Jumat, November 6, 2026
Google search engine

Viral Ngaku HRD, Pria ini Sebut Job Fair Hanya Formalitas dan Omong Kosong

Viral Ngaku HRD, Pria ini Sebut Job Fair Hanya Formalitas dan Omong Kosong

Pasca insiden kericuhan pelaksanaan job fair di Kabupaten Bekasi – Jawa Barat, tiba-tiba beredar video di media sosial, seseorang yang mengaku sebagai Human Resource Development (HRD) di salah satu perusahaan.

Dalam pernyataanya yang kontroversial, pria berambut plontos dan berkaca mata ini menyebut jika job fair hanya merupakan kegiatan formalitas.

Dalam video yang beredar, pria ini diduga sedang melakukan live streaming dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari netizen.

Berita Lainnya  Lagi, Gas Kaustik PT. Pindo Deli 2 Bocor, Puluhan Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

“Itu orang-orang yang datang (ikut job fair) bakal diambil gak sih pak?,” tanya netizen.

“Enggak!. Job fair itu syarat saja. Job fair itu omong kosong,” jawab si pria, ditulis Opiniplus.com dari video viral di media sosial.

“Lagian aku heran kok masih ada job fair di zaman sekarang. Cari kerja masih ofline itu apa?, ya enggak-lah, semuda sudah online sekarang, kan aneh,” timpalnya.

Pria ini menjelaskan, kalaupun lamaran pekerjaan dilakukan secara ofline, maka biasanya di pelamar kerja datang langsung ke perusahaan. Dan biasanya lowongan kerja seperti ini untuk kelas buruh atau karyawan.

Berita Lainnya  Menkes Ungkap Kopdes akan Beroperasi sebagai Klinik Pratama, Bisa Pakai BPJS Kesehatan

Sehingga menurutnya, pelaksanaan job fair hanta omong kosong.

“Kalaupun ofline itu ya langsung ke perusahaannya ya, yang sekelas buruh pabrik,” katanya.

“Job fair itu omong kosong, kegiatan itu untuk branding-nya kantor,” timpalnya.

Menurutnya, pelaksanaan job fair biasanya merupakan kerja sama perusahaan dengan kementerian atau dinas terkait.

Dan job fair dilaksanakan hanya untuk kepentingan KPI (Key Performance Indicator), atau indikator kinerja dinas. Dan pelaksanaan job fair dilakukan terakhir kali pada tahun 2010.

Berita Lainnya  Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

“Untuk KPI-nya orang kedinasan, melaksanakan event, peserta yang datang ribuan,”

“Jadi jangan banyak berharaplah sama job fair. Berapa tahun yang lalu ya, kira-kira 2010 itu akhir masa job fair,” katanya.***

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tiga Jari Putus Setelah Alami Kecelakaan Kerja, Karyawati di Bekasi Dipaksa Tetap Bekerja, Disodori Surat Perjanjian Tak Menuntut

BEKASI - Nasib pilu kasus kecelakaan kerja dialami oleh Rindi Natasya (22 tahun), karyawati PT Daehyun Bobbin Indonesia yang berlokasi di kawasan Industri Jababeka...

Rp58,7 Miliar Dana CSR Bantu Pembangunan, Kang Jimmy : “Saya Akui Bupati Aep Visioner”

KARAWANG - Berdasarkan data laporan tahun 2025, sekitar Rp58,7 miliar dana bantuan perusahaan/industri melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social...

Menghilang Setelah Penetapan Tersangka Listyo Sigit, Seskab Teddy Akhirnya Muncul Dampingi Prabowo

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sempat menjadi perbincangan dan dicari publik karena tidak terlihat dalam beberapa agenda kepresidenan di tengah isu...

Roy Suryo Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan Ijazah di Persidangan

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah S1 miliknya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjadi saksi kasus fitnah ijazah palsu...

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan