Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Proyek Dihentikan Sementara, Pembangunan Rumah Panggung Dedi Mulyadi Ikut Terendam Banjir

BEKASI – Proyek pembangunan rumah panggung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang terdampak banjir.

Dari pengamatan, beberapa proyek pembangunan rumah panggung terendam banjir bagaian lantai satu. Akibatnya, pekerjaannya tertunda menunggu banjir surut.

Agus Tohaeri, warga Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang mengungkapkan banjir terjadi Jumat malam (5/12/2025). Hingga Senin (8/12/2025) kondisinya masih banjir, akan tetapi sudah mulai surut.

“Masih tapi sudah mulai surut, cuman engga tahu ya karena ini kan banjirnya kiriman dari sungai Citarum dan Cibeet,” katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Usep Supriatna menyebutkan, banjir yang menerjang Karangligar awal Desember ini, telah berlangsung tiga hari.

Berita Lainnya  Publik Masih Penasaran Alasan Purbaya Dicopot dari Posisi Menkeu

“Air mulai masuk ke pemukiman warga Karangligar pada Jumat 5 Desember 2025. Hingga hari ini banjir masih,” tuturnya.

Disebutkan, banjir kali ini sedikitnya telah merendam sebanyak 817 unit rumah warga yang dihuni 1.488 keluarga terdiri dari 3.988 jiwa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 220 warga dan 30 Balita terpaksa mengungsi ketempat yang aman. Sebab, rumah mereka sudah terendam air setinggi 180 Cm lebih.

Menurut Usep, warga terdampak banjir sementara di tampung di aula desa, tempat ibadah dan pihak keluarganya masing-masing yang terbebas dari terjangan air banjir.

Berita Lainnya  Dugaan Korupsi Penyaluran KPR, Kejari Karawang Tetapkan Tersangka Baru

Sementara, rumah panggung yang sedang dibangun Pemprov Jabar belum bisa digunakan karena masih berupa rangka bangunan.

Apalagi, jumlah rumah panggung yang sedang dibangun tidak sebanding dengan warga yang terpaksa mengungsi. “Saya lihat pembangunan rumah panggung terhenti karena banjir,” ujarnya.

Pihak BPBD, lanjut dia, saat ini tengah fokus menyuplai kebutuhan pangan korban terdampak banjir.

Hanya saja, kali ini pengolahan makanan siap saji tidak dilakukan di tempat pengungsian, tetapi dilakukan di dapur BPBD.

Pertimbangan, semua bahan pokok dan peralatan masak  lengkap di dapur BPBD ketimbang harus mengangkut ke lokasi pengungsian.

Berita Lainnya  Rekening Bank untuk 200 Juta Warga, Sulit Lawan Prabowo di Pemilu 2029

Alasan lain, penyaluran makanan tidak hanya dilakukan untuk warga Karangligar saja karena di daerah lain pun ada yang terdampak bencana serupa.

“Pada saat bersamaan, saudara kita yang berada di daerah pesisir pun diterjang banjir air laut pasang (rob). Banjir ini pun sama telah berlangsung berhari-hari,” katanya. (MAZ)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Proyek Pembangunan Rumah Panggung Dedi Mulyadi di Karawang Kebanjiran, https://wartakota.tribunnews.com/news/876342/proyek-pembangunan-rumah-panggung-dedi-mulyadi-di-karawang-kebanjiran.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Feryanto Hadi

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan