KARAWANG – Pihak keluarga pondok pesantren (ponpes) di Desa Tirtasari, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, membantah terkait adanya kabar dugaan pencabulan yang dilakukan oknum ustaz terhadap beberapa santriwati hingga mengalami kehamilan.
Perwakilan keluarga pesantren, Siti Aisyah memberikan klarifikasi terkait insiden penyerangan oleh sekelompok orang yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.
Ia mengungkapkan bahwa aksi tersebut berlangsung selama dua malam berturut-turut dengan eskalasi kerusakan yang semakin parah.
Menurutnya, pada malam pertama, massa hanya merusak pagar serta plang nama pesantren. Namun situasi memburuk pada malam kedua, ketika jumlah massa meningkat hingga sekitar 100 orang atau lebih.
“Penyerangan malam kedua jauh lebih parah. Dimulai sekitar pukul 21.00 WIB, massa merusak gerbang utama, pagar, hingga merobohkan dua gazebo dan dua saung,” ujar Siti Aisyah, dilansir dari postingan instagram @informasi_karawang.
Tak hanya itu, massa juga melempari rumah yang menjadi sasaran serta kantor pesantren menggunakan batu hingga menyebabkan kaca-kaca pecah. Bahkan, disebutkan sebagian massa membawa senjata tajam seperti parang.
Siti Aisyah menuturkan, aksi penyerangan tersebut diduga dipicu oleh provokasi dengan dalih balas dendam.
Isu yang beredar di masyarakat menyebut adanya dugaan pencabulan yang dilakukan pengurus yayasan terhadap santri di bawah umur. Namun, pihak pesantren menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Akibat situasi yang mencekam serta adanya ancaman, para santri dilaporkan mengalami ketakutan. Sebagian besar memilih pulang ke rumah masing-masing, sehingga aktivitas pesantren terhenti total.
“Awalnya ada sekitar 40 santri laki-laki dan 40 santri perempuan. Sekarang yang tersisa hanya sekitar 10 santri laki-laki, lainnya sudah pulang karena takut,” ungkapnya.
Saat ini, kondisi pesantren dilaporkan dalam keadaan kosong dan tidak beroperasi. Pihak keluarga berharap situasi segera kondusif, serta meminta perlindungan bagi lingkungan pesantren dari potensi aksi lanjutan.
Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan penjagaan dan penyelidikan, guna mengantisipasi kejadian serupa serta memastikan situasi tetap terkendali.***










