Minggu, September 27, 2026
Google search engine

MBG Dibawa Pulang ke Rumah, Orang Tua hingga Nenenk Ikut Keracunan

Kasus keracunan masal MBG di wilayah Kecamatan Bawang menyibakan sebuah fenomena dimana ternyata MBG tidak hanya dimakan oleh siswa penerima MBG. Ada cukup banyak kejadian keracunan dialami karena ternyata MBG juga dimakan oleh orang tua siswa, paman, kakak atau nenek siswa.

Seperti yang disampaikan Sunarti, warga Jetis Desa Sangu Banyu, Kecamatan Bawang kepada Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjend TNI Trenggono yang melakukan tinjauan korban keracunan MBG di RSUD Batang, Sabtu (26/9).

”Saya makan MBG punya cucu,” ujarnya.

Sunarti mengaku, dirinya ikut memakan menu MBG milik cucunya siang hari pada pukul 14.00 WIB. Makanan MBG cucunya sendiri dibawa ke rumah menggunakan alat makan.

Berita Lainnya  Modus Pura-pura Tidur, Pria ini Lecehkan Penumpang Wanita Dalam Bus JR Connexion Rute Juanda-Tamansari

Pengakuan senada dikatakan M Sohib warga Sangubanyu lainnya. Dihadapan Trenggono, dirinya mengaku ikut makan MBG dari anaknya yang dibawa pulang ke rumah.

”Saya makan telur dari menu MBG yang diberikan ke anak saya,” tuturnya.

Trenggono mengatakan, dari hasil kunjungan dirinya ke RSUD Batang dirinya berbincang dengan pelajar atau orang tua yang terkena keracunan. Ternyata ditemukan ada beberapa kejadian makanan MBG yang dibagi di sekolah dibawa pulang ke rumah oleh siswa.

Berita Lainnya  Viral Video Tudingan Praktik Setoran Bandar Narkotika ke Polisi

”Mungkin ada sedikit kesalahan dimana makanan MBG dibawa oleh anaknya ke rumah. Dan itu ternyata dimakan oleh orang tua, paman, nenek atau saudara pada sore atau malam hari,” ujarnya.

Trenggono menyampaikan, MBG diperuntukan untuk siswa sekolah dan sebisa mungkin dikonsumsi saat di sekolah. Jadi makanan MBG tidak dibawa pulang.

”Nanti kami akan beri edukasi kembali, kami akan berkoordinasi dengan Kemendikdasmen bahwa MBG itu diberikan pada anak dan dimakan di sekolah. Tentunya juga keterlibatan guru atau pihak sekolah untuk mendisiplinkan ini bahwa MBG itu untuk penerima manfaat yaitu siswa,” ucapnya.

Berita Lainnya  KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : "Ekspresi Tidak Bisa Berbohong"

Trenggono juga menyampaikan terima kasih pada Pemkab Batang dibantu oleh jajaran Polres, Kodim, BPBD dan lainnya sehingga penanganan keracunan masal MBG di Kabupaten Batang cepat dilakukan penanganan.

”Kami ucapkan terima kasih pada Pemkab, Bupati Batang dan jajarannya serta berbagai pihak untuk yang begitu cepat dan sigap melakukan penanganan awal kasus ini,” ujarnya.

Sumber : pantura.suaramerdeka.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Polisi Telusuri Insiden Pemotor Dipukuli dan Diacungkan Celurit di Purwakarta

Peristiwa pemukulan pengendara motor (pemotor) yang viral di wilayah Campaka arah Cimaung, Kabupaten Purwakarta, saat ini sedang dalam penelusuran dan penyelidikan intensif oleh Satreskrim...

Aksinya Terekam CCTV, Pria Berbaju Loreng Gasak HP Karyawan SPBU

Aksi dugaan pencurian telepon genggam (HP) oleh seorang pria berpakaian kaos dan celana loreng terekam kamera CCTV di salah satu SPBU di Kabupaten Barru,...

Pasca Temuan Ombudsman, Kemenimipas Nonaktifkan Kalapas dan Empat Pejabat Struktural Lapas Cibinong

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) resmi menonaktifkan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putanto beserta empat pejabat struktural lainnya pada Sabtu (26/9/2026). Penonaktifan...

Bupati Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Pengurusan PBG

Penyidik Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya...

Pria Berbaju Hitam Mengejek Pendemo, Julurkan Lidah ke Massa Aksi Hari Tani di Bengkulu

Seorang pria berbaju hitam viral karena menjulurkan lidah ke arah massa aksi saat demonstrasi Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis,...

Hukum

Pasca Temuan Ombudsman, Kemenimipas Nonaktifkan Kalapas dan Empat Pejabat Struktural Lapas Cibinong

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) resmi menonaktifkan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putanto beserta empat pejabat struktural lainnya pada Sabtu (26/9/2026). Penonaktifan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan