Selasa, September 15, 2026
spot_img

Proyek Ambisius Videotron Rp 1,8 Miliar Diskominfo Karawang Disorot

KARAWANG – Para aktivis dan pengamat kebijakan pemerintahan Karawang dibuat geleng-geleng kepala dengan proyek fantastis videotron Rp 1,8 miliar di sekitar Alun-alun Karawang.

Proyek ini dinilai terlalu ambisius dan pemborosan, ditengah gembar-gembor atau kampanye efisiensi anggaran yang sedang dilakukan Presiden Prabowo dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Dan proyek Diskominfo Karawang ini juga dianggap tidak memiliki nilai urgensi terhadap kebutuhan masyarakat Karawang.

“Ini judul dramanya apa ya?. Logika mana yang dipakai oleh Pemkab Karawang membuat videotron dengan anggaran yang fantastis?.
Sepintas saja kita bisa simpulkan proyek tersebut tidak menjawab kebutuhan publik, hanya aksesoris gengsi bagi pemerintah semata,” tutur Aktivis Karawang, Dadan Suhendarsyah, Senin (14/7/2025).

Berita Lainnya  Modus 'Pentahelix' Kembali Disorot, Pengamat Minta Kejari Karawang Lebih Transparan

Pemerhati kebijakan publik ini menyatakan, seringkali para pejabat bicara efisiensi anggaran dan skala prioritas pembangunan dalam semangat penghematan anggaran. Tetapi pada prakteknya malah kontra dengan statemennya sendiri, jungkir balik dan omong kosong belaka.

“Jika terlanjur disahkan pada APBD, emangnya gak bisa direvisi atau dibatalkan?.
Nomenklatur anggaran lain saja bisa dicoret atau dikurangi, terus pengadaan videotron kenapa tidak termasuk yang dicoret?.
Urgensinya apa dan untuk kepentingan siapa proyek tersebut?,” tanya Dadan.

Berita Lainnya  Apa Kabar Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, PERADI : "Ini Bisa Jadi Presenden Buruk Kepemimpinan Dedi Mulyadi"

Menurutnya, saat ini warga Karawang lebih membutuhkan penambahan unit sekolah baru atau ruang kelas baru untuk menambah daya tampung sekolah. Sehingga dalam beberapa tahun ke depan polemik penerimaan siswa baru bisa diminimalisir.

Menurut Dadan, mendahulukan pengadaan videotron berbiaya besar, terkesan juga bahwa mental pengelola negara ini belum bisa berubah, yaitu dimana metodenya masih program berbasis anggaran.

Anggaran disiapkan/diplotting terlebih dahulu. Kemudian programnya direkayasa sebagai penyerapan anggaran.

Berita Lainnya  Driver GOKAR Dapat Kemudahan KPR, Founder Langsung Diminta Siapkan MOU dengan BTN Karawang

“Sedangkan idealnya dan sering digunakan sebagai jargon, yakni anggaran berbasis program, dimana sistem anggaran menempatkan program sebagai fokus utama, dan anggaran dialokasikan untuk mendukung program-program tersebut,” kata Dadan.

“Jadi kami sangat menyayangkan proyel videotron Rp 1,8 miliar tersebut. Karena tidak ada nilai urgensinya dan terkesan pemborosan anggaran ditengah kampanye efisiensi anggaran pemerintah,” tutupnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Berawal dari ‘Heureuy’, Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan Siswi PKL, Berakhir Dijemput Polisi

SUKABUMI - Seorang oknum pejabat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah dijemput...

Tegas! Pemprov Jabar Tutup Aktivitas Pertambangan PT. MPB di Karawang Selatan

KARAWANG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung  (anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia), yang tidak mematuhi ketentuan...

Singgung Soal ‘Ideologi Politik’, Kepala BGN Malah Salahkan Guru, Orang Tua Siswa, Wartawan hingga LSM yang ‘Ngeramein’ Keracunan MBG

JAKARTA - Meski total korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencapai hampir 50 ribu orang yang tersebar di 36 provinsi di Indonesia,...

KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : “Ekspresi Tidak Bisa Berbohong”

BANDUNG - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang, Muhammad Fajar Aldila terhadap sekretaris pribadinya berinisial RY dinyatakan 'clear' oleh Gubernur Jawa...

Disuruh Beli Mi Goreng Malah Mi Kuah, Prajurit TNI AU Meninggal Dianiaya Senior

JAKARTA - Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), meninggal secara tak wajar setelah diduga dianiaya seniornya di...

Hukum

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 17 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, pada Senin (14/9/2026). Beberapa di antaranya ada Direktur...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan