Senin, Mei 18, 2026
spot_img

Diduga Jadi Korban Perampokan, Nenek di Subang Tewas dalam Kondisi Tangan dan Kaki Terikat

SUBANG – Suasana tenang di kawasan Pantura Subang mendadak berubah menjadi kepanikan ketika kabar penemuan sesosok mayat menyebar cepat di Dusun Rancaudik, Desa Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan.

Warga dibuat geger oleh kondisi korban yang ditemukan tak bernyawa di dalam kamar rumahnya, dengan tangan dan kaki terikat.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/4) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Malam yang seharusnya sunyi berubah menjadi mencekam saat suami korban pulang dari menghadiri acara syukuran haji.

Alih-alih disambut seperti biasa, ia justru mendapati istrinya, Tarsiah (72), telah tergeletak tak bernyawa di atas kasur.

Kondisinya mengenaskan, tangan dan kaki terikat menggunakan kain kerudung, bahkan tubuhnya sempat tertutup kasur, memperkuat dugaan adanya kekerasan sebelum kematian.

Berita Lainnya  Nekat Beraksi di Area Pabrik BYD, Curanmor Kritis Setelah Dihajar Warga dan Pekerja Proyek

Keesokan harinya, Kamis (16/4/2026), petugas Inafis Polres Subang turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara lanjutan.

Polisi masih bekerja mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mengungkap misteri di balik kematian korban.

“Masih dalam penyelidikan, mohon doanya,” ujar Kasi Humas Polres Subang, AKP Edi Juhedi singkat.

Kesaksian warga sekitar menambah nuansa pilu dari kejadian ini. Ketua RT setempat, Masliah, mengaku mendapat kabar tersebut menjelang tengah malam dan langsung menuju rumah korban.

Berita Lainnya  Target Korban di Bawah Umur, Maling Motor Modus Tuduh Korban Pelaku Pemukulan Ditangkap

“Saya dibangunin jam 11 malam, disuruh lihat istri pak haji (korban) pas ke sana sudah meninggal, kata pak haji tangan dan kakinya terikat, tertutup kasur juga, kematiannya tak wajar,” ujarnya.

Dugaan sementara mengarah pada aksi perampokan yang disertai pembunuhan. Kondisi rumah yang berantakan serta hilangnya uang tunai sekitar Rp30 juta dan perhiasan emas seberat kurang lebih 50 gram memperkuat indikasi tersebut.

Pelaku diduga memanfaatkan situasi rumah yang sepi untuk melancarkan aksinya.

“Lemari acak-acakan, katanya uang tunai dan perhiasan sudah hilang dirampok,” kata Masliah.

Tangis Keluarga Korban

Duka mendalam menyelimuti keluarga korban. Tangis pecah di sekitar rumah, sementara rasa takut dan cemas menyelimuti warga sekitar. Ratnengsih, anak tiri korban, bahkan tak kuasa menahan kesedihan saat mencoba memahami apa yang terjadi.

Berita Lainnya  Operasi Cipta Kondisi Sasar Miras hingga Geng Motor, Polisi Amankan Ratusan Botol Miras

“Gak tau, saya enggak boleh lihat sama anak,” ujarnya dengan suara bergetar.

Hingga Kamis siang, garis polisi masih terpasang di rumah korban yang kini tertutup rapat. Aparat dari Polsek Binong dan Polres Subang terus melakukan penyelidikan intensif.***

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasus Suap Ade Kunang, Terdakwa Sarjan Divonis 3,3 Tahun Penjara

BANDUNG - Terdakwa penyuap Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kusawara Kunang dan ayahnya HM Kunang, Sarjan terlihat tidak menaiki mobil tahanan setelah menjalani sidang vonis...

MAKI Sentil Pembelaan Nadiem Via Opini Medsos

JAKARTA - Ketua Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku penasaran dengan strategi pembelaan hukum yang akan disampaikan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan...

Cabuli Santriwati, Oknum Pimpinan Ponpes di Garut Diamankan Polisi

GARUT - Seorang oknum pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Garut - Jawa Barat, berinisial AN, dipolisikan setelah diduga mencabuli salah seorang santriwati. Saat ini, lelaki...

Jawa Barat Bakal Ganti Nama Jadi Tatar Sunda, ini Penjelasan Pemprov

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa Hari Tatar Sunda yang perayaannya diisi dengan rangkaian kirab budaya mengarak mahkota Binokasih ke berbagai daerah,...

Denda Kelebihan Izin Rp 224,7 Juta Dibayar, KDM Pastikan WNI Terlantar di Libya Bisa Pulang

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) memastikan empat warga negara Indonesia (WNI) yang terlantar di Libya akhirnya bisa dipulangkan ke Tanah...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan