Kamis, Maret 5, 2026
spot_img

Rieke Menduga Ada Motif Lain Dibalik Tewasnya Ermanto Usman

KOTA BEKASI – Peristiwa tewasnya Ermanto Usman (65) diduga bukan hanya sekedar kejadian aksi perampokan biasa. Melainkan diduga adanya motif lain dari peristiwa berdarah tersebut.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi XIIl DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, saat bertakziah ke rumah almarhum mantan aktivis serikat pekerja PT. Jakarta International Container Terminal (JICT), di Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Pondokgede, Kota Bekasi, Rabu (4/3/2026).

Selain sebagai anggota wakil rakyat, takziah Rieke juga dilakukan sebagai Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja lndonesia (KRPI).

Terlebih, Rieke diketahui memiliki catatan sejarah dengan almarhum Ermanto Usman. Pasalnya, saat itu Rieke merupakan Ketua Pansus di DPR RI atas persoalan dugaan penyimpangan terkait perpanjangan kontrak JICT dengan perusahaan asal Hong Kong, Hutchinson Port Holding (HPH).

Berita Lainnya  Iran Bersumpah Balas Dendam

Perpanjangan kontrak tersebut dilakukan oleh PT. Pelindo II selaku operator pelabuhan dan telah menjadi polemik hukum sejak tahun 2015.

Pansus ini dibentuk DPR RI, karena kasus yang disoroti almarhum Ermanto Usman saat itu sempat memicu kegaduhan nasional.

Melalui takziahnya, Rieke menyoroti sejumlah hal yang dinilai perlu didalami oleh penyidik kepolosian. Yaitu dari mulai tidak
ada barang berharga yang hilang dari rumah korban, kecuali dompet, kunci mobil dan handphone.

Perhiasan milik istri korban yang berada di kamar maupun yang sedang dipakai disebut tidak hilang, sehingga menurutnya terdapat indikasi kuat peristiwa ini bukan sekedar perampokan.

Namun demikian dilansir dari infobekasi.coo, Rieke menegaskan tidak ingin mendahului proses hukum dan meminta kepolisian
mengusut seluruh kemungkinan motif peristiwa, termasuk latar belakang almarhum sebagai aktivis yang aktif memperjuangkan hak buruh pelabuhan.

Berita Lainnya  Mahasiswi Tewas di Apartemen, Setelah Konsumsi Obat Penggugur Kandungan ilegal

Rieke berharap penyidikan tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain di balik kejadian.

Rieke menyebut almarhum merupakan bagian dari Federasi Pekerja Pelabuhan
Indonesia di bawah naungan KRPI. Dalam sebulan terakhir, almarhum disebut kembali aktif menyuarakan dugaan korupsi di lingkungan pelabuhan melalui platform podcast.

la juga mengungkap adanya pesan almarhum kepada anak-anaknya sebelum kejadian, agar menghubunginya jika terjadi sesuatu, serta komunikasi tertulis kepada
keluarga pada Februari lalu.

Namun Rieke menyerahkan sepenuhnya penilaian atas hal tersebut kepada penyidik. Rieke menyatakan akan mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bagi istri korban yang masih kritis, keluarga almarhum, anggota KRPI, serta dirinya.

Berita Lainnya  Satu Tahun Pemerintahan, Bupati Aep : Kita Bukan Superman, Jangan One Man Show!

la juga memastikan kasus ini akan dibawa ke Komisi XIll DPR RI pada masa sidang mendatang.

Selain itu, ia mengimbau Komisi Pemberantasan Korupsib(KPK) kembali menaruh perhatian pada dugaan kasus korupsi di lingkungan pelabuhan, serta meminta Kapolri memastikan penyidikan berjalan tuntas.

Rieke menegaskan, kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya perlindungan negara bagi warga yang berani menyuarakan kebenaran.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Hampir 4 Ribu Warga Jabar Tertahan di Timur Tengah, Pemprov Buka Hotline

BANDUNG - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jabar (Diskominfo Jabar) Mas Adi Komar mengatakan bahwa berdasarkan pendataan yang dilakukan, terhitung masih ada hampir...

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling Senilai Rp 183 Miliar

JAKARTA - Bea Cukai Tanjung Priok menggagalkan penyelundupan 3 ton sisik trenggiling yang akan dikirim ke Kamboja. Barang tersebut senilai Rp 183 miliar. "Terhadap 3.053...

Ermanto Usman, Dirampok atau Dibunuh Secara Terencana?

KOTA BEKASI - Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan atas peristiwa 'sahur berdarah' atau misteri tewasnya Ermanto Usman (65) dan kondisi kritis istrinya Pasmilawati...

5 Tahun Tak Ada Pembangunan, 42 Jembatan di Jabar Terancam Roboh

BANDUNG - Sebanyak 42 jembatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat terancam roboh dan membutuhkan perbaikan segera. Total anggaran yang dibutuhkan untuk rehabilitasi dan penggantian...

OTT Bupati Pekalongan, Keluarga Kuasai Proyek-proyek Pemkab

JAKARTA - KPK telah menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai tersangka kasus dugaan korupsi karena ikut-ikutan dalam proyek pengadaan di Pemkab Pekalongan. KPK mengungkap...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan