Senin, Maret 23, 2026
spot_img

Sidak Galian Tanah Merah, Bupati Subang Ngamuk

SUBANG – Bupati Subang, Reynaldi Putra Aditia Budi Raemi kembali terlihat mengamuk dan marah-marah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di galian tanah merah di Kampung Katomas, Desa Sumbersari, Kecamatan Pagaden, Rabu (3/12/2025).

Alasannya, karena aktivitas truk galian tanah tersebut kedapatan beroperasi di luar jam operasional, dinilai melanggar Perbup Nomor 21 Tahun 2025, tentang pembatasan jam operasional truk galian tanah.

Dilansir dari video instagram @reynaldyputraofficial, Kang Rey terlihat memberhentikan aktivitas truk galian tanah yang menyebabkan kemacetan. Kang Rey memanggil satu persatu sopir truk dan langsung menyuruh untuk menelpon ‘si bos’ pengelola galian tanah.

Berita Lainnya  Bupati Rejang Lebong Minta 'Fee Proyek' untuk Kebutuhan Lebaran

“Pak Jamal, ini maksudnya mau nantangin terus saya ya, jam segini truknya masih jalan terus. Kan aturannya jam 4 itu (pukul 16.00 WIB) tidak boleh ada di tengah jalan. Ngerti gak sih?,” tutur Kang Rey dengan nada emosional, saat menelpon ‘si bos’ pengelola galian tanah.

Kang Rek juga menyindir plat nomor polisi dari luar truk galian tanah yang hanya membuat rusak jalan di Subang.

“Ekspedisi bapak saya backlist ya!, saya minta ke Wahana dan Patimban sama ke galian, gak boleh lagi pake ekspedisi bapak, enak saja!,” ancam Kang Rey.

Berita Lainnya  Longsor TPST Bantargebang : 4 Tewas, 4 Selamat, 5 Masih Pencarian

Dan di lokasi galian tanah, Kang Rey mendapati truk dan alat berat galian tanah yang ditinggalkan para pekerja. Karena mereka kedapatan kabur saat melibat Kang Rey tiba di lokasi galian tanah.

Kang Rey pun langsung mencabut dan menyita kunci truk yang ditinggalkan para pekerja. Dan ia meminta kepada pengusaha galian tanah tersebut untuk menghadapnya langsung, ketika ingin mengambil kunci truk yang ia sita.

“Kalau mau ambil kunci truknya, silahkan datang langsung ke kantor bupati. Yang punya truknya, bukan sopirnya. Saya tunggu itikad baiknya,” tegas Kang Rey.

Berita Lainnya  Kali Pertama, Karut-marut Program MBG Dilaporkan ke Bareskrim

“Gak ada yang boleh jalan semua, mau dari manapun,” kata Kang Rey saat meminta kepada salah seorang petugas Dishub, supaya menghentikan aktivitas galian tanah di lokasi tersebut.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori Ditangkap

JAKARTA - Kasus pembunuhan tragis menimpa Dwintha Anggary, cucu dari komedian legendaris Mpok Nori. Korban ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosnya di kawasan...

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, MAKI Kritik Keras KPK

JAKARTA  - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengkritik keras sikap KPK yang mengalihkan penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah. KPK dinilai...

Gus Yaqut Menghilang di Rutan, Ternyata Jadi Tahanan Rumah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) membenarkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) tak lagi menjalani penahanan di Rumah...

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan