Rabu, Juli 29, 2026
spot_img

Bakal Disulap Jadi Akses Jalan, 72 Bangli di Bantaran Sungai Kali Baru Ditertibkan

KOTA BEKASI – Wajah Jalan Nonon Sontanie, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, dipastikan berubah drastis.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai melakukan pembersihan lahan di sepanjang bantaran Sungai Kali Baru dengan menertibkan puluhan bangunan liar (bangli) permanen maupun semi-permanen, Rabu (22/4/2026).

Langkah tegas ini diambil untuk mengembalikan fungsi lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT) II yang akan segera disulap menjadi akses jalan baru dan sistem drainase modern guna mengatasi kemacetan serta genangan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi, Arief Maulana, menegaskan bahwa penertiban ini merupakan instruksi langsung pimpinan daerah.

Fokus utama hari ini menyasar 72 bangunan yang berdiri ilegal di atas lahan sepanjang 650 meter dari total target satu kilometer.

Berita Lainnya  Forkopimda Karawang dan Kapolda Jabar Rakor Perkuat Kondusifitas Kawasan Industri

“Rencananya, sesudah diratakan, di lokasi ini akan dibangun jalan dan sistem drainase untuk kelanjutan proyek Jalan Nonon Sonthanie. Kami targetkan dalam dua hari proses pembersihan lahan ini selesai,” tegas Arief di lokasi penggusuran.

Arief memastikan proses ini telah melalui tahapan yang benar, termasuk pelayangan surat peringatan.

Ia juga menegaskan tidak ada ganti rugi karena seluruh bangunan tidak memiliki legalitas kepemilikan lahan atau Sertifikat Hak Milik (SHM).

Duka di Balik Pembangunan

Meski bertujuan untuk kepentingan publik, penggusuran ini menyisakan nestapa bagi warga yang telah menganggap bantaran sungai tersebut sebagai rumah.

Berita Lainnya  Respons Warning KPK, Ghazali Center Dorong PUPR Perkuat Tata Kelola Pokir

Odah (51), salah satu warga terdampak, mengaku terpukul meski sudah lama mendengar desas-desus penggusuran.

Ibu paruh baya ini berkisah, 15 tahun lalu ia membeli bangunan bekas WC umum seharga Rp4 juta dan merenovasinya menjadi tempat bernaung bagi suami dan anak-anaknya.

Kini, tanpa uang sepeser pun di tangan sebagai kompensasi, ia terpaksa pindah ke rumah kontrakan.

“Sedih juga sih, memang sudah lama tinggal di sini. Sekarang terpaksa ngontrak di sebelah, biayanya Rp1,3 juta per bulan,” ungkap Odah dengan nada lirih.

Ia sangat berharap pemerintah setidaknya memberikan bantuan biaya pemindahan barang untuk meringankan beban ekonominya yang kian terjepit.

Berita Lainnya  Dugaan Malapraktik Persalinan, Klinik Zhafira Zarifa Karawang Disomasi Kuasa Hukum Pasien

Fokus pada Drainase dan Kelancaran Jalan

Pembangunan sistem drainase di lokasi ini dinilai sangat krusial bagi keberlanjutan proyek Jalan Nonon Sonthanie.

Pemkot Bekasi berkomitmen untuk terus melakukan penataan aset negara demi kelancaran pembangunan kota, meskipun tantangan sosial di lapangan kerap mewarnai setiap langkah eksekusi.

Pasca-pembongkaran, petugas kebersihan dan alat berat dikerahkan untuk memastikan sisa-sisa puing bangunan tidak masuk ke aliran sungai dan menyumbat jalannya air, sembari mempersiapkan fondasi untuk infrastruktur baru yang telah direncanakan.***

Sumber : TribunNews

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Protes Pemadaman Listrik Bergilir, Pendemo Tumpahkan Bangkai Ayam

PALANGKA RAYA - Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) kembali melakasanakan aksi demonstrasi di PLN UP3 Palangka Raya, Rabu (29/7/2026). Aksi...

Bea Cukai Sita 20 Ribu Botol Miras Ilegal Senilai Rp 12,5 Miliar

BANDUNG - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menggagalkan peredaran 19.142 botol atau setara 14.400,36 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau minuman keras...

Menteri PPN : “MBG Lebih Mendesak Ketimbang Lapangan Kerja”

JAKARTA - Potongan video pidato Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mendadak viral dan memicu perdebatan di media sosial. Pernyataan Rachmat yang...

Jurnalis Gelar Aksi Tolak Pelabelan ‘Londo Ireng’

SOLO - Sejumlah jurnalis dan lembaga pers mahasiswa (LPM) di Soloraya menggelar aksi damai mengecam tindakan intimidasi terhadap pekerja pers melalui pelabelan "londo ireng"....

Ditabrak Minibus, Pemotor Ayah dan Putrinya Tewas Sampai Terpental ke Atap Bengkel

CILEGON - Polisi masih menyelidiki kasus kecelakaan maut melibatkan pengendara sepeda motor dan minibus di kawasan Merak, Kota Cilegon, Banten, Senin (27/7/2026). Insiden mengerikan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan