Senin, Agustus 31, 2026
spot_img

KDM Bersitegang dengan Tokoh Ormas saat Pembongkaran Bangli, sampai Dilerai Sekda Karawang

KARAWANG – Selain Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga terpantau mengawal langsung proses pembongkaran bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalur Interchange Karawang Barat.

Kali kedua, KDM bersitegang dengan warga saat proses pembongkaran bangli ini. Jika sebelumnya KDM bersitegang dengan Manaf Zubaidi – mantan jaksa yang memprotes pembongkaran bangli, kali ini KDM bersitegang dengan Iwan Pitung – sorang tokoh Ormas yang memprotes dan meminta keadilan atas insiden kecelakaan salah seorang warga saat melakukan pembongkaran bangunan.

Sambil membawa secarik kertas yang diduga merupakan rekam medis rumah sakit, awalnya Iwan Pitung menghampiri KDM yang sedang memantau proses pembongkaran bangli.

“Iya ada apa?,” tanya KDM kepada Iwan Pitung.

Iwan Pitung kemudian menjelaskan bahwa ada warga yang terjatuh tersengat aliran listrik saat sedang membongkar bangunan, saat disuruh kepala desa atas perintah KDM.

KDM yang terlihat merasa tidak nyaman dengan pernyataan Iwan Pitung dengan kalimat ‘atas perintah bapak’, kemudian KDM langsung menimpal pernyataan Iwan Pitung.

Berita Lainnya  Ceceran Oil Spill Cemari Pantai Cemara Jaya, PHE ONWJ Sebut Tidak Ada Kebocoran Fasilitas Operasi

“Jangan langsung ngomong atas perintah bapak,” kata KDM.

“Yang ngomong pak lurah, pak lurahnya panggil,” jawab Iwan Pitung yang terlihat ngotot sambil mendekatkan posisi dengan KDM.

“Ya jangan ngotot-ngotot sama saya,” kata KDM sambil memegang pundak Iwan Pitung, mencoba menenangkan Iwan Pitung yang terlihat emosional.

“Bukan, saya cuma mau bantu, ini tolongin (tolongin korban),” kata Iwan Pitung yang meminta kepada KDM untuk memanggil kades bersangkutan agar bertanggungjawab.

“Iya korban, saya biasa nolong orang. Saya juga akan bantu pak,” jawab KDM.

Suasana ketegangan antara Iwan Pitung dengan KDM inipun sempat dilerai beberapa orang di lokasi. Iwan Pitung yang terlihat terus ngotot, akhirnya mulai memancing emosi KDM.

“Jangan melotot,” pinta KDM kepada Iwan Pitung.

“Kenapa.. kenapa, salah saya ngomong keras, karena ini orang mau mati,” jawab Iwan Pitung.

Berita Lainnya  Terlibat Perselisihan, 2 Pria di Cimahi Bersimbah Darah di Sebuah Kontrakan

“Ya udah jangan langsung marah, tenang aja,” jawab KDM sambil tersenyum kecil kepada Iwan Pitung.

Namun demikian, senyuman KDM tersebut sama sekali tidak merubah sikap ngotot Iwan Pitung.

“Kalau tukang nolong orang, saya tukang nolong orang,” jawab KDM dengan nada keras dan mulai terpancing emosi.

“Ya udah kenapa, bapak ngotot gak apa-apa, saya gak boleh ngotot. Makanya kalau bapak gak ngotot saya juga gak ngotot,” jawab Iwan Pitung.

“Anda siapa?,” tanya KDM dengan nada penuh emosional.

Iwan Pitung menjelaskan bahwa ia hanya orang Karawang yang sedang mencoba membela orang yang sedang sekarat.

“Saya tanggungjawab, iya kita urusin,” tegas KDM.

Suasana ketegangan pun terus terjadi. Sampai akhirnya beberapa anggota Satpol PP mencoba memisahkan dan menjauhkan Iwan Pitung dari hadapan KDM. Bahkan Sekda Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah sampai turun tangan untuk memisahkan.

Iwan Pitung yang tidak terima dengan perlakuan tersebut, akhirnya semakin tersulut emosinya.

Berita Lainnya  65 Orang Diamankan Polisi Jelang Aksi di Gedung DPR/MPR RI, Barbuk Berbahaya Ikut Disita

“Jangan digituin (dijauhkan dari KDM), gak takut gua, gak tau siapa gua?,” kata Iwan Pitung.

Saat itu pun KDM langsung bertanya kepada Sekda Karawang mengenai perkembangan korban. Dan Sekda Asep Aang menjelaskan bahwa korban sudah ada di rumah sakit sedang ditangani. Dan KDM pun langsung menengok korban di rumah sakit.

Namun suasana berbeda terlihat saat Iwan Pitung dan KDM bertemu di rumah sakit saat melihat korban langsung.

KDM menegaskan bahwa seluruh biaya rumah sakit korban akan ia tanggung.

“Pak biayanya saya yang nanggung,” kata KDM kepada Iwan Pitung.

“Ya itu, saya terima kasih pak,” jawab Iwan Pitung.

“Ini bekel 10 juta dari saya,” kata KDM, sambil menyerahkan sebuah amplop kepada keluarga korban.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Jembatan Gantung Pongpet Anjlok Sesaat Setelah Diresmikan Bupati Citra

PANGANDARAN - Jembatan gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, mengalami kerusakan fatal sesaat setelah diresmikan oleh Bupati Citra Pitriyami pada Minggu...

Gus Kikin Resmi Terpilih sebagai Ketum PBNU 2026-2031

JOMBANG - KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah...

Habib Rizieq Kecam Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Bambang dan Lukai Faturrohman

JAKARTA - Habib Rizieq Shihab (HRS) mengecam keras tewasnya Bambang Setiyawan, seorang pedagang cermin di Pejompongan yang tewas akibat pengeroyokan dalam kericuhan aksi unjuk...

Sempat Memanas! 5 Calon Ketum PBNU Sepakat Pemilihan Melalui AHWA

JOMBANG - Penentuan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa...

Polda Metro Jaya akan Dalami Dugaan Keterlibatan GRIB Jaya dalam Kericuhan Demonstrasi

JAKARTA - Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan keterlibatan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dalam kericuhan yang terjadi saat demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan