Senin, Agustus 24, 2026
spot_img

Tersangka Pidana Pilkada Karawang Kabur, Pelapor : “Ada Aktor Intelektual yang Mengatur”

KARAWANG | OPINIPLUS.COM | – Rabu (11/12/2024), Sentra Gakkumdu Karawang – Jawa Barat merilis kepada media, terkait penanganan beberapa tindak pidana Pilkada. Termasuk salah satunya laporan tindak pidana Pilkada kampanye di dalam Masjid di Kecamatan Ciampel yang sudah ditetapkan 2 tersangka, yaitu Hj. C dan RDF.

Melalui rilisnya, Gakkumdu yang diwakili Bawaslu Karawang menyatakan jika tersangka tidak diketahui keberadaannya (kabur). Dan karena batas waktu penanganan perkara dugaan kampanye di dalam masjid ini sudah habis (14 hari), maka penanganan laporan dihentikan.

Asep Agustian SH. MH, Direktur Advokasi Paslon Acep-Gina yang menjadi pelapor dalam perkara ini menyampaikan, bahwa alasan yang disampaikan Gakkumdu yang dalam hal ini Bawaslu terkesan dibuat-buat. Publik tentu tidak akan percaya begitu saja dengan pernyataan rilis yang disampaikan Bawaslu.

Jika kondisinya seperti ini, sambung Askun, maka bola panas penanganan perkara ini ada di Kepolisian dan Kejaksaan sebagai unsur Sentra Gakkumdu.

Berita Lainnya  3 Mahasiswa Jadi Sorotan, yang Mana Favorit Anda?

“Tersangka dinyatakan hilang/kabur, siapa aktor intelektual yang mengatur ini, sehingga batasan waktu penanganan oleh Gakkumdu habis. Kalau tidak ada aktor intelektual yang mengarahkan, tidak mungkin tersangka kabur, supaya perkaranya tidak sampai naik di persidangan,” tutur Askun, Kamis (12/12/2024).

Disindir Askun, semua orang di Bawaslu merupakan orang pintar yang dalam hal aturan main tindak pidana Pilkada (kampanye di dalam masjid). Tetapi Askun meminta Bawaslu jangan jadi ‘orang pemintar’.

“Akhirnya menyalahkan pihak Kejaksaan dan Kepolisian, perkara ini menjadi liar. Kalau perkaranya mau dicabut, kan saya sebagai pelapor juga belum mencabut laporannya,” katanya.

Menurut Askun, kalimat yang disampaikan Bawaslu dalam rilisnya ke media terkesan enteng tanpa beban (perkara dihentikan karena batas waktu penanganan perkara sudah habis).

Berita Lainnya  Sejumlah Artis Ibu Kota Meriahkan HUT Partai Demokrat di Karawang, H. Oma : "Pesta Demokrat ya Pesta Rakyat"

“Saya menduga ada aktor intelektual yang membayar, dan kepada siapa dia membayar. Jika sampai aktor intelektualnya terendus, maka akan saya ramaikan. Apalagi jika ia seorang pejabat publik,”

“Karena dia menghalalkan segala cara untuk menyelamatkan orang (tersangka). Bukan begitu caranya,” timpalnya.

Ditegaskan Askun, Sentra Gakkumdu harus bertanggungjawab kepada publik, karena persoalan ini tidak sampai menjadi produk hukum. Ditegaskannya kembali, pelapor tidak pernah mencabut laporan, dan upaya Restoratif Justice (RJ) juga tidak pernah dilakukan.

“Pilkada berikutnya orang jangan takut lagi kampanye di masjid, gereja atau tempat ibadah lainnya. Karena hukum di Karawang ini sudah mati. Meskipun ini akan menjadi presenden buruk bagi penegakan hukum di Karawang,” kata Askun.

Atas perkara tindak pidana Pilkada yang dihentikan penanganannya ini, Askun mengaku sempat mendapat tuduhan dari beberapa pihak mengambil jalan damai dengan para tersangka.

Berita Lainnya  Kawal Program Presiden Prabowo, PKB Deklarasi 'Satgas Prabowonomics'

“Pada akhirnya publik menuduh 86. Padahal pelapor tidak pernah mencabut laporan. Kita tidak pernah 86, yang ada 87, lanjutkan perkara ini,” tandas Askun.

Sebelumnya, Komisioner Bawaslu Karawang, Ahmad Syafei merilis, jika tersangka atas nama Hj. C dan RDF hingga kini belum ditemukan keberadaannya. Sehingga laporan dugaan pelanggaran kampanye tersebut belum dapat diteruskan ke pengadilan.

“Sampai batas waktu yang ditentukan untuk melakukan penuntutan, tersangka atas nama Hj. C dan RDF belum ditemukan keberadaannya. Maka, perkara nomor ; 010/Reg/LP/PB/KAB/13.19/X/2024 ini, belum dapat diteruskan ke pengadilan untuk di sidangkan,” katanya, dikutif dari KBE.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Viral Pengunjung Taman Safari Nekat Buka Kaca Mobil, Langsung Dihampiri Harimau

BOGOR - Video seorang pengunjung membuka jendela mobil di area harimau Taman Safari Bogor, Jawa Barat, beredar di media sosial. Terlihat jendela yang terbuka...

Dari 89 Laporan, Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla

JAKARTA - Bareskrim Polri menetapkan puluhan tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Total sudah 72 orang yang ditetapkan sebagai...

Gagal Menyalip, Mobil Damkar Terguling saat Perjalanan Memadamkan Kebakaran, 7 Personel Luka-luka

LAMPUNG - Satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) terbalik di Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu (23/8/2026). Mobil damkar itu...

Sempat Akting di Publik, Polisi Tangkap Ayah Kandung yang Bunuh dan Mutilas Anak Perempuan Disabilitas

Polres Merauke menetapkan seorang ayah kandung berinisial MRP alias Maulana sebagai tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap putrinya yang menyandang disabilitas, Julia Risky Ramadiana...

Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Lahan untuk Kebun Kelapa Sawit

BERAU - Di tengah kondisi darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Polres Berau menangkap seorang pelaku pembakaran lahan di...

Hukum

Dari 89 Laporan, Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla

JAKARTA - Bareskrim Polri menetapkan puluhan tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Total sudah 72 orang yang ditetapkan sebagai...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan