Senin, Agustus 10, 2026
spot_img

Polemik MBG Pancawati, ini Hasil Temuan Satgas Pengawas MBG Karawang

KARAWANG – Terkait polemik kabar adanya keterlambatan distribusi dan tidak layak konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pancawati 2 yang membuat para wali murid marah-marah mendatangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di lokasi Pohon Miring, Dusun Bakan Jati, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Satgas Pengawas MBG Karawang angkat bicara.

Atas persoalan ini, Satgas Pengawas MBG Karawang mengaku sudah menerima laporan dari Korwil BGN. Yaitu dimana dalam hal ini pihak SPPG mengakui adanya keterlambatan pengiriman MBG. Tetapi membantah MBG yang tidak layak konsumsi.

“Memang terjadi keterlambatan pengiriman, tapi untuk kata diduga tidak layak konsumsi itu tidak benar. Dan itu semuanya dimasak. Tidak ada yang mentah seperti yang di beritakan, itu jawaban Korwil BGN,” tutur Ridwan Salam, Ketua Satgas Pengawas MBG Karawang, saat dikonfirmasi Opiniplus.com, Sabtu (14/3/2026).

Berita Lainnya  Viral Video 'Celetukan' Lurah Paya Pasir : "Cie Curhat Dia Bah..."

Disampaikan Ridwan Salam, saat ini pihaknya masih menela’ah apakah akan ada sanksi somasi atau seperti apa dalam menyikapi persoalan ini. Ia masih menunggu laporan investigas lengkap dari Korwil BGN.

“Yang pasti catatan kita evaluasi untuk perbaikan pelayanan SPPG ke depan,” tegasnya.

Disinggung soal sanksi, Ridwan Salam menegaskan bahwa setiap sanksi pelanggaran pengelolaan MBG sepenuhnya merupakan kewenangan BGN pusat, berdasarkan hasil laporan investigasi.

“Yang jelas pemberitaan makanan mentah sudah tidak benar, berdasarkan kroscek langsung pada saat kejadian. Sehingga sanksi karena keterlambatan distribusi MBG ini yang jadi fokus temuan,” tuturnya.

Berita Lainnya  Menakar Nilai Ekologi Sunda Kuno, Refleksi Historis untuk Mengurai Sengkarut Tata Ruang Karawang

“Kalau ketidaklayakan pasti setiap persepsi orang berbeda. Yang jelas makanan harus senilai Rp 10 ribu,” tandas Ridwan Salam.

Sebelumnya diberitakan, Puluhan orang tua siswa yang merupakan wali murid SDN Pancawati 2 terlihat marah-marah mendatangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di lokasi Pohon Miring, Dusun Bakan Jati, Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jumat sore (13/3/2026), sekitar pukul 17.00 WIB.

Kedatangan mereka dipicu kekecewaan atas ketidakjelasan pendistribusian paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai lambat, tidak tepat waktu, bahkan sebagian siswa tidak kebagian.

Berita Lainnya  Sengketa Catut Nama Apoteker Melasuka Karawang Berujung Laporan Pidana

Para wali murid mengaku geram lantaran jadwal distribusi yang sebelumnya dijanjikan pada pagi hari kembali diundur oleh pihak dapur SPPG.

Informasi penundaan tersebut disampaikan kepada guru dan kemudian diteruskan ke grup sekolah melalui aplikasi WhatsApp.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

‘Drag Race Maut’, 6 Penonton Meninggal, 11 Lainnya Luka-luka

SULAWESI - Sebanyak enam orang meninggal dunia dan 11 korban lainnya mengalami luka berat dan luka ringan, dalam insiden 'Drag Race Maut' pada ajang...

Gegara Program LKS Gratis, Bupati Aep ‘Dimusuhin’ Anak Buahnya Sendiri

KARAWANG - Lantaran program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengaku sampai dimusuhin beberapa orang, khususnya beberapa...

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan