Rabu, Juli 8, 2026
spot_img

KDM Bersitegang dengan Tokoh Ormas saat Pembongkaran Bangli, sampai Dilerai Sekda Karawang

KARAWANG – Selain Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga terpantau mengawal langsung proses pembongkaran bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalur Interchange Karawang Barat.

Kali kedua, KDM bersitegang dengan warga saat proses pembongkaran bangli ini. Jika sebelumnya KDM bersitegang dengan Manaf Zubaidi – mantan jaksa yang memprotes pembongkaran bangli, kali ini KDM bersitegang dengan Iwan Pitung – sorang tokoh Ormas yang memprotes dan meminta keadilan atas insiden kecelakaan salah seorang warga saat melakukan pembongkaran bangunan.

Sambil membawa secarik kertas yang diduga merupakan rekam medis rumah sakit, awalnya Iwan Pitung menghampiri KDM yang sedang memantau proses pembongkaran bangli.

“Iya ada apa?,” tanya KDM kepada Iwan Pitung.

Iwan Pitung kemudian menjelaskan bahwa ada warga yang terjatuh tersengat aliran listrik saat sedang membongkar bangunan, saat disuruh kepala desa atas perintah KDM.

KDM yang terlihat merasa tidak nyaman dengan pernyataan Iwan Pitung dengan kalimat ‘atas perintah bapak’, kemudian KDM langsung menimpal pernyataan Iwan Pitung.

Berita Lainnya  Aturan Teknis Belum Jelas, Sekolah Swasta di Purwakarta Bingung Jalankan Program SSK Dedi Mulyadi

“Jangan langsung ngomong atas perintah bapak,” kata KDM.

“Yang ngomong pak lurah, pak lurahnya panggil,” jawab Iwan Pitung yang terlihat ngotot sambil mendekatkan posisi dengan KDM.

“Ya jangan ngotot-ngotot sama saya,” kata KDM sambil memegang pundak Iwan Pitung, mencoba menenangkan Iwan Pitung yang terlihat emosional.

“Bukan, saya cuma mau bantu, ini tolongin (tolongin korban),” kata Iwan Pitung yang meminta kepada KDM untuk memanggil kades bersangkutan agar bertanggungjawab.

“Iya korban, saya biasa nolong orang. Saya juga akan bantu pak,” jawab KDM.

Suasana ketegangan antara Iwan Pitung dengan KDM inipun sempat dilerai beberapa orang di lokasi. Iwan Pitung yang terlihat terus ngotot, akhirnya mulai memancing emosi KDM.

“Jangan melotot,” pinta KDM kepada Iwan Pitung.

“Kenapa.. kenapa, salah saya ngomong keras, karena ini orang mau mati,” jawab Iwan Pitung.

Berita Lainnya  Raker VII NHRI, Arif Dianto Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum

“Ya udah jangan langsung marah, tenang aja,” jawab KDM sambil tersenyum kecil kepada Iwan Pitung.

Namun demikian, senyuman KDM tersebut sama sekali tidak merubah sikap ngotot Iwan Pitung.

“Kalau tukang nolong orang, saya tukang nolong orang,” jawab KDM dengan nada keras dan mulai terpancing emosi.

“Ya udah kenapa, bapak ngotot gak apa-apa, saya gak boleh ngotot. Makanya kalau bapak gak ngotot saya juga gak ngotot,” jawab Iwan Pitung.

“Anda siapa?,” tanya KDM dengan nada penuh emosional.

Iwan Pitung menjelaskan bahwa ia hanya orang Karawang yang sedang mencoba membela orang yang sedang sekarat.

“Saya tanggungjawab, iya kita urusin,” tegas KDM.

Suasana ketegangan pun terus terjadi. Sampai akhirnya beberapa anggota Satpol PP mencoba memisahkan dan menjauhkan Iwan Pitung dari hadapan KDM. Bahkan Sekda Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah sampai turun tangan untuk memisahkan.

Iwan Pitung yang tidak terima dengan perlakuan tersebut, akhirnya semakin tersulut emosinya.

Berita Lainnya  'Anunya' Sudah Tidak Lagi Berfungsi, Mana Mungkin Lecehkan Anggotanya, Kasatpol PP Kota Bekasi : "Demi Allah Rasulullah, Saya Sama Sekali Tidak Melakukan..."

“Jangan digituin (dijauhkan dari KDM), gak takut gua, gak tau siapa gua?,” kata Iwan Pitung.

Saat itu pun KDM langsung bertanya kepada Sekda Karawang mengenai perkembangan korban. Dan Sekda Asep Aang menjelaskan bahwa korban sudah ada di rumah sakit sedang ditangani. Dan KDM pun langsung menengok korban di rumah sakit.

Namun suasana berbeda terlihat saat Iwan Pitung dan KDM bertemu di rumah sakit saat melihat korban langsung.

KDM menegaskan bahwa seluruh biaya rumah sakit korban akan ia tanggung.

“Pak biayanya saya yang nanggung,” kata KDM kepada Iwan Pitung.

“Ya itu, saya terima kasih pak,” jawab Iwan Pitung.

“Ini bekel 10 juta dari saya,” kata KDM, sambil menyerahkan sebuah amplop kepada keluarga korban.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Dugaan Pungli Pasar Bantargebang, Kejari Kota Bekasi Segera Periksa Kepala Disdagperin

KOTA BEKASI – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengadaan dan pengelolaan fasilitas Pasar Bantargebang terus terus berjalan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi kini...

Dulu Puji-puji dan Berlindung di Ketiak Dedi Mulyadi, Sekarang Lurah Jujun Serang Balik

KARAWANG - Siapa yang tidak tahu kedekatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Lurah Jujun atau Kades Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan