Rabu, Mei 27, 2026
spot_img

Viral Ngaku HRD, Pria ini Sebut Job Fair Hanya Formalitas dan Omong Kosong

Viral Ngaku HRD, Pria ini Sebut Job Fair Hanya Formalitas dan Omong Kosong

Pasca insiden kericuhan pelaksanaan job fair di Kabupaten Bekasi – Jawa Barat, tiba-tiba beredar video di media sosial, seseorang yang mengaku sebagai Human Resource Development (HRD) di salah satu perusahaan.

Dalam pernyataanya yang kontroversial, pria berambut plontos dan berkaca mata ini menyebut jika job fair hanya merupakan kegiatan formalitas.

Dalam video yang beredar, pria ini diduga sedang melakukan live streaming dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari netizen.

Berita Lainnya  Jadi Sorotan Satelit NASA, Kota Bekasi Disebut Salah Satu Kota Paling Beracun di Dunia

“Itu orang-orang yang datang (ikut job fair) bakal diambil gak sih pak?,” tanya netizen.

“Enggak!. Job fair itu syarat saja. Job fair itu omong kosong,” jawab si pria, ditulis Opiniplus.com dari video viral di media sosial.

“Lagian aku heran kok masih ada job fair di zaman sekarang. Cari kerja masih ofline itu apa?, ya enggak-lah, semuda sudah online sekarang, kan aneh,” timpalnya.

Pria ini menjelaskan, kalaupun lamaran pekerjaan dilakukan secara ofline, maka biasanya di pelamar kerja datang langsung ke perusahaan. Dan biasanya lowongan kerja seperti ini untuk kelas buruh atau karyawan.

Berita Lainnya  Persib Hanya Butuh Hasil Imbang untuk Jemput Hattrick Juara

Sehingga menurutnya, pelaksanaan job fair hanta omong kosong.

“Kalaupun ofline itu ya langsung ke perusahaannya ya, yang sekelas buruh pabrik,” katanya.

“Job fair itu omong kosong, kegiatan itu untuk branding-nya kantor,” timpalnya.

Menurutnya, pelaksanaan job fair biasanya merupakan kerja sama perusahaan dengan kementerian atau dinas terkait.

Dan job fair dilaksanakan hanya untuk kepentingan KPI (Key Performance Indicator), atau indikator kinerja dinas. Dan pelaksanaan job fair dilakukan terakhir kali pada tahun 2010.

Berita Lainnya  KDM Pimpin Pembongkaran Kios di Cicadas, Janji Berikan Pekerjaan Baru bagi PKL

“Untuk KPI-nya orang kedinasan, melaksanakan event, peserta yang datang ribuan,”

“Jadi jangan banyak berharaplah sama job fair. Berapa tahun yang lalu ya, kira-kira 2010 itu akhir masa job fair,” katanya.***

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bakal Surati Prabowo, Fraksi Golkar Minta MBG Tak Ambil Anggaran Pendidikan

JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar di MPR RI Melchias Markus Mekeng meminta dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengambil anggaran pendidikan dalam Anggaran...

Fortusis Jabar Minta Kejelasan Program ‘Sekolah Maung’

BANDUNG - Kelompok pemerhati pendidikan Jawa Barat bersama Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Jawa Barat meminta kejelasan arah dan keberlanjutan program Sekolah Manusia Unggul...

Sebut Masyarakat Sumbar ‘Suku Barbar’, Abu Janda Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) resmi melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri. Laporan ini terkait pernyataan...

Karawang Tidak Boleh Kehilangan Jari Diri sebagai ‘Kota Lumbung Padi’, Bupati Aep : 86.170 Hektar LP2B Dikunci

KARAWANG - Memiliki lahan pertanian seluas 86.170 hektar yang telah 'dikuci' dalam Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), atau sekitar 87% dari Lahan Baku...

Dugaan Pencabulan Anak di Karawang, Kuasa Hukum Minta Polisi Segera Tetapkan Tersangka dan Tahan Terduga Pelaku

KARAWANG - Hampir setahun lebih, tepatnya memakan waktu hingga 14 bulan, penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap anak berinisial CZ (6), dikabarkan mulai mengalami titik...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan