Rabu, November 4, 2026
Google search engine

Dedi Mulyadi vs Aura Cinta, Soal Larangan Study Tour dan Wisuda Sekolah

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menjadi perbincangan saat dirinya berdebat dengan seorang remaja wanita asal Kabupaten Bekasi yang disebut-sebut sebagai korban penggusuran.

Diketahui, remaja yang terlihat cantik dan kritis ini belakangan diketahui bernama Aura Cinta yang tidak sependapat jika Dedi Mulyadi melarang kegiatan study tour dan wisuda sekolah.

“Kalau sekolah tanpa wisuda, semua siswa, terutama dari keluarga kurang mampu, jadi kehilangan kesempatan punya kenangan,” kata sang remaja, dilansir dari tayangan YouTube Dedi Mulyadi.

“Saya tanya, di negara mana TK, SMP, SMA ada wisuda? Hanya di Indonesia. Wisuda itu seharusnya untuk mahasiswa,” balas Dedi Mulyadi.

Berita Lainnya  Laporan Menko Airlangga ke Prabowo Klaim Pengangguran Indonesi Menurun Sejak 1994

Dedi Mulyadi menyebut bahwa acara perpisahan sekolah bisa dilakukan, asal tak melibatkan pihak terkait seperti sekolah yang menekan biaya mahal.

“Gubernur itu berusaha menurunkan beban orang tua, karena sekolah sudah gratis. Kalau perlu, anak-anak ke sekolah jalan kaki atau naik sepeda, pulang sekolah jualan supaya tetap bisa bersekolah dengan hebat. Ini anak pulang motoran, rumah aja nggak punya,” balas Dedi Mulyadi lagi.

Setelah debat panjang, Dedi Mulyadi tampak kesal dengan sang remaja yang disebut-sebut sebagai korban penggusuran rumah di bantaran sungai kawasan Cikarang, Bekasi.

“Saya cuman minta keadilan aja pak,” tegas Aura.

Berita Lainnya  Korupsi hingga TPPU, Mantan Bupati Gowa Resmi Ditahan

“Yang minta adil apa?” tanya Dedi Mulyadi.

“Waktu digusur itu nggak ada musyawarah, cuma ada Satpol PP dateng,” balas Aura.

Dedi Mulyadi dengan tegas menyindir bahwa tempat Aura tinggal di rumah lamanya milik pemerintah.

Aura yang mendengar hal tersebut langsung panik dan mengakui soal status dirinya.

“Kamu miskin nggak?,” tanya Dedi Mulyadi lagi.

“Iya saya mengakui (miskin),” jawab Aura.

“Kenapa miskin pengen hidup bergaya, sekolah harus ada perpisahan? Kenapa orang miskin nggak prihatin?,” tanya Dedi lagi.

Dedi Mulyadi lantas kembali mempertanyakan korelasi pentingnya antara mengontrak untuk tempat tinggal dengan wisuda sekolah.

Berita Lainnya  Polisi Sebut Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor Bukan Suporter Sepak Bola

“Kalau buat ngontrak aja nggak punya, ngapain protes wisuda harus ada? kan logikanya harus dipakai. Hidup tuh jangan sombong gitu,” pungkas Dedi Mulyadi.

Sayangnya, video potongan debat viral tersebut menuai nyinyiran netizen, setelah penggunaan kata sombong dan miskin yang dilontarkan Dedi Mulyadi.

“Si remaja nggak seharusnya diintimidasi begitu sih,” komentar warganet.

“Lebih ke menyudutkan sih daripada debat. Tapi, kayak settingan hehehehe,” sindir yang lain.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan