Minggu, September 27, 2026
Google search engine

Kencan Buta dengan Kenalan di Aplikasi, Mahasiswi di Bekasi Kena Tipu Curanmor

BEKASI – Seorang mahasiswi berinisial M (21), menjadi korban penipuan dan pencurian kendaraan bermotor, setelah melalui sebuah ‘kencan buta’. Ya, M mengaku baru mengenal si maling kendaraannya itu hanya melalui aplikasi pertemanan ‘Tantan’.

M kehilangan sepeda motornya setelah dibawa pelaku ke kawasan sepi di Jalan Nuri Raya, Pondok Pekayon Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Selasa (4/11) malam.

Aditya, warga setempat yang menolong korban, menceritakan awal mula kejadian tersebut. Menurutnya, korban mengenal pelaku melalui aplikasi Tantan. Setelah berkenalan, keduanya sepakat bertemu di kawasan Grandika City (GDC) Bekasi Timur.

“Korban kenalan sama pelaku melalui aplikasi, setelah kenalan diajaklah ketemuan di Grandika City. Lalu dari isi chat korban kelihatan kalau pelaku ngajak ketemuan mau ngomongin kerjaan,” ujar Aditya saat ditemui di lokasi, Rabu (5/11).

Setelah bertemu, pelaku mengajak korban untuk menemui temannya yang disebut memiliki pekerjaan. Namun, bukannya sampai di tempat tujuan, korban justru dibawa ke gang kosong.

Berita Lainnya  Aksi Bejatnya Terekam CCTV, Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah 8 Tahun di Bekasi

“Dibawa ke gang kosong, lalu disuruh turun seakan-akan sudah sampai tujuan. Setelah korban turun, pelaku langsung putar balik ke jalan besar lagi dan hilang,” katanya.

Sadar telah ditipu, korban panik dan berusaha mengejar pelaku. “Korban lari ke arah motor yang dibawa kabur itu, sambil nyegat Grab yang lagi lewat. Supir Grab itu bingung, terus bawa korban ke sini untuk cari bantuan,” tutur Aditya.

Korban diketahui masih berstatus mahasiswa semester lima dan berusia sekitar 20 tahun.

“Iya, dari aplikasi Tantan. Korban mengaku kenal pelaku dari situ, lalu lanjut chat lewat WhatsApp, terus janjian ketemuan seperti yang saya ceritakan tadi,” imbuhnya.

Setelah kejadian ramai, korban akhirnya dijemput oleh keluarganya. “Kita fokus dulu biar keluarganya tahu, karena pasti orang tuanya panik. Setelah itu kita hubungi keluarganya, dan akhirnya korban dijemput sama kakaknya ke sini. Karena waktu itu sudah malam, kita rekomendasikan untuk pulang pakai Grab Car,” terang Aditya.

Berita Lainnya  Berawal dari 'Heureuy', Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

Menurutnya, kondisi korban saat itu sangat shock. “Keadaannya itu blank, shock banget. Jadi sempat pingsan, bangun, pingsan lagi. Tatapannya kosong seperti itu,” ujarnya.

Terkait dugaan hipnotis, Aditya menilai kecil kemungkinannya. “Kemungkinan besar tidak dihipnotis. Karena di tempat kejadian itu memang sepi banget. Saya sama teman saya juga pernah nolong anak kecil di situ, kehilangan juga. Warga sekitar bilang kejadian seperti ini sudah lebih dari 10 kali,” ungkapnya.

Ia menyebut, modus serupa kerap terjadi di lokasi yang sama. “Modusnya macam-macam, tapi kemungkinan besar dari media sosial juga. Cuma kalau yang lain saya nggak tahu pasti karena belum pernah ketemu langsung dengan korbannya,” katanya.

Berita Lainnya  Polisi Ciduk 2 Jambret yang Buat Ibu-ibu Jatuh Tersungkur dari Motor

Aditya menambahkan, di sekitar lokasi kejadian terdapat CCTV, namun posisinya tidak menjangkau titik kejadian. “Ada CCTV, tapi sayangnya posisinya blind spot,” ucapnya.

Sebagai warga yang turut menolong, Aditya berharap kejadian serupa tak terulang. Ia menambahkan, sejauh ini korban belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
“Kami di sini nggak mau lagi ada kejadian seperti ini. Makanya keamanan di sekitar akan kami tingkatkan. Kami juga imbau warga jangan gampang percaya sama orang, apalagi baru kenal lewat aplikasi,” katanya.(rez)

Sumber : RadarBekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Temukan Ribuan Lahan Sawah di Bekasi Kekeringan, Menteri PU Ancam Copot Pejabat yang Beri Laporan Palsu

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo marah dan mengancam mencopot pejabat Kementerian PU, termasuk meminta Pelaksana Tugas (Plt) untuk Kepala Balai atau Pejabat Pembuat...

MBG Dibawa Pulang ke Rumah, Orang Tua hingga Nenenk Ikut Keracunan

Kasus keracunan masal MBG di wilayah Kecamatan Bawang menyibakan sebuah fenomena dimana ternyata MBG tidak hanya dimakan oleh siswa penerima MBG. Ada cukup banyak...

Polisi Telusuri Insiden Pemotor Dipukuli dan Diacungkan Celurit di Purwakarta

Peristiwa pemukulan pengendara motor (pemotor) yang viral di wilayah Campaka arah Cimaung, Kabupaten Purwakarta, saat ini sedang dalam penelusuran dan penyelidikan intensif oleh Satreskrim...

Aksinya Terekam CCTV, Pria Berbaju Loreng Gasak HP Karyawan SPBU

Aksi dugaan pencurian telepon genggam (HP) oleh seorang pria berpakaian kaos dan celana loreng terekam kamera CCTV di salah satu SPBU di Kabupaten Barru,...

Pasca Temuan Ombudsman, Kemenimipas Nonaktifkan Kalapas dan Empat Pejabat Struktural Lapas Cibinong

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) resmi menonaktifkan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putanto beserta empat pejabat struktural lainnya pada Sabtu (26/9/2026). Penonaktifan...

Hukum

Pasca Temuan Ombudsman, Kemenimipas Nonaktifkan Kalapas dan Empat Pejabat Struktural Lapas Cibinong

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) resmi menonaktifkan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putanto beserta empat pejabat struktural lainnya pada Sabtu (26/9/2026). Penonaktifan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan