Jumat, April 17, 2026
spot_img

Santri Yatim Dicabuli Pria yang Ngaku Anggota TNI

KOTA BEKASI – Seorang pria berinsial RBP yang mengaku sebagai anggota TNI diduga melakukan aksi pencabulan terhadap santri yang masih berusia 15 tahun. Terduga pelaku bukan merupakan pengurus pondok pesantren (ponpes).

Kasus ini sudah dilaporkan kepada Polres Metro Bekasi Kota pada Rabu , 11 Februari 2026, dengan nomor laporan polisi (LP) LP/B/506/II/2026/SPKT/POLRES METRO BEKASI KOTA/POLDA METRO JAYA.

“Memang pelaku seakan-akan menyampaikan ke pihak pengurus bahwa dia mengaku anggota TNI, seakan-akan donatur, jadi bisa lebih dekat dengan anak santri, jadi begitu modusnya. Adapun pengakuannya, yang bersangkutan Komcad namun sudah dipecat,” ujar tutur Kuasa Hukum Korban, Mohammad, Senin 23 Februari 2026.

Berita Lainnya  Diduga Jadi Korban Perampokan, Nenek di Subang Tewas dalam Kondisi Tangan dan Kaki Terikat

RBP beberapa kali melakukan kekerasan seksual terhadap korban dalam kurun waktu tiga bulan. Korban diketahui merupakan anak yatim. Pelaku juga selalu melakukan pencabulan di halaman parkiran sebuah mal di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi.

“Kejadian 10 kali semuanya terjadi di parkiran mal dari Oktober-Desember 2025,” kata dia.

Untuk menutupi aksi bejatnya, pelaku juga kerap memberikan sejumlah uang dan bahkan memberikan handphone kepada korbannya, seolah-olah memberi kesan pelaku peduli terhadap korban.

Berita Lainnya  Demo Mahasiswa di Bekasi Saling Dorong dan Nyaris Bentrok dengan Petugas

“Pertama, korban merasa takut karena pelaku mengaku sebagai anggota TNI. Si pelaku masuk seakan-akan sebagai sosok ayah, makanya dikasih HP, dibelikan baju, diajak ke tempat makan mewah, setelah itu dilakukan perkosaan, jadi seperti itu modusnya,” jelas dia

Mohammad mengaku, bahwa korban dan juga pelaku awal bertemu tidak disengaja di depan rumah tahfidz yang tidak jauh dari ponpes.

Pintu masuknya, korban diberikan uang jajan, pada akhirnya diajak ke mal dibelikan baju, makanan. Kemudian, terjadi perkosaan di parkiran mal,” tegas dia.

Berita Lainnya  Kasus Ijon Proyek Ade Kunang, Anggota Polisi Terima Duit Rp 16 Miliar

Kasus ini terkuak saat pengurus pondok pesantren (ponpes) menaruh kecurigaan terhadap kondisi korban. Setelah itu, korban mengungkap perbuatan pelaku.

“Jadi, ketahuannya ialah saat pengurus pesantren ada kecurigaan dengan tingkah laku korban. Akhirnya pihak pesantren meminta HP dan ditemukan chat pelaku yang ada rasa sayang ke korban,” ujar dia. ***

Sumber : pojoksatu.id
Foto : ilustrasi net

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dalih Ade Kunang : itu Uang Pinjaman Pribadi untuk Lunasi Utang Biaya Pilkada

BANDUNG - Pengakuan mengejutkan keluar dari mult Bupati Bekasi Nonaktif, Ade Kuswara Kunang, yang terseret dalam pusaran suap ijon proyek ratusan miliar di lingkungan...

Kenapa Polri dan TNI Boleh Punya 1.000 SPPG? Ini Penjelasan BGN

JAKARTA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengungkapkan alasan diperbolehkannya pihak Polri dan TNI untuk mengelola 1.000...

Kasus Ijon Proyek Ade Kunang, Anggota Polisi Terima Duit Rp 16 Miliar

JAKARTA - Seorang anggota polisi aktif bernama Yayat Sudrajat alias Lippo mengakui menerima uang imbalan hingga Rp 16 miliar. Uang itu terkait proyek-proyek di...

Perang Dingin Abang Ijo dengan Om Zein

PURWAKARTA - Isu dugaan 'perang dingin' antara Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta belakangan ramai diperbincangkan publik. Namun, Wakil Bupati Purwakarta, Abang ljo Hapidin, secara...

Bacok Korbannya dengan Celurit, Begal di Karawang Tewas Dihakimi Massa

KARAWANG - Aksi pencurian dengan kekerasan alias begal kembali terjadi di Kabupaten Karawang - Jawa Barat. Kali ini, terjadi di Jalan Raya Dusun Tangkil,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan