BEKASI – Proyek pembangunan rumah panggung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang terdampak banjir.
Dari pengamatan, beberapa proyek pembangunan rumah panggung terendam banjir bagaian lantai satu. Akibatnya, pekerjaannya tertunda menunggu banjir surut.
Agus Tohaeri, warga Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang mengungkapkan banjir terjadi Jumat malam (5/12/2025). Hingga Senin (8/12/2025) kondisinya masih banjir, akan tetapi sudah mulai surut.
“Masih tapi sudah mulai surut, cuman engga tahu ya karena ini kan banjirnya kiriman dari sungai Citarum dan Cibeet,” katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Usep Supriatna menyebutkan, banjir yang menerjang Karangligar awal Desember ini, telah berlangsung tiga hari.
“Air mulai masuk ke pemukiman warga Karangligar pada Jumat 5 Desember 2025. Hingga hari ini banjir masih,” tuturnya.
Disebutkan, banjir kali ini sedikitnya telah merendam sebanyak 817 unit rumah warga yang dihuni 1.488 keluarga terdiri dari 3.988 jiwa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 220 warga dan 30 Balita terpaksa mengungsi ketempat yang aman. Sebab, rumah mereka sudah terendam air setinggi 180 Cm lebih.
Menurut Usep, warga terdampak banjir sementara di tampung di aula desa, tempat ibadah dan pihak keluarganya masing-masing yang terbebas dari terjangan air banjir.
Sementara, rumah panggung yang sedang dibangun Pemprov Jabar belum bisa digunakan karena masih berupa rangka bangunan.
Apalagi, jumlah rumah panggung yang sedang dibangun tidak sebanding dengan warga yang terpaksa mengungsi. “Saya lihat pembangunan rumah panggung terhenti karena banjir,” ujarnya.
Pihak BPBD, lanjut dia, saat ini tengah fokus menyuplai kebutuhan pangan korban terdampak banjir.
Hanya saja, kali ini pengolahan makanan siap saji tidak dilakukan di tempat pengungsian, tetapi dilakukan di dapur BPBD.
Pertimbangan, semua bahan pokok dan peralatan masak lengkap di dapur BPBD ketimbang harus mengangkut ke lokasi pengungsian.
Alasan lain, penyaluran makanan tidak hanya dilakukan untuk warga Karangligar saja karena di daerah lain pun ada yang terdampak bencana serupa.
“Pada saat bersamaan, saudara kita yang berada di daerah pesisir pun diterjang banjir air laut pasang (rob). Banjir ini pun sama telah berlangsung berhari-hari,” katanya. (MAZ)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Proyek Pembangunan Rumah Panggung Dedi Mulyadi di Karawang Kebanjiran, https://wartakota.tribunnews.com/news/876342/proyek-pembangunan-rumah-panggung-dedi-mulyadi-di-karawang-kebanjiran.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Feryanto Hadi










