Senin, September 21, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi Kembali Tantang ‘Si Raja Bongkar’

Setelah dinilai sukses menertibkan bangunan liar (bangli) di sepanjang kali Bekasi yang menjadi penyebab banjir, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi kembali menantang Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang yang dijulukinya sebagai bupati ‘Si Raja Bongkar’.

Dalam kegiatan Jaksa Mandiri Pangan di Desa Srimahi, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, KDM kembali menantang Si Raja Bongkar untuk mengevaluasi tata ruang Bekasi, maksudnya tata ruang yang beralih fungsi.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Bekasi. Ini disebutnya oleh saya adalah raja bongkar,” kata KDM dalam sambutannya, Kamis (22/5/2025).

Berita Lainnya  KDM Ungkap 3 Perusahaan yang Kerjasama dengan PT. Jui Shin Indonesia, Salah Satunya Diduga Milik Anggota DPRD Jabar

Di hadapan Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, KDM juga memuji kepemimpinan Ade Kunang yang dinilainya tegas. Karena telah membongkar semua bangli penyebab banjir tanpa kompensasi.

Menjawab tantangan KDM, Ade Kuswara Kunang tak masalah dirinya dijuluki ‘Si Raja Bongkar’ oleh KDM.

Ia mengatakan jika julukan tersebut akan jadi motivasi buat dirinya.  “Ya respons saya biasa saja, menjadi motivasi untuk nanti ke depan,” kata Ade Kunang.

Berita Lainnya  Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

Ade Kunang memastikan akan terus melanjutkan pembongkaran bangunan liar di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi. Sebab, keberadaan bangunan liar sangat mengganggu kenyamanan dan ketertiban umum.

“Bangli (bangunan liar) memang mengganggu ketertiban umum ya, kita bisa kondisikan,” katanya.

Ade Kunang juga merespons permintaan KDM untuk mengenai evaluasi tata ruang di Kabupaten Bekasi. Dia mengaku akan segera menginstruksikan lurah dan camat untuk mengembalikan fungsi lahan dan menata desa.

Berita Lainnya  Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

“Kita juga akan mengadopsi pergub (peraturan gubernur) tentang larangan alih fungsi lahan. Kan sudah jelas tadi bahwa penertiban bangli itu kita sedang berjalan, itu adalah bukti Kabupaten Bekasi memperbaiki fungsi (tata ruang),” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Awalnya Garang Sambil Bawa Parang, Ujung-ujungnya Minta Maaf

Kasus pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang berakhir damai setelah pelaku pemuda bersenjata tajam menyampaikan permohonan maaf...

Ibu Guru ini Didatangi Pejabat Kampar, Setelah Viralkan Bangunan Sekolah Berdinding Triplek

Pada Rabu, 16 September 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi Kelas Jarak Jauh UPT SDN 007 Desa Sungai...

Kapal Ikan China Tabrak Kapal Kargo di Perairan Singapura, 8 Orang Dilaporkan Hilang

Kapal ikan berbendera China, Luqing Yuanyu 108, bertabrakan dengan kapal kargo berbendera Panama bernama First Margaux di perairan dekat Singapura pada Minggu, 20 September...

Heboh ‘Mata Air Keramat’ di Gunung Sindur, Warga Ambil Air hingga Berdoa

Warga di Kampung Kareo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dihebohkan oleh Mata Air Keramat Kareo yang airnya mendadak berubah warna menjadi merah...

Stafsus Menang Turun Tangan Selesaikan Masalah Pembubaran Tempat Ibadah Jemaat GKPI di Tangerang

Ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, dibubarkan sekelompok warga pada Minggu (20/9/2026). Peristiwa tersebut...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan