Minggu, Juni 21, 2026
spot_img

Euforia Milangkala Tatar Sunda Dikritik, ‘Harusnya Perkuat Ekosistem Budaya, Bukan Sekadar Event’

BANDUNG – Gelaran Milangkala Tatar Sunda menuai kritik keras dari DPRD Jawa Barat. Program budaya yang diinisiasi Gubernur Jabar itu digadang-gadang sebagai penguatan identitas justru dinilai lebih menonjolkan seremoni ketimbang menyentuh kebutuhan riil para pelaku seni di daerah.

Sorotan tajam datang dari anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf Erwinsyah. Ia menilai pemerintah terlalu fokus pada kemegahan acara seperti kirab budaya, namun abai terhadap kondisi nyata para seniman yang masih berjibaku dengan keterbatasan.

“Secara simbolik kegiatan budaya itu penting, tapi jangan berhenti di seremoni. Banyak seniman kita justru butuh perhatian konkret, bukan panggung sesaat,” politisi asal PKB ini, dilansir dari inijabar.com.

Berita Lainnya  Oknum ASN yang Terjerat Kasus Narkoba di Bekasi Diberhentikan Sementara, Status Kepegawaian Tunggu Keputusan Hukum Inkrah

Seniman Terpinggirkan di Tengah Euforia Budaya

Maulana menyoroti fakta di lapangan: banyak sanggar seni hidup dalam kondisi memprihatinkan. Minimnya dukungan anggaran, fasilitas, hingga akses pasar menjadi persoalan klasik yang belum terjawab.

Menurutnya, jika pemerintah serius membangun karakter budaya masyarakat, maka yang harus diperkuat adalah ekosistemnya—bukan sekadar event tahunan yang cepat berlalu.

“Kalau sanggar-sanggar dibiarkan hidup seadanya, lalu apa yang sebenarnya kita rayakan?” sindirnya.

Program Dipertanyakan, Perencanaan Dinilai Lemah

Tak hanya soal substansi, kritik juga menyasar aspek tata kelola. Program Milangkala Tatar Sunda disebut tidak tercantum dalam dokumen perencanaan resmi, memunculkan pertanyaan soal arah kebijakan.

Berita Lainnya  Roy Suryo dan dr. Tifa Ditahan, Jokowi akan Tunjukan Ijazah Asli di Pengadilan

Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya perencanaan pemerintah dalam merancang program budaya yang berkelanjutan.

Selain itu, sumber pendanaan yang disebut berasal dari non-APBD juga menjadi sorotan. DPRD meminta transparansi penuh agar tidak menimbulkan kecurigaan publik.

Dedi Mulyadi Didesak Buka Suara

Tekanan politik terhadap Dedi Mulyadi kian menguat. DPRD menilai kepala daerah perlu memberikan penjelasan terbuka agar polemik tidak semakin melebar dan menurunkan kepercayaan publik.

Di sisi lain, pemerintah tetap berargumen bahwa Milangkala Tatar Sunda merupakan langkah strategis untuk membangun identitas budaya masyarakat Jawa Barat.

Berita Lainnya  Fraksi Demokrat Dorong Regulasi Pengawasan LGBT, Pemerhati Sosial : "Mereka Harus Dibina, Bukan Dibinasakan"

Namun tanpa fondasi perencanaan yang matang dan keberpihakan nyata pada pelaku seni, program tersebut dinilai berisiko kehilangan arah.

Antara Budaya dan Pencitraan

Perdebatan ini memperlihatkan satu hal penting: kebijakan budaya tidak cukup berhenti pada pelestarian simbolik. Ia harus hadir dalam bentuk keberpihakan nyata—mulai dari pembinaan, pendanaan, hingga perlindungan bagi seniman.

Jika tidak, maka yang tersisa hanyalah panggung megah tanpa makna—sementara para pelaku budaya tetap berjalan sendiri di balik gemerlap seremoni.(novi)

Sumber : inijabar.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa Nakal

BANDUNG - Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait program sekolah swasta gratis tidak hanya menitikberatkan pada akses pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter siswa. Gubernur Jawa...

‘Nyanyian’ Sony Sonjaya Setorkan 41 Nama Tokoh yang Diduga Terlibat Korupsi MBG

JAKARTA - Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya kembali 'bernyanyi' terkait kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengungkap nama-nama baru...

Viral Video Anggota TNI Diduga Intimidasi Petani di Tasikmalaya

TASIKMALAYA - Dugaan intimidasi terhadap petani yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Wiria Cakra, Kecamatan...

Siapakah Fatimah Azzahra yang Berani Mengkritik Habis-habisan Program MBG

Sosok Mahasiswi Cerdas yang Menyita Perhatian Publik JAKARTA - Nama Fatimah Azzahra menjadi perbincangan luas di media sosial setelah tertangkap kamera wartawan saat melakukan orasi...

Roy Suryo dan dr. Tifa Ditahan, Jokowi akan Tunjukan Ijazah Asli di Pengadilan

SOLO - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menanggapi penahanan dua tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu UGM, Roy Suryo dan dr Tifauzia Tyassuma alias...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan