Minggu, Mei 10, 2026
spot_img

DPRD Ingatkan Pemprov Soal Pentingnya Komitmen Pelayanan Kesehatan Masyarakat

BANDUNG – Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail, S.Sos mengingatkan Pemprov Jabar terkait pentingnya komitmen pelayanan kesehatan yang menjadi salah satu hak dasar masyarakat.

Meskipun tunggakan BPJS Kesehatan Rp 335 miliar pemrov terjadi pada pemerintahan sebelumnya (Gubernur Ridwan Kamil, red), tetapi Kang Pipik menegaskan, jangan sampai ke depan pos anggaran kesehatan masyarakat kembali dialihkan untuk pos anggaran lain.

Terlebih, komitmen pelayanan masyarakat ini sudah tertuang di dalam Pergub Jabar Nomor 41 tahun 2021, tentang Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Daerah.

“Ke depan Pemprov Jabar harus lebih komitmen untuk pembiayaan jaminan kesehatan daerah. Jangan sampai hak kebutuhan dasar masyarakat terganggu oleh pos anggaran lain,” tutur Kang Pipik, Selasa (1/7/2025).

Berita Lainnya  Euforia Milangkala Tatar Sunda Dikritik, 'Harusnya Perkuat Ekosistem Budaya, Bukan Sekadar Event'

Disampaikan Kang Pipik, sebenarnya APBD Jawa Barat Tahun 2024 tercatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) hingga Rp 1,75 triliun. Namun ia juga mengaku kurang begitu hapal bagaimana sampai terjadi utang BPJS Kesehatan Rp 335 miliar.

“Saya mengharapkan jangan sampai kedepan adalagi gagal bayar (hutang) ke BPJS kesehatan. Karena kita sudah komitmen untuk membantu kesehatan masyarakat dengan menerbitkan Pergub tersebut,” timpal politisi PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi  mengungkapkan nilai tunggakan Pemprov Jabar untuk iuran BPJS Kesehatan kini di posisi sekitar Rp335 miliar.

Dedi Mulyadi menjelaskan, utang Jabar pada BPJS Kesehatan ini adalah dari sisa pembayaran atau kurang salur untuk tagihan peserta yang diusulkan oleh kabupaten/kota pada 2023 dan 2024.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Gelar Paripurna LKPJ Tahun 2025

Sementara untuk 2025 dipastikan tidak ada tunggakan karena telah dianggarkan sejak awal.

Dedi membenarkan bahwa adanya tunggakan ini salah satunya karena kurangnya pembiayaan Pilkada 2024, sehingga harus diambil dari pos anggaran untuk BPJS Kesehatan.

Tapi di sisi lain, dia juga menyinggung belanja Provinsi Jawa Barat yang membengkak khususnya dari pos anggaran hibah juga menjadi penyebab hal ini bisa terjadi.

“Kan dana pilkada itu kita harus bayar dana cadangan untuk Pilkada kalau tidak salah Rp1 triliun, nah mungkin kekurangan jadi diambil dari situ salah satunya. Memang keduanya prioritas. Ini belanjanya terlalu banyak, harusnya tidak ada hibah tapi hibahnya tetap besar,” ucapnya, dilansir dari Antara.

Berita Lainnya  Miliki Peran Vital di Masyarakat, Fauzi Ridwan Minta Honor RT/RW Dibayarkan Tepat Waktu

Untuk pembayaran kewajiban ini, kata Dedi, kemungkinan akan mulai dibayarkan tahun 2025 ini lewat dana yang tengah disiapkan di APBD Perubahan.

Sumber dananya, diproyeksikan dari pendapatan yang diproyeksikan bertambah sampai 40 persen akibat kebijakan pemutihan pajak kendaraan bermotor.

Kemudian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2024 dengan nilai Rp1,7 triliun dan yang bisa digunakan sebesar Rp360 miliar setelah dipotong kewajiban seperti Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan kewajiban lainnya ke pemerintah pusat.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pelaku Penadah HP Curian di Bekasi Pakai Aluminum Foil buat Tangkal Sinyal

JAKARTA - Polisi menangkap tiga orang penadah handphone curian di Bekasi Timur. Para tersangka menggunakan aluminum foil untuk mengacak sinyal pendeteksi handphone. Kanit Reskrim Polsek...

252 Siswa di Jakarta Timur Keracunan MBG

JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat sebanyak 252 siswa mengalami gejala diduga keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di...

Makam Dibongkar, Polisi Selidiki Kasus Bayi Tewas Tak Wajar di Karawang

KARAWANG - Diduga mengalami kematian tak wajar, pihak kepolisian akhirnya melakukan ekshumasi atau proses pembongkaran makam seorang bayi laki-laki berinisial TP (1,5), asal Desa...

Demo Bupati Indramayu, Massa Lemparkan Puluhan Ular ke Aparat yang Berjaga

INDRAMAYU – Suasana di depan Pendopo Kabupaten Indramayu mendadak riuh saat puluhan ekor ular meluncur ke arah barisan penjagaan aparat keamanan. Aksi tak lazim...

Jadi Sorotan Satelit NASA, Kota Bekasi Disebut Salah Satu Kota Paling Beracun di Dunia

KOTA BEKASI - Di tengah bakal adanya proyek pengelolaan sampah energi listrik (PSEL), Kota Bekasi kembali jadi sorotan internasional setelah hasil pemantauan satelit mengungkap...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan