Senin, April 13, 2026
spot_img

Pasca Peristiwa Pengeroyokan Maut di Hajatan Pernikahan, Om Zein Perketat Izin Keramaian

PURWAKARTA – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein) mengaku akan memperketat izin keramaian di daerahnya seiring peristiwa penganiayaan tuan rumah hajatan hingga tewas oleh preman yang diduga meminta jatah.

Saepul akan segera menerbitkan surat edaran (SE) terkait pembatasan dan pengetatan izin keramaian seperti hajatan pernikahan maupun sunatan.

“Akan keluarkan SE untuk pembatasan dan memperketat perizinan dan pengawasan izin keramaian di hajatan, baik nikahan atau sunatan,” kata Saepul dikutip dari unggahan di akun instagram pribadi, Selasa (6/4).

Ia mengatakan izin hanya akan diberikan jika seluruh pihak di wilayah itu bisa menjamin keamanan dan ketertiban selama kegiatan.

Berita Lainnya  Pelaku Pembunuhan Pemilik Warem Ditangkap, Motif Sakit Hati karena Ditolak Bercinta

“Sehingga ke depan, untuk izin keramaian hajatan, nikahan, atau sunatan itu harus ada pakta integritas partisipasi menjaga keamanan dan ketertiban dari semua pihak yang ada di wilayah itu, baik Kepala Desa, LPM, tokoh pemuda, tokoh masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan keprihatinan dan duka cita atas insiden tersebut. Saepul meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

“Pada pihak keluarga, masyarakat, dan kita semua jangan pernah ragu, percayakan sepenuhnya kasus ini pada pihak kepolisian. Percayakan kasus masalah ini pada Polres Purwakarta,” ujarnya.

Seorang warga bernama Dadang (57) tewas di tengah pesta pernikahan anaknya usai dipukuli sejumlah orang yang diduga mabuk.

Berita Lainnya  Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

Kejadian itu terjadi pada Sabtu (4/4) kemarin. Pada pukul 14.50 WIB, ketika hiburan organ sedang berlangsung ada segerombolan orang yang diduga dalam keadaan mabuk turut menghadiri hajatan tersebut.

Mereka meminta uang kepada pemain organ dengan alasan untuk membeli tambahan minuman.

Oleh penyelenggara organ, ditawarkan uang Rp100.000 tetapi orang tersebut menolak dengan alasan kurang.

Korban Dadang pun menghampiri keributan itu. Ia bahkan sempat bersitegang dengan orang-orang yang membuat kericuhan. Namun keributan pun tak terhindarkan.

Korban dikejar oleh pelaku sampai di depan rumah korban. Di hadapan banyak tamu dan keluarga serta anaknya yang duduk di pelaminan, Dadang diekseskusi dengan sebilah bambu.

Berita Lainnya  BGN Akui Pengadaan 21.801 Unit Sepeda Motor untuk Dukung Operasional MBG

Pelaku yang mendapati korban tersungkur dan tak sadarkan diri, mereka langsung melarikan diri.

Keluarga yang melihat Dadang terkapar mencoba membawa ke RS Bhakti Husada. Namun sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia oleh petugas jaga.

Polisi belakangan menangkap dua orang pelaku penganiaya Dadang.***

Sumber : CNN Indonesia

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Terima Uang Rp 2,94 Miliar, KPK Periksa Henri Lincoln

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln untuk mengonfirmasi penerimaan...

Pemborong Menjerit, Mau Nyari Untung Malah Buntung

KARAWANG - Mayoritas pengguna jasa (pemborong) yang mengerjakan proyek atau pekerjaan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang mulai menjerit. Hal ini...

Meski Sudah Jerat 2 Tersangka, Korupsi Ambulans RSUD Subang Kembali Dilaporkan

SUBANG – Langkah hukum baru diambil oleh dua praktisi hukum, Taufik H. Nasution, SH. MH. M.Kes dan Hugo S. Tambunan, SH.Mereka mendatangi Kejaksaan Negeri...

Wagub Krisantus Bakal Cium Lutut KDM, Jika Bisa Bangun Kalbar

SINTANG - Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan menanggapi keinginan warga yang ingin “meminjam” Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi untuk memperbaiki jalan...

KDM Minta Samsat Tiru Perbankan, Bayar Pajak Jangan Dibuat Berbelit

BANDUNG - Layanan pembayaran pajak kendaraan di Samsat seluruh Jawa Barat, harus bisa seperti di Perbankan yang efektif dan efisien. Hal itu diungkapkan Gubernur Jabar,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan