Minggu, Agustus 2, 2026
spot_img

Dikritik BEM UGM, Tapi Dipuji Hima Persis

JAKARTA – Berbeda dengan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto yang mengkritik keras program makan bergizi gratis (MBG), Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis) justru menyatakan dukungan strategisnya terhadap keberlanjutan program MBG yang kini tengah berjalan masif di seluruh penjuru tanah air.

Dukungan ini didasarkan pada visi besar pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.​

Ketua Umum PP Hima Persis, Sholahudin Hasan, menegaskan bahwa polemik mengenai besarnya anggaran program ini harus dilihat dengan kacamata investasi jangka panjang. Menurutnya, negara tidak sedang menghamburkan uang, melainkan sedang menanam modal pada kualitas biologis dan kognitif generasi masa depan.

“Kita harus jernih melihat bahwa Makan Bergizi Gratis adalah sebuah investasi peradaban. Literasi dan kecerdasan tidak akan mungkin tumbuh maksimal di atas perut yang lapar. Menurut kami, memastikan setiap anak mendapatkan asupan protein yang cukup adalah langkah paling konkret negara dalam memutus rantai kemiskinan dan stunting secara struktural,” kata Sholahudin, kepada wartawan, dilansir dari tvonenews.com, Selasa (24/2/2026).

Berita Lainnya  Cuma Gegara Curi Sayuran, Ibu ini Sampai Diikat di Tiang Listrik dan Sempat Dipukul

Terkait adanya kritik mengenai beban fiskal pada APBN, Sholahudin memberikan sudut pandang yang berbeda. Ia menilai bahwa biaya yang dikeluarkan hari ini jauh lebih kecil dibandingkan beban yang harus ditanggung negara di masa depan akibat rendahnya produktivitas dan tingginya biaya kesehatan jika generasi hari ini mengalami malnutrisi.​m

“Jangan hanya menghitung angka yang keluar dari kantong negara hari ini sebagai beban. Sebaliknya, menurut pandangan kami, ini adalah upaya preventif. Anak yang sehat hari ini akan menjadi tenaga kerja yang kompetitif dan produktif di masa depan, yang justru akan menjadi penggerak ekonomi bangsa,” ujarnya.

Berita Lainnya  Polisi Tetapkan 5 Tersangka dalam Kasus Penganiayaan Terduga Maling Ayam

Lebih lanjut, Sholahudin menyoroti dampak ekonomi kerakyatan (multiplier effect) yang mulai terasa di tingkat akar rumput. Ia mencatat bahwa keterlibatan petani, peternak, dan UMKM lokal dalam rantai pasok MBG telah menghidupkan ekosistem ekonomi desa.

​”Program ini memiliki multiplier effect yang luar biasa. Uang negara mengalir langsung ke kandang-kandang ayam peternak di desa dan sawah-sawah petani lokal. Dengan begitu, ekonomi tidak lagi hanya berputar di kota-kota besar, melainkan mendistribusikan kesejahteraan hingga ke pelosok,” tegas Sholahudin.

Berita Lainnya  Harmonisasi Struktural Cikampek Raya:  Keniscayaan Transformasi Desa Menuju Kelurahan

Meski memberikan dukungan penuh, PP Hima Persis tetap berkomitmen untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya program ini. Sholahudin mengingatkan pemerintah agar terus menjaga transparansi dan kualitas distribusi agar tidak ada celah bagi penyimpangan di lapangan.​

“Kami di Hima Persis akan terus mengawal dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar sampai ke piring anak-anak kita dalam bentuk nutrisi yang layak, bukan sekadar formalitas. Namun, secara prinsip, kami tegaskan bahwa manfaat program ini jauh melampaui segala perdebatan teknis yang ada,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Perintah Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi Pecat Oknum Dishub yang Pungli Sopir Truk

KOTA BEKASI - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan lima oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi yang terlibat dalam kasus pungutan liar (pungli) terhadap...

Bukan Hanya Sekedar Masuk Senayan, PSI Miliki Target Besar di Pemilu 2029

KUPANG - Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo (Jokowi) mengungkap partainya memiliki target yang lebih besar pada Pemilu 2029. Menurutnya, target PSI...

MBG Disebut Habiskan Anggaran Negara, Kepala BGN Ngaku ‘Gemas’ Lihat Komentar di Medsos

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berarti menghabiskan seluruh anggaran negara atau menghentikan...

Cuma Gegara Curi Sayuran, Ibu ini Sampai Diikat di Tiang Listrik dan Sempat Dipukul

SAMARINDA - Seorang wanita di Samarinda, Kalimantan Timur, sempat diikat di tiang listrik setelah diduga mencuri sayuran milik pedagang di Pasar Segiri. Aksi tersebut...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan