Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Euforia Milangkala Tatar Sunda Dikritik, ‘Harusnya Perkuat Ekosistem Budaya, Bukan Sekadar Event’

BANDUNG – Gelaran Milangkala Tatar Sunda menuai kritik keras dari DPRD Jawa Barat. Program budaya yang diinisiasi Gubernur Jabar itu digadang-gadang sebagai penguatan identitas justru dinilai lebih menonjolkan seremoni ketimbang menyentuh kebutuhan riil para pelaku seni di daerah.

Sorotan tajam datang dari anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf Erwinsyah. Ia menilai pemerintah terlalu fokus pada kemegahan acara seperti kirab budaya, namun abai terhadap kondisi nyata para seniman yang masih berjibaku dengan keterbatasan.

“Secara simbolik kegiatan budaya itu penting, tapi jangan berhenti di seremoni. Banyak seniman kita justru butuh perhatian konkret, bukan panggung sesaat,” politisi asal PKB ini, dilansir dari inijabar.com.

Berita Lainnya  Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-393, Karawang Terus Berbenah dan Bangun Infrastruktur

Seniman Terpinggirkan di Tengah Euforia Budaya

Maulana menyoroti fakta di lapangan: banyak sanggar seni hidup dalam kondisi memprihatinkan. Minimnya dukungan anggaran, fasilitas, hingga akses pasar menjadi persoalan klasik yang belum terjawab.

Menurutnya, jika pemerintah serius membangun karakter budaya masyarakat, maka yang harus diperkuat adalah ekosistemnya—bukan sekadar event tahunan yang cepat berlalu.

“Kalau sanggar-sanggar dibiarkan hidup seadanya, lalu apa yang sebenarnya kita rayakan?” sindirnya.

Program Dipertanyakan, Perencanaan Dinilai Lemah

Tak hanya soal substansi, kritik juga menyasar aspek tata kelola. Program Milangkala Tatar Sunda disebut tidak tercantum dalam dokumen perencanaan resmi, memunculkan pertanyaan soal arah kebijakan.

Berita Lainnya  Dugaan Korupsi Penyaluran KPR, Kejari Karawang Tetapkan Tersangka Baru

Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya perencanaan pemerintah dalam merancang program budaya yang berkelanjutan.

Selain itu, sumber pendanaan yang disebut berasal dari non-APBD juga menjadi sorotan. DPRD meminta transparansi penuh agar tidak menimbulkan kecurigaan publik.

Dedi Mulyadi Didesak Buka Suara

Tekanan politik terhadap Dedi Mulyadi kian menguat. DPRD menilai kepala daerah perlu memberikan penjelasan terbuka agar polemik tidak semakin melebar dan menurunkan kepercayaan publik.

Di sisi lain, pemerintah tetap berargumen bahwa Milangkala Tatar Sunda merupakan langkah strategis untuk membangun identitas budaya masyarakat Jawa Barat.

Berita Lainnya  2 Warga Ditetapkan Tersangka Pembakaran Hutan di HPT Taman Raja Jambi

Namun tanpa fondasi perencanaan yang matang dan keberpihakan nyata pada pelaku seni, program tersebut dinilai berisiko kehilangan arah.

Antara Budaya dan Pencitraan

Perdebatan ini memperlihatkan satu hal penting: kebijakan budaya tidak cukup berhenti pada pelestarian simbolik. Ia harus hadir dalam bentuk keberpihakan nyata—mulai dari pembinaan, pendanaan, hingga perlindungan bagi seniman.

Jika tidak, maka yang tersisa hanyalah panggung megah tanpa makna—sementara para pelaku budaya tetap berjalan sendiri di balik gemerlap seremoni.(novi)

Sumber : inijabar.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan