Sabtu, September 12, 2026
spot_img

Viral Ngaku HRD, Pria ini Sebut Job Fair Hanya Formalitas dan Omong Kosong

Viral Ngaku HRD, Pria ini Sebut Job Fair Hanya Formalitas dan Omong Kosong

Pasca insiden kericuhan pelaksanaan job fair di Kabupaten Bekasi – Jawa Barat, tiba-tiba beredar video di media sosial, seseorang yang mengaku sebagai Human Resource Development (HRD) di salah satu perusahaan.

Dalam pernyataanya yang kontroversial, pria berambut plontos dan berkaca mata ini menyebut jika job fair hanya merupakan kegiatan formalitas.

Dalam video yang beredar, pria ini diduga sedang melakukan live streaming dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari netizen.

Berita Lainnya  Ceceran Oil Spill Cemari Pantai Cemara Jaya, PHE ONWJ Sebut Tidak Ada Kebocoran Fasilitas Operasi

“Itu orang-orang yang datang (ikut job fair) bakal diambil gak sih pak?,” tanya netizen.

“Enggak!. Job fair itu syarat saja. Job fair itu omong kosong,” jawab si pria, ditulis Opiniplus.com dari video viral di media sosial.

“Lagian aku heran kok masih ada job fair di zaman sekarang. Cari kerja masih ofline itu apa?, ya enggak-lah, semuda sudah online sekarang, kan aneh,” timpalnya.

Pria ini menjelaskan, kalaupun lamaran pekerjaan dilakukan secara ofline, maka biasanya di pelamar kerja datang langsung ke perusahaan. Dan biasanya lowongan kerja seperti ini untuk kelas buruh atau karyawan.

Berita Lainnya  Kerabat Dekat Cabuli Kakak Beradik di Tasikmalaya, Aksi Terbongkar karena Kepergok Nenek

Sehingga menurutnya, pelaksanaan job fair hanta omong kosong.

“Kalaupun ofline itu ya langsung ke perusahaannya ya, yang sekelas buruh pabrik,” katanya.

“Job fair itu omong kosong, kegiatan itu untuk branding-nya kantor,” timpalnya.

Menurutnya, pelaksanaan job fair biasanya merupakan kerja sama perusahaan dengan kementerian atau dinas terkait.

Dan job fair dilaksanakan hanya untuk kepentingan KPI (Key Performance Indicator), atau indikator kinerja dinas. Dan pelaksanaan job fair dilakukan terakhir kali pada tahun 2010.

Berita Lainnya  Kejagung Sita Uang Rp 401 Miliar dalam Korupsi Nikel

“Untuk KPI-nya orang kedinasan, melaksanakan event, peserta yang datang ribuan,”

“Jadi jangan banyak berharaplah sama job fair. Berapa tahun yang lalu ya, kira-kira 2010 itu akhir masa job fair,” katanya.***

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

IWOI Karawang Gelar Doa Bersama dan Renungan untuk Keselamatan Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak

KARAWANG - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang, Jawa Barat, menggelar doa bersama dan renungan untuk keselamatan 5...

Tunjukan Bukti Surat Penghentian Praktik Joki, Kuasa Hukum Tersangka VY Bantah ‘Mensrea’

KARAWANG - Tim Penasihat Hukum tersangka VY, mantan Direktur Utama PT BAS, mengapresiasi langkah Kejaksaan Negeri Karawang yang kembali menetapkan dua tersangka baru dalam...

Kejagung Pamerkan Tumpukan Duit Rp 1 Triliun Lebih Korupsi Pemanfaatan Kawasan Hutan Lampung

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) memamerkan tumpukan uang senilai lebih dari Rp 1 triliun dan USD 166 ribu yang disita dari hasil dugaan korupsi...

Kejari Karawang Kembali Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Penyaluran KPR

KARAWANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang kembali menetapkan dua tersangka baru dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank...

Jelang Kontra Persija, Polda Jabar Imbau Seluruh Pendukung Persib Tak Datang ke Jakarta

BANDUNG - Kepolisian Daerah Jawa Barat mengimbau seluruh pendukung Persib Bandung untuk tidak datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, dalam laga...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan