Jumat, Mei 15, 2026
spot_img

Demo Pelaku Pariwisata Batal Digelar, KDM ‘Keukeuh’ Larang Study Tour

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan rencana aksi demonstrasi para pelaku usaha perjalanan wisata batal setelah mereka melakukan pertemuan.

Dedi menjelaskan kembali alasan tetap menolak adanya study tour di kalangan sekolah dan akhirnya mereka yang berdemo sebelumnya batal menggelar demo yang sedianya akan digelar Senin ini.

“Saya juga mohon maaf. Jadi kalau kata orang, saya politik populis. Selalu ingin mengambil citra-citra populis, menurut saya tidak. Kenapa? Karena saya punya jiwa kekeuh pak. Kalau sudah itu menjadi pikiran saya, menjadi orientasi saya,” katanya di sela acara PKS Jabar di Soreang, Minggu (24/8/2025).

Berita Lainnya  Dugaan Korupsi Rp 278 Miliar PD Migas, Kejari Kota Bekasi Naikan Status ke Tahap Penyidikan

Demo itu dijadwalkan berlangsung Senin besok oleh Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (SP3JB).

“Misalnya study tour, orang demo, segala macam. Saya mah kekeuh, ini tidak boleh dilaksanakan. Kenapa? Kasian banyak orang yang pinjam kesana-kesini. Saya sudah tahu, saya kasian juga rakyat-rakyat di kampung. Kasian juga orang berpenghasilan rendah,” ungkapnya melanjutkan.

Menurut dia, study tour yang selama ini identik dengan piknik yang tidak sedikit berdampak negatif bagi guru.

Berita Lainnya  Noel Mau Gugat KPK Rp 300 Triliun, Kalau Menang Duitnya akan Dibagikan ke Buruh

“Dan kasihan juga study tour itu judulnya studi tour, tapi isinya piknik. Dan kemudian kasian juga guru selalu menjadi tudingan yang negatif bagi masyarakat. Saya kekeuh itu,” katanya.

Demul: Demo Besok Batal

“Dan Alhamdulillah, yang kemarin saya sudah bertemu memberikan penjelasan. Akhirnya, tadinya katanya demo besok. Demonya juga sudah dibatalkan,” ujarnya.

Pihaknya akan merumuskan agar ke depan, wisatawan di Jabar banyak yang berasal dari luar daerah Jawa Barat. Bukan hanya berasal dari Jawa Barat dan Jakarta saja.

” Untuk itu volume untuk besar bisa ditingkatkan dengan cara apa? Dengan cara mengelola seluruh sumber daya alam yang dimiliki dengan baik, dikelola dan memiliki efek kepariwisataan,” ucapnya.

Berita Lainnya  Jelang May Day, Kapolres Karawang: Awas! Provokasi di Medsos

Sebelumnya, para pelaku pariwisata sudah menyampaikan aksi di Gedung Sate, hingga memblokade jalan layang Mochtar Kusumaatmadja pada Senin (21/7/2025). Mereka menuntut Dedi Mulyadi untuk mencabut surat edaran larangan study tour di kalangan sekolah.***

Sumber : PikiranRakyat

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KDM Usul 70% Pajak Pertambangan Dikembalikan ke Desa

BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi alias KDM mengusulkan 70% pajak dari aktivitas pertambangan dikembalikan kepada desa tempat tambang beroperasi. KDM mengatakan skema...

Jaksa Sebut Kekayaan Nadiem Tak Wajar, Tuntut Uang Pengganti Rp 5,68 Triliun

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, mengalami peningkatan harta kekayaan yang tidak seimbang...

Rivalitas Sepak Bola Cukup 2 x 45 Menit di Dalam Lapangan, Bobotoh Diimbau Tak Mudah Termakan Kabar Hoaks di Medsos

KARAWANG - Kurang dari 2 x 24 jam, akhirnya pihak kepolisian dari Polres Karawang berhasil meringkus pelaku pembunuhan AF (15), pelajar SMK asal Kecamatan...

Tidak Ada Kaitannya dengan Bentrok Suporter, Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Pelajar di Batujaya

KARAWANG - Kurang dari 2 x 24 jam, akhirnya Polres Karawang berhasil meringkus pelaku pembunuhan AF (15), seorang pelajar yang jasadnya ditemukan di bantaran...

Rebutan Pacar, Pelajar SMP di Bekasi Tewas Ditusuk Usai Saling Tantang di Medsos

KOTA BEKASI - Seorang anak di bawah umur tewas ditusuk usai saling ejek hingga saling tantang di media sosial (medsos) di Pondok Melati, Kota...

Hukum

Jaksa Sebut Kekayaan Nadiem Tak Wajar, Tuntut Uang Pengganti Rp 5,68 Triliun

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, mengalami peningkatan harta kekayaan yang tidak seimbang...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan