Sabtu, Agustus 8, 2026
spot_img

Mutasi-Rotasi Pejabat Lagi, Bupati Aep Kejam ke ASN?

KARAWANG – Lagi, kebijakan mutasi dan rotasi jabatan dilakukan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh. Kali ini, 63 pejabat struktural terdiri dari 26 pejabat administrator, 35 pejabat pengawas, satu kepala pengawas, dan satu kepala puskesmas, kembali dilakukan mutasi dan rotasi jabatan.

Bupati Aep menyampaikan, kebijakan mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal biasa. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan setiap tanggungjawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati Aep menjelaskan, kebijakan mutasi dan rotasi jabatan ini bukan soal tantangan kinerja di tahun 2026 yang mudah ataupun sulit. Karena diyakininya, dengan kerja secara bersama (bukan one men show), maka semua tanggujawab pekerjaan akan terealisasi.

Termasuk soal kebijakan perampingan OPD, Bupati Aep menegaskan bahwa semuanya dilajukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Berita Lainnya  Pernyataan 'Menyesatkan', Kantor Hukum Hotman Paris Didemo

“Dengan rampingnya organisasi (dinas) tapi kaya dengan fungsi, insha Allah ini akan menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tutur Bupati Aep, usai melantik pejabat, Senin (5/1/2026).

Bupati Aep juga menegaskan akan mengevaluasi kinerja pejabat setiap 6 bulan sekali. Jika grafik kinerjanya buruk, maka tentu akan kembali terjadi proses rotasi dan mutasi jabatan.

“Insya Allah, saya berharap ini (evaluasi kinerja 6 bulan sekali) menjadi sesuatu penilaian kinerja pejabat yang objektif,” kata Bupati Aep, seraya menegaskan bahwa ia akan kembali merotasi pejabat yang kinerjanya buruk, karena alasan masih banyak pejabat kompeten lainnya yang mau bekerja keras.

OPD Apa saja yang Dirampingkan Bupati Aep

Diketahui, Bupati Aep telah melakukan merger, perampingan, hingga penambahan beban kerja di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang konsekuensinya menghilangkan sejumlah posisi jabatan strategis di beberapa dinas dan menambah beban kerja pejabat.

Berita Lainnya  Bangli di Rengasdengklok juga Ditertibkan, Bupati Aep : "Akan Dibangun Jalan Alternatif Tanjungpura-Rengasdengklok untuk Kurangi Kemacetan"

Sebut saja seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan
Inovasi Daerah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadi Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemudian, Dinas Dinas Koperasi dan Usaha
Kecil Menenga menjadi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menjadi Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan.

Perampingan OPD ini dilakukan untuk menciptakan birokrasi yang sehat, efektif dan efisien, dengan target efisiensi anggaran mencapai Rp 100 miliar per tahun.

Berita Lainnya  Menteri PPN : "MBG Lebih Mendesak Ketimbang Lapangan Kerja"

“Saya sama pak wabup tidak ada beban. Yang penting saya bisa merubah (merubah birokrasi menjadi lebih profesional sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

“Dibilang Haji Aep kejam, saya pikir saya gak kejam. Saya bilang kalau saya gak bayar gaji, gak bayar TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai), itu baru namanya kejam. Ini kan hal biasa, kalau dia (pejabat) kerja, maka dia akan mendapat hasil (reward), itu saja sih,” timpal Bupati Aep.

“Yang penting sekarang mah buktikan kerja kerja kerja. Kerja buat masyarakat, bukan buat saya kok,” tutupnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ratusan Senjata Api, Narkoba hingga VCD Porno Ditemukan di Ruangan Sekolah Swasta di Jaksel

JAKARTA - Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan...

Alami Muntah-muntah, Puluhan Siswa SDN 01 Ciherang – Bogor Diduga Keracunan MBG

BOGOR - Lebih dari 20 siswa dan seorang guru di SDN 01 Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, mengalami muntah-muntah usai menyantap menu Makan Bergizi...

Polda Jabar Tangkap Pelaku Manipulasi Gambar Presiden Prabowo, Terancam 12 Tahun Penjara

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jabar mengungkap tindak pidana identity theft atau manipulasi data terhadap gambar Presiden Prabowo Subianto menggunakan teknologi Artificial Intelligence...

Sambil Bawa Pelaku, Polisi Sisir Kali Licin Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi

DEPOK - Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya turun ke Kali Licin, Cipayung, Depok, untuk mencari potongan kaki korban mutilasi pria berinisial K...

Diduga Terlibat Kasus Perselingkuhan, 2 Guru SMKN 1 Mempawah Diteriaki Siswanya Saat Diamankan Polisi

MEMPAWAH - Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan