Selasa, Juni 2, 2026
spot_img

Rp5,6 Miliar Anggaran Pulsa di DPPKB Karawang Disorot

KARAWANG – Sebesar Rp5,6 miliar anggaran pengadaan pulsa di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang disorot Komisi IV DPRD Karawang.

Sekretaris Komisi IV DPRD Karawang, Asep Syaripudin mengatakan, anggaran untuk pembelian pulsa para kader Tim Pendamping Keluarga dalam upaya penanganan stunting ini berpotensi pemborosan anggaran, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dilakukan.

Asep Ibe (sapaan akrab) menyebut, jika kebijakan anggaran pengadaan pulsa yang cukup besar itu merupakan pemikiran terbalik dalam penanganan stunting. Sebab anggaran sebesar itu seharusnya difokuskan untuk intervensi langsung yang menyentuh masyarakat, seperti pemenuhan gizi melalui makanan tambahan untuk balita.

“Penanganan stunting itu harus bersentuhan langsung, misalnya pembelian telur atau makanan tambahan untuk balita. Bukan hanya untuk pembelian pulsa kader dalam rangka verifikasi dan validasi data,” tutur Asep Ibe, dilansir dari Antara, Kamis (16/4/2026).

Berita Lainnya  Persib Hattrick Juara, Dede Anwar Minta Bobotoh Dukung Polres Karawang Jaga Kamtibmas

Menurutnya, DPPKB Karawang sebagai bagian dari gugus tugas percepatan penurunan stunting, seharusnya memberi contoh dalam penyusunan anggaran yang efektif dan efisien.

“Ini jelas DPPKB Karawang melakukan pemborosan anggaran, dengan kegiatan pembelian pulsa kader sebesar Rp5,6 miliar. Ini tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran,” kataya.

Atas hal tersebut, Komisi IV DPRD Karawang mendesak agar DPPKB Karawang mengevaluasi anggaran Rp5,6 miliar untuk pengadaan pulsa para kadernya.

Kepala DPPKB Karawang, Imam Al Husaeri Bahanan sebelumnya mengakui pada tahun ini terdapat alokasi anggaran sekitar Rp5,6 miliar untuk pengadaan pulsa dalam penanganan stunting.

Berita Lainnya  Mangkir dari Panggilan DPRD Karawang, Koperasi Pindo Deli Siap-siap Dipolisikan

“Pulsa itu dikirim langsung oleh penyedia jasa (operator seluler),” katanya.

Dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Karawang terdapat anggaran sebesar Rp5.637.000.000.

Uraian pekerjaan dari pagu anggaran tersebut ialah kawat/faksimili/internet/tv berlangganan, dengan spesifikasi pekerjaan beban penggantian pulsa tim pendamping keluarga.

Imam menyampaikan, anggaran sekitar Rp5,6 miliar tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) BKKBN tahun 2026.

Menurut dia, anggaran sebesar Rp5.637.000.000 sebenarnya dari BKKBN RI yang disalurkan melalui DPPKB Karawang sebagai ‘pengampu’ Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di daerah.

Untuk mendukung program itu, sebanyak 5.637 orang dari kader tenaga pendamping keluarga atau kader stunting diberikan insentif pulsa sebesar Rp100 ribu setiap bulan, selama sepuluh bulan.

Berita Lainnya  H. Oma : Kurban Bukan Hanya Perkara Ibadah, Tetapi Semangat Gotong Royong dan Kebersamaan Masyarakat

Imam menyebutkan, insentif pulsa diberikan atas jasa kader dalam menjalani tugasnya sebagai pendamping keluarga resiko stunting yang terdiri atas calon pengantin, ibu hamil, ibu bersalin dan balita.

“Pulsa digunakan karena hasil tugas pendampingan terhadap keluarga resiko stunting harus di input ke aplikasi ELSIMIL (elektroniik siap nikah siap hamil) yang digagas BKKBN RI,” katanya.***

Sumber : AntaraNews
Ket foto : Sekretaris Komisi IV DPRD Karawang, Asep Syaripudin.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

LBH Arya Mandalika Desak Kejagung Tetapkan P21 Kasus Ijazah Jokowi

JAKARTA - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arya Mandalika menyatakan sikap tegas dan mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), agar segera menetapkan status P21...

PERADI Minta Kejari Kembalikan Duit Sitaan Rp 101 Miliar ke Kas Daerah, Askun : “Jangan Langsung ke Rekening Petrogas”

KARAWANG - Praktisi hukum dan pengamat kebijakan, Asep Agustian, SH., MH., meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk mengembalikan Rp 101 miliar 'uang sitaan' kasus...

Tokoh Muda Golkar Dorong ‘Mas Bahlil Ganteng’ Nyapres 2029

KARAWANG - Fenomena lagu viral MBG = Mas Bahlil Ganteng bertajuk 'My Little Bolu Ketan' masih menjadi tranding penggunaan backsoun di media sosial. Tokoh Muda...

Mantan Caleg di Cirebon Paksa Seorang Kakek Berhubungan Sesama Jenis, Pelaku Rekam Adegan untuk Konten Asusila

CIREBON - Dua kali gagal menjadi wakil rakyat, H (43) seorang mantan calon legislatif (caleg) yang berdomisili di Kecamatan Kejaksan - Kota Cirebon, terpaksa...

KPK Bongkar ‘Politik Outsourching’ Bupati Pekalongan

JAKARTA - Modus 'politik outsourcing' Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq diungkap KPK. Fadia disebut memanfaatkan ketergantungan pekerjaan dari pegawai outsourcing untuk kepentingan politiknya. "Dari penyidikan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan