Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Dedi Mulyadi Pemimpin Musyrik dan Anti Islam?

DALAM perjalanan karir politik dan kepemimpinannya, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) kerap membuat kebijakan yang kontroversial. Bahkan sebagian publik menilai kebijakan-kebijakan KDM dibuat secara spontan, tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu bersama unsur pemangku kebijakan lain, sebut saja diantaranya seperti unsur legislatif.

Saat menjabat Bupati Purwakarta, KDM sempat difitnah oleh kelompok Ormas islam sebagai ‘Pemimpin Musyrik’, karena banyak membuat patung tokoh pewayangan yang menghiasi seluruh penjuru Kota Purwakarta.

Bahkan saat baru-baru menjabat Gubernur Jabar, KDM membuat kebijakan kontroversial yang akhirnya membuat MUI angkat bicara. Yaitu dimana KDM mengharuskan setiap kepala keluarga melakukan vasektomi sebagai syarat penerimaan Bantuan Sosial (Bansos).

MUI Jabar menyebut jika vasektomi haram dan melanggar syariat islam, selama dilakukan bukan karena alasan medis atau keselamatan nyawa seseorang.

Berita Lainnya  Prabowo Percaya Diri Disegani Pimpinan Dunia : "Mungkin Mereka Takut Sama Saya"

Teranyar, KDM mengaku ada orang yang mengebutnya ‘Anti Islam’, hanya karena alasan ia telah mengganti nama Rumah Sakit Al Ihsan Bandung menjadi Rumah Sakit Welas Asih.

“Bahkan saya dianggap sebagai orang yang anti islam, ini menarik banget. Itu adalah tentang perubahan nama Rumah Sakit Al Ihsan menjadi Rumah Sakit Welas Asih,” tutur KDM, dilansir Opiniplus.com dari instagram pribadinya, Jumat (4/7/2025).

Keberadaan Rumah Sakit Al Ihsan yang akan berganti nama menjadi Rumah Sakit Welas Asih.

Menurut KDM, kritikan-kritikan terhadap dirinya ini justru berasal dari warga di luar Jabar, khususnya warga Jakarta. Entah itu datangnya dari pengamat, aktivis, influenzer atau bahkan buzzer sekalipun.

Berita Lainnya  Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

“Padahal kalau diartikan secara bahasa, Al Ihsan artinya kebaikan. Sementara Welas Asih dalam bahasa arab adalah Ar Rahman dan Ar Rahim. Artinya, antara Al Ihsan dan Welas Asih memiliki makna yang tidak jauh berbeda soal kebaikan,” katanya.

Tetapi seperti biasanya, KDM seperti menganggap kritikan-kritikan tersebut hal biasa saja. Sehingga KDM masih berpikiran positif. Meskipun ia disebut pemimpin anti islam.

“Tentunya otokritik ini baik. Dan yang paling utama adalah di jajaran manajemen rumah sakit, menggunakan nama-nama yang indah harus seiring dengan kualitas pelayanan yang baik. Apalagi menggunakan nama-nama yang itu sakral dan spiritual,” katanya.

Sementara dilansir dari CNN Indonesia, Analisis Hukum Ahli Pertama RSUD Al Ihsan, Zidney Fahmidyan mengatakan, perubahan nama tersebut merupakan arahan dari Gubernur Jabar.

Berita Lainnya  Rekening Bank untuk 200 Juta Warga, Sulit Lawan Prabowo di Pemilu 2029

“Sebetulnya untuk tindak lanjut arahan dari Pak Gubernur langsung ya, bahwa harapannya beliau rumah sakit Al-Ihsan itu sudah akan berubah menjadi rumah sakit Welas Asih. Yang dimana untuk pergub, untuk Keputusan Gubernur Jawa Baratnya sudah dari 19 Juni,” kata Zidney, saat diwawancarai wartawan, Selasa (1/7/2025).

Zidney mengatakan pihak manajemen rumah sakit pun telah mulai untuk proses perubahan nama tersebut. “Tinggal pelaksanaan persiapan yang dari bawahnya menuju ke 100 persen,” katanya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan