegawai yang Terbukti Pelanggaran Berat

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) bersih-bersih internal lembaga dengan memberhentikan ratusan pegawai yang diduga melakukan pelanggaran disiplin. Selain itu, sembilan aparatur sipil negara (ASN)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan