Minggu, Juli 26, 2026
spot_img

Ngaku Sering Bikin Gaduh, Dedi Mulyadi Minta Maaf

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali mengungkapkan alasannya kenapa sering turun ke lapangan.

Dedi Mulyadi mengungkapkan, jika semua problem di Jawa Barat harus dimulai dengan contoh langsung seorang pemimpin. Jika tidak, maka akan lama untuk diselesaikan.

Terlebih ketika dilakukan dengan metode birokrasi, Dedi Mulyadi menilai butuh waktu panjang untuk menyelesaikan persoalannya. Sementara keinginannya semua masalah di Jawa Barat bisa diselesaikan dengan cepat, tidak terlalu rumit dan tepat sasaran.

“Ini yang saya lakukan. Karena kita ingin melakukan percepatan, bukan kinerja birokrasi saja, untuk memenuhi keinginan psikologis publik, agar apa? Agar semua orang bisa menjalankan hak dan kewajibannya secara baik,” Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Minggu (13/4/2025).

Berita Lainnya  Raker Ghazali Center Indonesia Hasilkan 5 Rekomendasi Eksternal untuk Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

Dedi Mulyadi juga meminta maaf kepada warga karena sering membuat gaduh.

Bukan tanpa sebab, ia menilai kegaduhan muncul akibat sejumlah kebijakan yang diterapkannya.

“Untuk seluruh masyarakat Jawa Barat, saya menyampaikan permohonan maaf apabila setiap hari saya membuat kegaduhan dengan berbagai langkah dan kebijakan yang tentunya banyak yang tidak menyukainya,” kata.

Mantan bupati Purwakarta itu mengaku mendapat banyak kritik atas berbagai langkah dan kebijakan yang diterapkannya.

Berita Lainnya  Job Fair Kota Bekasi, 7 Ribu Pencaker Berebut 3,5 Ribu Loker di 50 Perusahaan

Meski demikian, ia mengaku terbuka dengan berbagai kritik yang ditujukan kepadanya.

“Tetapi banyak juga publik yang punya harapan, terpuaskan. Dan saya pemimpin hidup di antara dua, yang suka dan tidak suka, yang menyetujui dan tidak menyetujui. Kedua-duanya adalah warga saya, warga Jawa Barat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan, banyak orang selain warga Jawa Barat yang ikut memberikan kritik kepadanya.

Namun, ia memahami kondisi tersebut karena kini telah memasuki era digital dan media sosial.

Berita Lainnya  Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

“Setiap kegiatan bisa dilihat oleh warga dunia, yang penting apa yang kita lakukan bermanfaat,” katanya.

“Yuk kita semangat hidup, jangan berprasangka buruk, berprasangkalah baik, agar hati kita tenang, tentram dan bahagia. Pokoknya salam untuk semuanya, sehat selalu,” tutup Dedi Mulyadi.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Polisi Selidiki Misteri Tewasnya Sutrimo, Mantan Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan tengah menyelidiki penyebab kematian pria bernama Sutrimo. Ia diduga merupakan mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda...

Kebakaran Hebat Hanguskan 70 Rumah Adat di Sukabumi

SUKABUMI - Kebakaran meratakan permukiman di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi. Total 70 rumah di lokasi ludes terbakar. Laporan kebakaran itu terjadi...

Febri Diansyah Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

JAKARTA - Eks Juru Bicara KPK, Febri Diansyah bertindak sebagai Kuasa Hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah pada kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian...

Blunder Pernyataan Sudaryono: “Makan Bergizi Adalah Tender Politiknya Presiden Prabowo”

JAKARTA - Baru saja dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN),  Sudaryono sudah mengeluarkan pernyataan yang dinilai 'blunder', karena menyebut program Makan Bergizi Gratis...

Yusril Minta Dedi Mulyadi Hentikan Sayembara Buru Begal: “Beresiko Warga Main Hakim Sendiri”

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, mengaku tidak setuju dengan keputusan Gubernur...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan