Senin, Juli 20, 2026
spot_img

Perjuangan Menantang Maut Pelajar Sukabumi untuk Sampai ke Sekolah

SUKABUMI – Perjuangan luar biasa harus dilakukan oleh puluhan pelajar di Kampung/Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk mengenyam dunia pendidikan.

Mereka harus bertaruh nyawa menuruni dan menyeberangi aliran Sungai Cikarang.

Setiap hari mereka harus menantang maut karena sewaktu-waktu air bah bisa terjadi di sana.

Meskipun harus bertaruh nyawa, para pelajar sekolah dasar dan menengah pertama yang bersekolah di wilayah seberang sungai yakni di wilayah Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, tetap mengikuti aturan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yakni masuk sekolah pukul 06.30.

Berita Lainnya  Menilik Keseruan KKN Mahasiswa UBP di Amansari - Rengasdengklok, Kompak Gotong Royong Bersihkan Lingkungan dengan Aparat Desa

Kepala Desa Tanjung, Dasep Taofiqul Hiqmah, mengatakan para pelajar itu berangkat lebih pagi agar tidak kesiangan.

Ada yang berangkat pukul 06.00 ada juga yang sebelum itu karena mereka harus berjalan kaki ke sekolah.

“Aturannya masih ngikuti karena serentak, ngikuti aturan tersebut lebih pagi, karena jadwal masuk setengah tujuh, berangkat sebelum setengah tujuh,” ujar Dasep kepada Tribunjabar.id, Sabtu (23/8/2025).

Dasep berharap pemerintah daerah bisa segera membangun jembatan agar masyarakatnya terutama para pelajar dapat beraktivitas seperti biasa.

Berita Lainnya  GMNI Ungkap 5 Kejanggalan Pelaksanaan SPMB di Kota Bekasi

Selain sebagai akses menuju sekolah, jembatan yang terputus bahkan hilang akibat banjir bandang pada bulan Maret 2025 itu juga menjadi akses perekonomian bagi warga setempat.

Pemerintah Desa pun sudah berkiirm surat ke Pemda Kabupaten Sukabumi agar dibuatkan jembatan baru.

“Kemarin kita kirim surat lagi ke pak Bupati, kemarin mau survey kembali,” ucap Dasep.

Berita selengkapnya klik :  https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1144033/pelajar-di-sukabumi-menjerit-minta-tolong-ke-kdm-setiap-hari-harus-terjang-sungai-ke-sekolah?page=all.

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sahroni Kritik Hotman Paris : “Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden”

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritik Hotman Paris, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah, karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto....

Maksa Nikah Siri Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Karyawati 22 Tahun, Ketua Serikat Pekerja di Bekasi Dipolisikan

BEKASI - Ketua Serikat Pekerja di salah satu perusahaan elektronik terbesar di Kawasan Industri EJIP, Cikarang, berinisial Mrn, dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas...

Perkuat Ekosistem Keamanan, Kapolda Jabar Luncurkan Gerakan ‘Jaga Rawat Jawa Barat’

BANDUNG - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto, resmi meluncurkan gerakan 'Jaga Rawat Jawa Barat' sebagai implementasi dan penguatan transformasi Polri presisi di...

Soal Rumah Febrie di Sentul, Hotman Paris : “Sudah Dihibahkan ke Cucu dari Mertuanya”

JAKARTA - Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Hotman Paris Hutapea, menjelaskan rumah milik kliennya di kawasan...

Febrie Ardiansyah Belum Ditahan, Kejagung : “Itu Kewenangan Penyidik”

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menjelaskan alasan belum melakukan penahanan terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, yang telah berstatus...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan