Selasa, Agustus 11, 2026
spot_img

Aktivis Nilai Kejaksaan Gagal Kembalikan Kerugian Negara di Korupsi Petrogas

KARAWANG – Sejumlah aktivis yang terdiri dari lembaga Gunung Tujuh Comunity, LBH Cakra Indonesia, Karawang Budgeting Control (KBC), Ikatan Mahasiswa Karawang (IMAKA), Paguyuban Kujang 11.4444, dan Pro Gerakan Rakyat Adil Makmur (PROGRAM), mengeluarkan pernyataan sikap atas proses penyidikan kasus dugaan korupsi PD Petrogas Persada Karawang.

Para aktivis ini menilai Kejaksaan Negeri Karawang telah gagal mengembalikan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi BUMD yang telah menetapkan Plt Dirut Petrogas, Giovanni Bintang Raharjo sebagai tersangka.

Para aktivis mempertanyakan soal tidak adanya sinkronisasi antara kerugian negara Rp 7,1 miliar yang diduga dinikmati tersangka sejak tahun 2019-2024, dengan penyitaan deviden kas Petrogas Rp 101 miliar yang dipamerkan Kejaksaan beberapa waktu lalu.

Berita Lainnya  Demi Beli Sabu, Satpam di Tangsel Nekat Gasak Ribuan Ompreng MBG

Dan para aktivis ini mendesak agar penyidik Pidsus Kejari Karawang untuk
menerapkan Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang (TPPU) di dalam dugaan kasus korupsi Petrogas.

“Kami memperingatkan kepada penyidik jaksa Karawang untuk tidak tebang pilih dalam menyasar siapa saja yang berpotensi menikmati keuntungan dari kejahatan
korupsi Petrogas Persada Karawang,” tulis para aktivis, melalui rilis yang dikirim ke Redaksi Opiniplus.com, Selasa (1/7/2025).

Para aktivis ini juga menuding jika Kejari Karawang telah keliru dalam menetapkan barang bukti dengan melakukan kas deviden Petrogas Rp 101 miliar. Pasalnya, tumpukan uang yang dipamerkan Kejari Karawang tersebut tidak berkaitan dengan objek tindak kejahatan pidana dugaan korupsi Petrogas.

“Sehingga atas dasar itulah kami menduga bahwa Kajari Karawang sedang melakukan Pansos dan mereduksi suatu peristiwa kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) dari fakta yang sebenarnya,” katanya.

Berita Lainnya  Guru Ngaji Diduga Cabuli Sejumlah Murid Laki-laki, Gak Mau Diusir dari Kampung Berakhir Rumah Dikepung

Mengenai narasi yang disampaikan Kejari Karawang tentang adanya dugaan kerugian negara Rp 7,1 miliar oleh tersangka, para aktivis mendesak agar Kejaksaan bisa membuktikannya ke publik.

Sehingga kedudukan uang Rp 7,1 miliar dan Rp 101 miliar sangat penting untuk dijelaskan secara terang benderang kepada publik.

“Jika uang kerugian negara Rp 7,1 miliar tidak dapat diketahui rimbanya dari tersangka, maka kami nilai bahwa Kejari telah gagal
menyelamatkan uang rakyat,” tulis para aktivis.

Para aktivis meyakini jika dugaan korupsi Petrogas ini tidak hanya melibatkan satu tersangka Geovanni. Oleh karenanya mereka tegas kepada tersangka, agar menolak untuk menjadi korban kepentingan para dewa (elite, red).

Berita Lainnya  Viral Video Siswa Buang MBG ke Gerobak Pasir, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

“Saran kami Giovanni harus berani untuk menjadi Justice Collaborator, serta penyidik juga harus berani melibatkan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) untuk menjaga keselamatan dan keamanan tersangka dari tekanan serta teror
pihak manapun,”

“Dan kami 4 juta rakyat Karawang akan berada di garis depan untuk memberikan dukungan moral dan pengawalan, agar lembaga kejaksaan, kehakiman tetap berjalan tegak lurus sebagaimana mestinya, mengedepankan asas ‘equality before the law’,” tutupnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

3 Kali Mangkir Panggilan, Kejari Bekasi Tahan Mantan Dirus Perumda Tirta Bhagasasi

BEKASI - Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menahan mantan Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi berinisial AEZ (35) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemasangan...

2 Tahun Misteri Hilangnya Paramitha Titania Akhirnya Terungkap, Tulang Belulang Korban Ditemukan di Jurang

MOROWALI - Tulang belulang Paramitha Titania Anggelica (28), yang hilang sejak Juli 2024, ditemukan di dalam jurang Desa Kalono, Kecamatan Bungku, Kabupaten Morowali, Sulawesi...

Sama dengan Judi, MUI Tegaskan Hadiah Agustusan yang Dipungut dari Peserta Hukumnya Haram

JAKARTA - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia setiap 17 Agustus, masyarakat biasanya menyambutnya dengan penuh antusias melalui beragam kegiatan. Salah satu yang...

5 Orang Sudah Diperiksa, Kapolda Sulut : “Pengemudi Berpotensi Jadi Tersangka”

SULAWESI - Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Roycke Harry Langie menyebut pengemudi mobil dalam tragedi drag race Kotamobagu berpotensi menjadi...

Prabowo Mau Rombak Buku Pelajaran Siswa SD hingga SMA?

JAKARTA - Pemerintah berencana merombak buku pelajaran siswa SD hingga SMA. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari sorotan Presiden Prabowo Subianto terhadap kualitas buku...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan