Rabu, Juni 17, 2026
spot_img

Pihak Pesantren Bantah Adanya Pencabulan Santriwati oleh Oknum Ustaz

KARAWANG – Pihak keluarga pondok pesantren (ponpes) di Desa Tirtasari, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, membantah terkait adanya kabar dugaan pencabulan yang dilakukan oknum ustaz terhadap beberapa santriwati hingga mengalami kehamilan.

Perwakilan keluarga pesantren, Siti Aisyah memberikan klarifikasi terkait insiden penyerangan oleh sekelompok orang yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.

Ia mengungkapkan bahwa aksi tersebut berlangsung selama dua malam berturut-turut dengan eskalasi kerusakan yang semakin parah.

Menurutnya, pada malam pertama, massa hanya merusak pagar serta plang nama pesantren. Namun situasi memburuk pada malam kedua, ketika jumlah massa meningkat hingga sekitar 100 orang atau lebih.

Berita Lainnya  Dugaan Sementara, Polisi Sebut Kebakaran di Pabrik BYD karena Puntung Rokok

“Penyerangan malam kedua jauh lebih parah. Dimulai sekitar pukul 21.00 WIB, massa merusak gerbang utama, pagar, hingga merobohkan dua gazebo dan dua saung,” ujar Siti Aisyah, dilansir dari postingan instagram @informasi_karawang.

Tak hanya itu, massa juga melempari rumah yang menjadi sasaran serta kantor pesantren menggunakan batu hingga menyebabkan kaca-kaca pecah. Bahkan, disebutkan sebagian massa membawa senjata tajam seperti parang.

Siti Aisyah menuturkan, aksi penyerangan tersebut diduga dipicu oleh provokasi dengan dalih balas dendam.

Berita Lainnya  Misteri Kematian Pejabat Purwakarta, Bunuh Diri atau Dibunuh?

Isu yang beredar di masyarakat menyebut adanya dugaan pencabulan yang dilakukan pengurus yayasan terhadap santri di bawah umur. Namun, pihak pesantren menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Akibat situasi yang mencekam serta adanya ancaman, para santri dilaporkan mengalami ketakutan. Sebagian besar memilih pulang ke rumah masing-masing, sehingga aktivitas pesantren terhenti total.

“Awalnya ada sekitar 40 santri laki-laki dan 40 santri perempuan. Sekarang yang tersisa hanya sekitar 10 santri laki-laki, lainnya sudah pulang karena takut,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Viral Video Klarifikasi Ibu Santriwati di Pekalongan : 'Anak Saya Hamil karena Mimpi dan Karunia Allah'

Saat ini, kondisi pesantren dilaporkan dalam keadaan kosong dan tidak beroperasi. Pihak keluarga berharap situasi segera kondusif, serta meminta perlindungan bagi lingkungan pesantren dari potensi aksi lanjutan.

Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan penjagaan dan penyelidikan, guna mengantisipasi kejadian serupa serta memastikan situasi tetap terkendali.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bawa Replika Alat Hukuman Pancung, Massa Aksi BEM SI Kepung DPRD Jawa Barat

BANDUNG - Dengan membawa replika alat hukuman pancung, ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat menggelar aksi...

Firdaus Oiwobo Laporkan Tiyo Ardianto ke Polres Metro Tangerang Selatan

JAKARTA - Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM Tiyo Ardianto dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Selatan. Dia dipolisikan oleh pengacara Firdaus Oiwobo. "Membenarkan adanya...

BEM Bersatu Duga Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG

JAKARTA - Aliansi mahasiswa yang menamakan diri BEM Bersatu menduga ada oknum mantan petinggi militer, yakni Jenderal TNI (Purnawirawan) SS di balik gerakan penolakan...

Lagi, Ayah di Karawang Perkosa Anak Kandung, Korban Sempat Melawan Tapi Tak Berdaya

KARAWANG - Belum juga reda rasa sedih dan amarah publik terhadap kasus pencabulan balita perempuan usia 3 tahun oleh ayah kandungnya J (39), warga...

Misteri Kematian Pejabat Purwakarta, Bunuh Diri atau Dibunuh?

PURWAKARTA - Kasus kematian Yogi Saleh, seorang pejabat Pemkab Purwakarta - Jawa Barat, terus menjadi perhatian publik terkait pertanyaan apakah Kepala Bidang Pengelolaan Aset...

Hukum

Firdaus Oiwobo Laporkan Tiyo Ardianto ke Polres Metro Tangerang Selatan

JAKARTA - Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM Tiyo Ardianto dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Selatan. Dia dipolisikan oleh pengacara Firdaus Oiwobo. "Membenarkan adanya...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan