Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

Pasca Peristiwa Pengeroyokan Maut di Hajatan Pernikahan, Om Zein Perketat Izin Keramaian

PURWAKARTA – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein) mengaku akan memperketat izin keramaian di daerahnya seiring peristiwa penganiayaan tuan rumah hajatan hingga tewas oleh preman yang diduga meminta jatah.

Saepul akan segera menerbitkan surat edaran (SE) terkait pembatasan dan pengetatan izin keramaian seperti hajatan pernikahan maupun sunatan.

“Akan keluarkan SE untuk pembatasan dan memperketat perizinan dan pengawasan izin keramaian di hajatan, baik nikahan atau sunatan,” kata Saepul dikutip dari unggahan di akun instagram pribadi, Selasa (6/4).

Ia mengatakan izin hanya akan diberikan jika seluruh pihak di wilayah itu bisa menjamin keamanan dan ketertiban selama kegiatan.

Berita Lainnya  Gadis ini Alami Trauma karena Jadi Korban Pemerkosaan Ayah dan Paman Selama Bertahun-tahun

“Sehingga ke depan, untuk izin keramaian hajatan, nikahan, atau sunatan itu harus ada pakta integritas partisipasi menjaga keamanan dan ketertiban dari semua pihak yang ada di wilayah itu, baik Kepala Desa, LPM, tokoh pemuda, tokoh masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan keprihatinan dan duka cita atas insiden tersebut. Saepul meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

“Pada pihak keluarga, masyarakat, dan kita semua jangan pernah ragu, percayakan sepenuhnya kasus ini pada pihak kepolisian. Percayakan kasus masalah ini pada Polres Purwakarta,” ujarnya.

Seorang warga bernama Dadang (57) tewas di tengah pesta pernikahan anaknya usai dipukuli sejumlah orang yang diduga mabuk.

Berita Lainnya  Ditertawakan, Wali Kota Bandung 'Ngamuk' Saat Tinjau Lokasi Penebangan Pohon

Kejadian itu terjadi pada Sabtu (4/4) kemarin. Pada pukul 14.50 WIB, ketika hiburan organ sedang berlangsung ada segerombolan orang yang diduga dalam keadaan mabuk turut menghadiri hajatan tersebut.

Mereka meminta uang kepada pemain organ dengan alasan untuk membeli tambahan minuman.

Oleh penyelenggara organ, ditawarkan uang Rp100.000 tetapi orang tersebut menolak dengan alasan kurang.

Korban Dadang pun menghampiri keributan itu. Ia bahkan sempat bersitegang dengan orang-orang yang membuat kericuhan. Namun keributan pun tak terhindarkan.

Korban dikejar oleh pelaku sampai di depan rumah korban. Di hadapan banyak tamu dan keluarga serta anaknya yang duduk di pelaminan, Dadang diekseskusi dengan sebilah bambu.

Berita Lainnya  KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

Pelaku yang mendapati korban tersungkur dan tak sadarkan diri, mereka langsung melarikan diri.

Keluarga yang melihat Dadang terkapar mencoba membawa ke RS Bhakti Husada. Namun sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia oleh petugas jaga.

Polisi belakangan menangkap dua orang pelaku penganiaya Dadang.***

Sumber : CNN Indonesia

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan