Senin, September 7, 2026
spot_img

Diduga Kesal Tak Diberi ‘Ngutang’ Rokok, Sekelompok Pria Bersajam di Kendari Serang Pemilik Warung

KENDARI – Seorang pemilik kios di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melaporkan dugaan penyerangan dan perusakan yang dilakukan sekelompok pria. Peristiwa itu diduga terjadi setelah korban menolak memberikan utang rokok kepada salah seorang pria.

Korban berinisial AW (32). Peristiwa tersebut terjadi di kios miliknya di Jalan Laode Hadi, Kelurahan Wawowanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Rabu (22/7/2026), sekitar pukul 02.00 Wita.

AW mengaku didatangi sekitar tujuh orang yang membawa senjata tajam (sajam) jenis parang. Para pria tersebut diduga mengintimidasi hingga melempari kios korban dengan batu.

Berita Lainnya  Jika Tidak Ditutup, Habib Bahar Ancam Bakar Pabrik Miras di Bogor

“Saya dibilangi, ‘siapa yang ko andalkan ko tinggal di sini, anjing, anabule, saya cincang kamu dan saya bunuh kamu’,” ujar AW menirukan ancaman yang diterimanya saat dikonfirmasi Kendariinfo, Rabu (22/7).

AW kemudian mendatangi Polresta Kendari pada hari yang sama untuk melaporkan dugaan tindak pidana perusakan. Ia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp5 juta akibat kejadian tersebut.

Insiden itu bermula saat seorang pria berinisial IK datang ke kios AW untuk membeli rokok dengan cara berutang. Namun, permintaan tersebut ditolak lantaran korban menyebut IK telah beberapa kali meminta utang rokok tetapi belum melunasinya.

Berita Lainnya  Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

Tak lama berselang, IK diduga kembali ke lokasi bersama sejumlah rekannya. Korban menduga kelompok tersebut datang dari arah Pasar Panjang dan beberapa di antaranya membawa parang.

“Ini murni pemalakan dan sudah berulang kali. Sudah berkali-kali dia mau berutang, tapi tidak saya kasih. Kadang dia marah dan bilang saya anjing,” katanya.

Menurut AW, sebelum kiosnya dirusak, dirinya sempat mendapat intimidasi dan diajak berkelahi. Setelah itu, para terlapor diduga melempari kios menggunakan batu hingga etalase kaca pecah.

Berita Lainnya  Pelajar ini juga Jadi Korban Pengeroyokan Sejumlah Orang Tak Dikenal Pascademo

“Terakhir semalam sekitar jam 2, dia mau beli rokok tapi uangnya tidak cukup. Ada kata-kata intimidasi dan dia ajak saya berkelahi. Ternyata ada temannya dari Pasar Panjang yang membawa parang,” jelasnya.***

Sumber : kendariinfo.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah Kliennya Miliki ‘Mensrea’ Rugikan Negara dalam Korupsi KPR

KARAWANG - Dr. M. Gary Gagarin Akbar, SH., MH., Kuasa Hukum Sdr. VY - mantan Direktur PT. Bumi Arta Sedayu (PT BAS) periode tahun...

Kejari Karawang Pamerkan Tumpukan Duit Sitaan Korupsi Penyaluran KPR PT. BAS

KARAWANG - Dalam perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Bank Himbara Kantor Cabang Karawang yang melibatkan PT. Bumi Arta...

Kejari Karawang Tetapkan 4 Tersangka Korupsi KPR, Kerugian Negara Rp237 Miliar

KARAWANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Jawa Barat, menetapkan 4 tersangka dalam kasus dugaan korupsi praktik manipulasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada salah...

Dugaan Upaya Makar, Ketum Projo Budi Arie Setiadi Dipolisikan

JAKARTA - Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi kini berhadapan dengan proses hukum menyusul laporan dari Gerakan Cinta Prabowo (GCP). Grup tersebut mengadukannya relawan...

Korban Keracunan MBG Sudah Capai 43.838 Orang, JPPI : Seperti Kebal Hukum, Tak Ada Penyedia yang Diproses Hukum

JAKARTA - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyoroti maraknya kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali terjadi setelah libur sekolah. Kejadian itu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan