Selasa, Mei 5, 2026
spot_img

Euforia Milangkala Tatar Sunda Dikritik, ‘Harusnya Perkuat Ekosistem Budaya, Bukan Sekadar Event’

BANDUNG – Gelaran Milangkala Tatar Sunda menuai kritik keras dari DPRD Jawa Barat. Program budaya yang diinisiasi Gubernur Jabar itu digadang-gadang sebagai penguatan identitas justru dinilai lebih menonjolkan seremoni ketimbang menyentuh kebutuhan riil para pelaku seni di daerah.

Sorotan tajam datang dari anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf Erwinsyah. Ia menilai pemerintah terlalu fokus pada kemegahan acara seperti kirab budaya, namun abai terhadap kondisi nyata para seniman yang masih berjibaku dengan keterbatasan.

“Secara simbolik kegiatan budaya itu penting, tapi jangan berhenti di seremoni. Banyak seniman kita justru butuh perhatian konkret, bukan panggung sesaat,” politisi asal PKB ini, dilansir dari inijabar.com.

Berita Lainnya  Ketua DPRD Magetan Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pokir, Beranikah Kejari Karawang Ungkap Kasus yang Sama?

Seniman Terpinggirkan di Tengah Euforia Budaya

Maulana menyoroti fakta di lapangan: banyak sanggar seni hidup dalam kondisi memprihatinkan. Minimnya dukungan anggaran, fasilitas, hingga akses pasar menjadi persoalan klasik yang belum terjawab.

Menurutnya, jika pemerintah serius membangun karakter budaya masyarakat, maka yang harus diperkuat adalah ekosistemnya—bukan sekadar event tahunan yang cepat berlalu.

“Kalau sanggar-sanggar dibiarkan hidup seadanya, lalu apa yang sebenarnya kita rayakan?” sindirnya.

Program Dipertanyakan, Perencanaan Dinilai Lemah

Tak hanya soal substansi, kritik juga menyasar aspek tata kelola. Program Milangkala Tatar Sunda disebut tidak tercantum dalam dokumen perencanaan resmi, memunculkan pertanyaan soal arah kebijakan.

Berita Lainnya  Intervensi Musorkablub KONI Subang, Pesan WhatsApp Elita Budiati Menuai Polemik

Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya perencanaan pemerintah dalam merancang program budaya yang berkelanjutan.

Selain itu, sumber pendanaan yang disebut berasal dari non-APBD juga menjadi sorotan. DPRD meminta transparansi penuh agar tidak menimbulkan kecurigaan publik.

Dedi Mulyadi Didesak Buka Suara

Tekanan politik terhadap Dedi Mulyadi kian menguat. DPRD menilai kepala daerah perlu memberikan penjelasan terbuka agar polemik tidak semakin melebar dan menurunkan kepercayaan publik.

Di sisi lain, pemerintah tetap berargumen bahwa Milangkala Tatar Sunda merupakan langkah strategis untuk membangun identitas budaya masyarakat Jawa Barat.

Berita Lainnya  Dugaan TPPU Perumda Tirta Bhagasasi Dilaporkan ke Kejaksaan

Namun tanpa fondasi perencanaan yang matang dan keberpihakan nyata pada pelaku seni, program tersebut dinilai berisiko kehilangan arah.

Antara Budaya dan Pencitraan

Perdebatan ini memperlihatkan satu hal penting: kebijakan budaya tidak cukup berhenti pada pelestarian simbolik. Ia harus hadir dalam bentuk keberpihakan nyata—mulai dari pembinaan, pendanaan, hingga perlindungan bagi seniman.

Jika tidak, maka yang tersisa hanyalah panggung megah tanpa makna—sementara para pelaku budaya tetap berjalan sendiri di balik gemerlap seremoni.(novi)

Sumber : inijabar.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ade Kunang Terima Rp 11 Miliar dan Ayahnya Rp 1 Miliar

BANDUNG - Bupati Bekasi periode 2025-2030 Ade Kuswara Kunang didakwa menerima suap sejumlah Rp11,4 miliar dari Pengusaha Sarjan (dituntut dalam berkas perkara terpisah). Uang tersebut...

Mayoritas IPAL Dapur SPPG Tak Sesuai Standar, Satgas MBG Jangan Tutup Mata

KARAWANG - Mayoritas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karawang - Jawa Barat, belum memenuhi standar. Temuan ini...

Bongkar Korupsi Ade Kunang, Jaksa KPK Siapkan 80 Saksi

BANDUNG - Kasus dugaan suap ijon proyek mantan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang bakal memasuki babak baru. Berdasarkan laman SIPP PN Bandung yang sudah teregister...

Kecelakaan Maut Berbuntut Penyelidikan Polisi, 31 Saksi Diperiksa

KOTA BEKASI - Kecelakaan maut Kereta Rel Listrik (KRL) yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) lalu, penyelidikan...

Polemik Theatre Night Mart, Pengamat: Pemkab-DPRD Dikibulin Pengusaha

KARAWANG - Dugaan atas pelanggaran operasional Tempat Hiburan Malam (THM) Theatre Night Mart di Jalan Tuparev, terus menuai sorotan publik. Alih-alih hanya mengajukan izin resto...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan