Kamis, Mei 28, 2026
spot_img

Kencan Buta dengan Kenalan di Aplikasi, Mahasiswi di Bekasi Kena Tipu Curanmor

BEKASI – Seorang mahasiswi berinisial M (21), menjadi korban penipuan dan pencurian kendaraan bermotor, setelah melalui sebuah ‘kencan buta’. Ya, M mengaku baru mengenal si maling kendaraannya itu hanya melalui aplikasi pertemanan ‘Tantan’.

M kehilangan sepeda motornya setelah dibawa pelaku ke kawasan sepi di Jalan Nuri Raya, Pondok Pekayon Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Selasa (4/11) malam.

Aditya, warga setempat yang menolong korban, menceritakan awal mula kejadian tersebut. Menurutnya, korban mengenal pelaku melalui aplikasi Tantan. Setelah berkenalan, keduanya sepakat bertemu di kawasan Grandika City (GDC) Bekasi Timur.

“Korban kenalan sama pelaku melalui aplikasi, setelah kenalan diajaklah ketemuan di Grandika City. Lalu dari isi chat korban kelihatan kalau pelaku ngajak ketemuan mau ngomongin kerjaan,” ujar Aditya saat ditemui di lokasi, Rabu (5/11).

Setelah bertemu, pelaku mengajak korban untuk menemui temannya yang disebut memiliki pekerjaan. Namun, bukannya sampai di tempat tujuan, korban justru dibawa ke gang kosong.

Berita Lainnya  2 Napiter di Lapas Subang Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

“Dibawa ke gang kosong, lalu disuruh turun seakan-akan sudah sampai tujuan. Setelah korban turun, pelaku langsung putar balik ke jalan besar lagi dan hilang,” katanya.

Sadar telah ditipu, korban panik dan berusaha mengejar pelaku. “Korban lari ke arah motor yang dibawa kabur itu, sambil nyegat Grab yang lagi lewat. Supir Grab itu bingung, terus bawa korban ke sini untuk cari bantuan,” tutur Aditya.

Korban diketahui masih berstatus mahasiswa semester lima dan berusia sekitar 20 tahun.

“Iya, dari aplikasi Tantan. Korban mengaku kenal pelaku dari situ, lalu lanjut chat lewat WhatsApp, terus janjian ketemuan seperti yang saya ceritakan tadi,” imbuhnya.

Setelah kejadian ramai, korban akhirnya dijemput oleh keluarganya. “Kita fokus dulu biar keluarganya tahu, karena pasti orang tuanya panik. Setelah itu kita hubungi keluarganya, dan akhirnya korban dijemput sama kakaknya ke sini. Karena waktu itu sudah malam, kita rekomendasikan untuk pulang pakai Grab Car,” terang Aditya.

Berita Lainnya  Target Korban di Bawah Umur, Maling Motor Modus Tuduh Korban Pelaku Pemukulan Ditangkap

Menurutnya, kondisi korban saat itu sangat shock. “Keadaannya itu blank, shock banget. Jadi sempat pingsan, bangun, pingsan lagi. Tatapannya kosong seperti itu,” ujarnya.

Terkait dugaan hipnotis, Aditya menilai kecil kemungkinannya. “Kemungkinan besar tidak dihipnotis. Karena di tempat kejadian itu memang sepi banget. Saya sama teman saya juga pernah nolong anak kecil di situ, kehilangan juga. Warga sekitar bilang kejadian seperti ini sudah lebih dari 10 kali,” ungkapnya.

Ia menyebut, modus serupa kerap terjadi di lokasi yang sama. “Modusnya macam-macam, tapi kemungkinan besar dari media sosial juga. Cuma kalau yang lain saya nggak tahu pasti karena belum pernah ketemu langsung dengan korbannya,” katanya.

Berita Lainnya  Makam Dibongkar, Polisi Selidiki Kasus Bayi Tewas Tak Wajar di Karawang

Aditya menambahkan, di sekitar lokasi kejadian terdapat CCTV, namun posisinya tidak menjangkau titik kejadian. “Ada CCTV, tapi sayangnya posisinya blind spot,” ucapnya.

Sebagai warga yang turut menolong, Aditya berharap kejadian serupa tak terulang. Ia menambahkan, sejauh ini korban belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
“Kami di sini nggak mau lagi ada kejadian seperti ini. Makanya keamanan di sekitar akan kami tingkatkan. Kami juga imbau warga jangan gampang percaya sama orang, apalagi baru kenal lewat aplikasi,” katanya.(rez)

Sumber : RadarBekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tak Ada Intruksi Prajurit TNI Turut Serta Berantas Begal

JAKARTA - Markas Besar (Mabes) TNI memastikan tidak ada instruksi langsung dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto agar prajurit TNI turut serta memberantas...

Menteri HAM Pigai Tak Setuju Begal Ditembak Mati

BANDUNG - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menolak wacana penembakan langsung terhadap pelaku begal seperti yang disampaikan Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi...

Polisi Ungkap Bengkel Motor di Cirebon Dijadikan Tempat Penjualan ‘Pil Setan’

CIREBON - MAB (31), seorang pemilik bengkel motor di Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, terpaksa diamankan Satres Narkoba Polresta Cirebon, setelah diduga menjadi...

Bakal Surati Prabowo, Fraksi Golkar Minta MBG Tak Ambil Anggaran Pendidikan

JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar di MPR RI Melchias Markus Mekeng meminta dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengambil anggaran pendidikan dalam Anggaran...

Fortusis Jabar Minta Kejelasan Program ‘Sekolah Maung’

BANDUNG - Kelompok pemerhati pendidikan Jawa Barat bersama Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Jawa Barat meminta kejelasan arah dan keberlanjutan program Sekolah Manusia Unggul...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan