Sabtu, Agustus 8, 2026
spot_img

Sidak Galian Tanah Merah, Bupati Subang Ngamuk

SUBANG – Bupati Subang, Reynaldi Putra Aditia Budi Raemi kembali terlihat mengamuk dan marah-marah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di galian tanah merah di Kampung Katomas, Desa Sumbersari, Kecamatan Pagaden, Rabu (3/12/2025).

Alasannya, karena aktivitas truk galian tanah tersebut kedapatan beroperasi di luar jam operasional, dinilai melanggar Perbup Nomor 21 Tahun 2025, tentang pembatasan jam operasional truk galian tanah.

Dilansir dari video instagram @reynaldyputraofficial, Kang Rey terlihat memberhentikan aktivitas truk galian tanah yang menyebabkan kemacetan. Kang Rey memanggil satu persatu sopir truk dan langsung menyuruh untuk menelpon ‘si bos’ pengelola galian tanah.

Berita Lainnya  HMI Soroti Klaim Tunggakan BPJS Kesehatan ke Rumah Sakit

“Pak Jamal, ini maksudnya mau nantangin terus saya ya, jam segini truknya masih jalan terus. Kan aturannya jam 4 itu (pukul 16.00 WIB) tidak boleh ada di tengah jalan. Ngerti gak sih?,” tutur Kang Rey dengan nada emosional, saat menelpon ‘si bos’ pengelola galian tanah.

Kang Rek juga menyindir plat nomor polisi dari luar truk galian tanah yang hanya membuat rusak jalan di Subang.

“Ekspedisi bapak saya backlist ya!, saya minta ke Wahana dan Patimban sama ke galian, gak boleh lagi pake ekspedisi bapak, enak saja!,” ancam Kang Rey.

Berita Lainnya  Bak di Film Laga, Polisi Kejar-kejaran dengan Pelaku Ganjal ATM

Dan di lokasi galian tanah, Kang Rey mendapati truk dan alat berat galian tanah yang ditinggalkan para pekerja. Karena mereka kedapatan kabur saat melibat Kang Rey tiba di lokasi galian tanah.

Kang Rey pun langsung mencabut dan menyita kunci truk yang ditinggalkan para pekerja. Dan ia meminta kepada pengusaha galian tanah tersebut untuk menghadapnya langsung, ketika ingin mengambil kunci truk yang ia sita.

“Kalau mau ambil kunci truknya, silahkan datang langsung ke kantor bupati. Yang punya truknya, bukan sopirnya. Saya tunggu itikad baiknya,” tegas Kang Rey.

Berita Lainnya  Massa Pendemo Lempar Tikus ke Gedung Kejagung

“Gak ada yang boleh jalan semua, mau dari manapun,” kata Kang Rey saat meminta kepada salah seorang petugas Dishub, supaya menghentikan aktivitas galian tanah di lokasi tersebut.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Polda Jabar Tangkap 2 Orang Terduga Penghasutan di Medsos, Pernyataan Presiden Prabowo Soal Nuklir Iran

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menangkap dua orang terkait unggahan di platform media sosial Threads yang memuat isu mengenai pernyataan Presiden...

Ratusan Senjata Api, Narkoba hingga VCD Porno Ditemukan di Ruangan Sekolah Swasta di Jaksel

JAKARTA - Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan...

Alami Muntah-muntah, Puluhan Siswa SDN 01 Ciherang – Bogor Diduga Keracunan MBG

BOGOR - Lebih dari 20 siswa dan seorang guru di SDN 01 Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, mengalami muntah-muntah usai menyantap menu Makan Bergizi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan