Rabu, November 4, 2026
Google search engine

Kritik Tajam Razman kepada Dedi Mulyadi, Soal Premanisme yang Dikaitkan Ormas

Humas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Grib Jaya, H. Razman Arif Nasution, melontarkan kritik tajam terkait pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal premanisme yang dikaitkan dengan organisasi masyarakat (ormas).

Dalam konferensi pers usai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Grib Jaya Jawa Barat di Ballroom Resto Dewi Air, Karawang, Jumat 11 April 2025.

Razman menegaskan stigma ormas identik dengan preman adalah pandangan yang keliru dan harus diluruskan.

“Saat ini yang harus kita pahami, preman itu ada dua, preman biasa dan preman berdasi. Pertanyaannya, mana yang lebih besar dampaknya,” ujar Razman.

Berita Lainnya  Polisi Pamerkan Wajah Pelaku Pembacokan Bobotoh Bogor, Wartawan yang Kesal Keplak Kepala Pelaku

Ia mencontohkan, beberapa kasus besar seperti dugaan korupsi triliunan rupiah di Pertamina, hingga skandal lainnya, lebih banyak melibatkan “preman berdasi” istilah yang ia sematkan kepada para elit atau pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan.

“Berapa besar kerugian negara dari kasus-kasus itu. Sementara orang-orang yang disebut ‘preman jalanan’ malah dianggap biang kerok kerusuhan. Padahal, tidak semua ormas berperilaku seperti itu. Di Grib Jaya, bahkan memberikan proposal saja tidak diperkenankan tanpa izin ketua umum,” tegasnya.

Berita Lainnya  Nusron Wahid Dua Kali Mangkir Panggilan Penyidik KPK

Razman juga menyampaikan bahwa Grib Jaya adalah ormas yang menjunjung tinggi disiplin, kemandirian, dan karakter militan, bukan organisasi yang identik dengan kekerasan, pemerasan, apalagi kriminalitas.

“Ormas bukan tempat kriminal. Kami membina kader untuk menjadi mandiri, bukan jadi pemalak atau pembunuh. Jadi, jangan asal menyudutkan ormas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Razman juga menyampaikan salam dari Ketua Umum Grib Jaya kepada Dedi Mulyadi, yang disebut pernah berjuang bersama dalam kontestasi politik Jawa Barat.

Ia menambahkan bahwa Grib Jaya turut ambil bagian dalam mendukung kemenangan Prabowo Subianto, termasuk saat panen raya di Majalengka, di mana para kader Grib Jaya mendapat sambutan langsung dari Prabowo.

Berita Lainnya  Diduga Cabuli 2 Anak Kandung, Mantan Kepala KUA Ditangkap Polisi Setelah Selesai Jadi Imam Salat Berjamaah

“Pak Prabowo sangat mengenal Grib Jaya. Ini bukti bahwa kami bukan organisasi pinggiran,” ucapnya.

Razman menutup pernyataannya dengan ajakan untuk saling mengawasi dan mengevaluasi diri antarorganisasi dan institusi, tanpa stigma negatif yang menyudutkan ormas tertentu.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Cabuli Belasan Anak, Pemilik Warung Kelontong di Karawang Diamankan Polisi

KARAWANG - Seorang pemilik warung kelontong berinisial FRPP (30) diringkus Satres PPA dan PPO Polresta Karawang, Jawa Barat karena diduga mencabuli 9 anak di...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan