Kasus keracunan masal MBG di wilayah Kecamatan Bawang menyibakan sebuah fenomena dimana ternyata MBG tidak hanya dimakan oleh siswa penerima MBG. Ada cukup banyak kejadian keracunan dialami karena ternyata MBG juga dimakan oleh orang tua siswa, paman, kakak atau nenek siswa.
Seperti yang disampaikan Sunarti, warga Jetis Desa Sangu Banyu, Kecamatan Bawang kepada Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjend TNI Trenggono yang melakukan tinjauan korban keracunan MBG di RSUD Batang, Sabtu (26/9).
”Saya makan MBG punya cucu,” ujarnya.
Sunarti mengaku, dirinya ikut memakan menu MBG milik cucunya siang hari pada pukul 14.00 WIB. Makanan MBG cucunya sendiri dibawa ke rumah menggunakan alat makan.
Pengakuan senada dikatakan M Sohib warga Sangubanyu lainnya. Dihadapan Trenggono, dirinya mengaku ikut makan MBG dari anaknya yang dibawa pulang ke rumah.
”Saya makan telur dari menu MBG yang diberikan ke anak saya,” tuturnya.
Trenggono mengatakan, dari hasil kunjungan dirinya ke RSUD Batang dirinya berbincang dengan pelajar atau orang tua yang terkena keracunan. Ternyata ditemukan ada beberapa kejadian makanan MBG yang dibagi di sekolah dibawa pulang ke rumah oleh siswa.
”Mungkin ada sedikit kesalahan dimana makanan MBG dibawa oleh anaknya ke rumah. Dan itu ternyata dimakan oleh orang tua, paman, nenek atau saudara pada sore atau malam hari,” ujarnya.
Trenggono menyampaikan, MBG diperuntukan untuk siswa sekolah dan sebisa mungkin dikonsumsi saat di sekolah. Jadi makanan MBG tidak dibawa pulang.
”Nanti kami akan beri edukasi kembali, kami akan berkoordinasi dengan Kemendikdasmen bahwa MBG itu diberikan pada anak dan dimakan di sekolah. Tentunya juga keterlibatan guru atau pihak sekolah untuk mendisiplinkan ini bahwa MBG itu untuk penerima manfaat yaitu siswa,” ucapnya.
Trenggono juga menyampaikan terima kasih pada Pemkab Batang dibantu oleh jajaran Polres, Kodim, BPBD dan lainnya sehingga penanganan keracunan masal MBG di Kabupaten Batang cepat dilakukan penanganan.
”Kami ucapkan terima kasih pada Pemkab, Bupati Batang dan jajarannya serta berbagai pihak untuk yang begitu cepat dan sigap melakukan penanganan awal kasus ini,” ujarnya.
Sumber : pantura.suaramerdeka.com

