Kamis, Mei 7, 2026
spot_img

Mutasi-Rotasi Pejabat Lagi, Bupati Aep Kejam ke ASN?

KARAWANG – Lagi, kebijakan mutasi dan rotasi jabatan dilakukan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh. Kali ini, 63 pejabat struktural terdiri dari 26 pejabat administrator, 35 pejabat pengawas, satu kepala pengawas, dan satu kepala puskesmas, kembali dilakukan mutasi dan rotasi jabatan.

Bupati Aep menyampaikan, kebijakan mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal biasa. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan setiap tanggungjawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati Aep menjelaskan, kebijakan mutasi dan rotasi jabatan ini bukan soal tantangan kinerja di tahun 2026 yang mudah ataupun sulit. Karena diyakininya, dengan kerja secara bersama (bukan one men show), maka semua tanggujawab pekerjaan akan terealisasi.

Termasuk soal kebijakan perampingan OPD, Bupati Aep menegaskan bahwa semuanya dilajukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Berita Lainnya  Pasca Tabrakan Maut Kereta Api, Pemkot Bekasi Percepat Pembangunan Flyover

“Dengan rampingnya organisasi (dinas) tapi kaya dengan fungsi, insha Allah ini akan menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tutur Bupati Aep, usai melantik pejabat, Senin (5/1/2026).

Bupati Aep juga menegaskan akan mengevaluasi kinerja pejabat setiap 6 bulan sekali. Jika grafik kinerjanya buruk, maka tentu akan kembali terjadi proses rotasi dan mutasi jabatan.

“Insya Allah, saya berharap ini (evaluasi kinerja 6 bulan sekali) menjadi sesuatu penilaian kinerja pejabat yang objektif,” kata Bupati Aep, seraya menegaskan bahwa ia akan kembali merotasi pejabat yang kinerjanya buruk, karena alasan masih banyak pejabat kompeten lainnya yang mau bekerja keras.

OPD Apa saja yang Dirampingkan Bupati Aep

Diketahui, Bupati Aep telah melakukan merger, perampingan, hingga penambahan beban kerja di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang konsekuensinya menghilangkan sejumlah posisi jabatan strategis di beberapa dinas dan menambah beban kerja pejabat.

Berita Lainnya  Masalah Parkir Merembet ke Pokir, Gaya Komunikasi Pimpinan DPRD Karawang Buruk!

Sebut saja seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan
Inovasi Daerah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemudian, Dinas Dinas Koperasi dan Usaha
Kecil Menenga menjadi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjadi Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan.

Perampingan OPD ini dilakukan untuk menciptakan birokrasi yang sehat, efektif dan efisien, dengan target efisiensi anggaran mencapai Rp 100 miliar per tahun.

Berita Lainnya  GMPI Bersiap Kepung Gedung Wakil Rakyat Karawang

“Saya sama pak wabup tidak ada beban. Yang penting saya bisa merubah (merubah birokrasi menjadi lebih profesional sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

“Dibilang Haji Aep kejam, saya pikir saya gak kejam. Saya bilang kalau saya gak bayar gaji, gak bayar TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai), itu baru namanya kejam. Ini kan hal biasa, kalau dia (pejabat) kerja, maka dia akan mendapat hasil (reward), itu saja sih,” timpal Bupati Aep.

“Yang penting sekarang mah buktikan kerja kerja kerja. Kerja buat masyarakat, bukan buat saya kok,” tutupnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Modus Proyek Nasi Kotak Fiktif, Oknum ASN Kesbangpol Subang Ditetapkan Tersangka

SUBANG - Oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Subang berinisial MR (56) ditangkap polisi setelah melakukan penipuan proyek fiktif terhadap warga Jakarta. MR, pria yang...

Kakek Bejat di Subang Cabuli 4 Cucu Tiri Sejak Tahun 2012

SUBANG - HT (66), seorang kakek di Kabupaten Subang - Jawa Barat terpaksa diringkus polisi, karena diduga melakukan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap...

Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim

JAKARTA - Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan itu...

Ramai Sepatu Rp 700 Ribu untuk Sekolah Rakyat, Gus Ipul: ‘Sudah Melalui Prosedur…’

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pengadaan sepatu Rp 700 ribu untuk sekolah rakyat telah melalui prosedur yang sesuai....

Ashari, Pelaku Kekerasan Seksual Puluhan Santriwati Ngaku Wali dan Keturunan Nabi

KASUS dugaan kekerasan seksual terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Pengacara korban, Ali Yusron, mengatakan setidaknya ada 50 santriwati yang diduga...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan