Rabu, April 15, 2026
spot_img

Dikritik BEM UGM, Tapi Dipuji Hima Persis

JAKARTA – Berbeda dengan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto yang mengkritik keras program makan bergizi gratis (MBG), Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis) justru menyatakan dukungan strategisnya terhadap keberlanjutan program MBG yang kini tengah berjalan masif di seluruh penjuru tanah air.

Dukungan ini didasarkan pada visi besar pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.​

Ketua Umum PP Hima Persis, Sholahudin Hasan, menegaskan bahwa polemik mengenai besarnya anggaran program ini harus dilihat dengan kacamata investasi jangka panjang. Menurutnya, negara tidak sedang menghamburkan uang, melainkan sedang menanam modal pada kualitas biologis dan kognitif generasi masa depan.

“Kita harus jernih melihat bahwa Makan Bergizi Gratis adalah sebuah investasi peradaban. Literasi dan kecerdasan tidak akan mungkin tumbuh maksimal di atas perut yang lapar. Menurut kami, memastikan setiap anak mendapatkan asupan protein yang cukup adalah langkah paling konkret negara dalam memutus rantai kemiskinan dan stunting secara struktural,” kata Sholahudin, kepada wartawan, dilansir dari tvonenews.com, Selasa (24/2/2026).

Berita Lainnya  Kaji Dokumen Keuangan, KPK Belum Bisa Pastikan Kapan Panggil Lagi Ridwan Kamil

Terkait adanya kritik mengenai beban fiskal pada APBN, Sholahudin memberikan sudut pandang yang berbeda. Ia menilai bahwa biaya yang dikeluarkan hari ini jauh lebih kecil dibandingkan beban yang harus ditanggung negara di masa depan akibat rendahnya produktivitas dan tingginya biaya kesehatan jika generasi hari ini mengalami malnutrisi.​m

“Jangan hanya menghitung angka yang keluar dari kantong negara hari ini sebagai beban. Sebaliknya, menurut pandangan kami, ini adalah upaya preventif. Anak yang sehat hari ini akan menjadi tenaga kerja yang kompetitif dan produktif di masa depan, yang justru akan menjadi penggerak ekonomi bangsa,” ujarnya.

Berita Lainnya  Dorong Inovasi Gizi Generasi Muda, Pemkot Bekasi Gelar Lomba Menu Sehat MBG

Lebih lanjut, Sholahudin menyoroti dampak ekonomi kerakyatan (multiplier effect) yang mulai terasa di tingkat akar rumput. Ia mencatat bahwa keterlibatan petani, peternak, dan UMKM lokal dalam rantai pasok MBG telah menghidupkan ekosistem ekonomi desa.

​”Program ini memiliki multiplier effect yang luar biasa. Uang negara mengalir langsung ke kandang-kandang ayam peternak di desa dan sawah-sawah petani lokal. Dengan begitu, ekonomi tidak lagi hanya berputar di kota-kota besar, melainkan mendistribusikan kesejahteraan hingga ke pelosok,” tegas Sholahudin.

Berita Lainnya  Razman Nasution : Ada Bohir yang Biaya Kasus Ijazah Jokowi

Meski memberikan dukungan penuh, PP Hima Persis tetap berkomitmen untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya program ini. Sholahudin mengingatkan pemerintah agar terus menjaga transparansi dan kualitas distribusi agar tidak ada celah bagi penyimpangan di lapangan.​

“Kami di Hima Persis akan terus mengawal dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar sampai ke piring anak-anak kita dalam bentuk nutrisi yang layak, bukan sekadar formalitas. Namun, secara prinsip, kami tegaskan bahwa manfaat program ini jauh melampaui segala perdebatan teknis yang ada,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KPK Panggil Staf Legal Lippo Cikarang dan Pj Sekda Bekasi

JAKARTA - KPK kembali memanggil staf legal Lippo Cikarang, Ruri (RR), dalam perkara suap ijon proyek Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK). Ruri dipanggil...

Kasak-kusuk ke Kejati Jabar Soal Dugaan Ijon Pokir

KARAWANG - Kabar teranyar mengenai dugaan ijon pokir anggota DPRD Karawang mengerucut kepada informasi beberapa pihak yang sudah 'kasak-kusuk' berkomunikasi dengan penyidik Kejaksaan Tinggi...

Terima Uang Rp 2,94 Miliar, KPK Periksa Henri Lincoln

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln untuk mengonfirmasi penerimaan...

Pemborong Menjerit, Mau Nyari Untung Malah Buntung

KARAWANG - Mayoritas pengguna jasa (pemborong) yang mengerjakan proyek atau pekerjaan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang mulai menjerit. Hal ini...

Meski Sudah Jerat 2 Tersangka, Korupsi Ambulans RSUD Subang Kembali Dilaporkan

SUBANG – Langkah hukum baru diambil oleh dua praktisi hukum, Taufik H. Nasution, SH. MH. M.Kes dan Hugo S. Tambunan, SH.Mereka mendatangi Kejaksaan Negeri...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan