Rabu, Juni 24, 2026
spot_img

Ayah di Bekasi Tega Rudapaksa Anak Tiri, Pelaku Kabur Melarikan Diri

BEKASI – Entah setan apa yang merasuki pikirannya, seorang ayah tiri di Kabupaten Bekasi – Jawa Barat tega merudapaksa atau mencabuli anak tirinya sendiri.

Diketahui, perbuatan pelaku sudah dilakukan selama hampir dua tahun atau sejak korban masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar (SD) hingga saat ini.

Kasus tersebut terbongkar seusai korban bercerita kepada teman dekatnya. Pelaku yang dikabarkan melarikan diri kini sedang menjadi buronan polisi.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Agta Bhuwana Putra membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya kasus pencabulan itu dilaporkan oleh pihak keluarga korban pada 24 Juni 2025, setelah kasus tersebut terungkap dan viral di sosial media.

Berita Lainnya  Lagi, Ayah di Karawang Perkosa Anak Kandung, Korban Sempat Melawan Tapi Tak Berdaya

“Keluarga itu sudah mengetahui sekitar seminggu sebelum pelaporan. Akhirnya dari kakak korban melakukan laporan. Sekarang kita sedang melaksanakan pemeriksaan kepada para saksi yang ada di lingkungan korban,” jelas Agta Bhuwana, dilansir dari Beritasatu.com, Selasa (1/7/2025).

Agta Bhuwana mengatakan seusai kasus tersebut dilaporkan ke polisi, pelaku berinisial SR (34) melarikan diri. Dirinya juga mengatakan telah memerintahkan kepada jajarannya untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Dari hasil pemeriksaan awal diketahui korban sempat kabur dari rumah lantaran sudah tak kuat lagi menerima perlakuan bejad sang ayah tiri.

Berita Lainnya  Polres Karawang Amankan 5 Pemuda dalam 'Video Viral Pesta Gay' di Theatre Night Mart

“Korban ini sempat pergi dari rumah dan sempat bercerita kepada temannya. Dari temannya itu diketahui adanya tindakan kekerasan seksual dari ayah tiri korban,” ungkapnya.

Agta Bhuwana menyebut saat ini korban sudah mendapatkan pendampingan psikologi serta pemulihan trauma yang dialaminya dari UPTD DP3A Kabupaten Bekasi.

“Healingnya kepada korban, memang itu sudah SOP nya dari pemerintah untuk bisa melakukan trauma healing kepada korban-korban yang sekarang masih anak,” ucapnya.

Berita Lainnya  Misteri Kematian Tragis ASN Purwakarta, Polisi Kembali Olah TKP dan Periksa 5 Saksi

Sumber : BeritasatuCom

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Kasus Dugaan Gratifikasi Mobil Mewah, Anne Ratna Mustika kembali Datangi Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (ARM) kembali terpantai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (22/6/2026). Selain Anne tampak juga pengembang...

Dedi Mulyadi Buka Sayembara akan Beri Rp 250 Juta bagi yang Menemukan Taufik Hidayat

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuka sayembara bagi masyarakat untuk menemukan keberadaan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan terhadap YTR di Kabupaten Bandung. Hadiah...

SMA-SMK Swasta di Kota Bekasi Tolak Program Sekolah Gratis Dedi Mulyadi

KOTA BEKASI - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa mayoritas SMA/SMK swasta di Bekasi menolak program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan