Kamis, Mei 7, 2026
spot_img

Nama Dedi Mulyadi Diduga Dicatut dalam Pengkondisian Tender PJU

KOTA BANDUNG – Dugaan pencatutan nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam pengondisian tender penerangan jalan umum (PJU) mendorong Asosiasi Pemuda Anti Korupsi (APAK) Jabar melayangkan laporan resmi ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Ketua DPP APAK Jabar, Yadi Suryadi, menjelaskan, temuan mereka mengarah pada praktik penjualan nama gubernur untuk memuluskan proyek PJU di sejumlah wilayah.

“Ada indikasi bahwa ada pihak yang menjual nama gubernur dalam proyek PJU di Jawa Barat,” ujar Yadi di sebuah tempat makan di Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Selasa, 18 November 2025.

APAK menelusuri dugaan tersebut dalam pengadaan PJU tahun anggaran berjalan, khususnya di UPTD 3 Cirebon dan UPTD 4 Garut. Setelah meminta penjelasan dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, data yang diterima justru memperkuat temuan mereka.

Berita Lainnya  Viral Video Siswa SMAN 1 Purwakarta Lecehkan Guru Perempuan

Yadi menyebut keterlibatan beberapa pihak dari unsur ASN berinisial TG dan DN, seorang anggota tim teknis inisial AG, serta US dan AFR dari asosiasi pengusaha. Semua pihak diduga terlibat dalam skema pengondisian tender dengan mencatut nama gubernur sebagai legitimasi.

Adapun perusahaan pemenang tender untuk proyek tersebut, kata Yadi, adalah PT IDF. Transaksi gratifikasi disebut terjadi pada Agustus 2025 di sebuah tempat makan di kawasan Setiabudi, Kota Bandung, dengan nilai mencapai Rp100 miliar.

Berita Lainnya  GMPI Bersiap Kepung Gedung Wakil Rakyat Karawang

“Yang menjual nama itu dari pihak asosiasi pengusaha, bukan ASN. Informan kami menyebut transaksi sekitar Rp7 miliar (untuk fee UPTD) dari utusan YL, manajer IDF dalam pecahan 100 dolar AS kepada oknum ASN,” bebernya.

Laporan yang diserahkan APAK ke Kejati Jabar turut dilengkapi berbagai bukti, berupa foto, tangkapan layar percakapan WhatsApp, serta lima orang yang siap memberikan kesaksian terkait dugaan praktik tersebut.

Yadi menilai persoalan inti bukan hanya soal aliran uang, melainkan penyalahgunaan nama gubernur dalam proses pemenangan tender. Ia menyebut praktik tersebut mencoreng kredibilitas pemimpin daerah.

“Padahal Gubernur sedang gencar melakukan program antikorupsi, tetapi di bawah justru ada oknum struktural yang melakukan hal yang bertentangan,” pungkas Yadi.

Berita Lainnya  Stasiun KA Bekasi Timur Dibanjiri Buket Bunga, 'Selamat Jalan bagi Mereka yang Telah Tiada'

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, mengaku belum mengetahui adanya laporan yang dimaksud. Ia mengatakan akan segera mencari informasi terkait.

“Saya baru dengar om, kebetulan tadi padat kegiatan di luar, jadi belum tahu laporan yang masuk. Besok saya konfirmasi ya,” kata Nur melalui sambungan telepon.***

Sumber : RMOL.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dikritik Budayawan, Lokasi Kirab Mahkota Binokasih Dipindah ke Masjid Syech Quro

KARAWANG - Pasca dikritik keras budayawan, Nace Permana, titik lokasi Kirab Mahkota Binokasih dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kabupaten Karawang akhirnya dipindah ke...

Gaduh Duit Sogokan Rekrutmen Nakes, Askun : Karawang Harus Bersih dari Oknum ASN Biadab

KARAWANG - Terkait adanya dugaan uang sogokan atau suap Rp 10 juta dalam rekrutmen tenaga kerja kesehatan (Nakes) di RSUD Rengasdengklok yang melibatkan oknum...

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Kakek Bejat di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Sejak Tahun 2012

SUBANG - HT (66), seorang kakek di Kabupaten Subang - Jawa Barat terpaksa diringkus polisi, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap...

Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan itu...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan