Rabu, Mei 13, 2026
spot_img

Buah Simalakama Jalan Rusak, Kenapa Bukan Dedi Mulyadi yang Dibully?

SEJUMLAH kerusakan jalan yang berstatus sebagai jalan provinsi tengah menjadi sorotan publik di Kabupaten Karawang – Jawa Barat.

Sebut saja diantaranya Jalan Raya Jatisari dan Jalan Raya Badami-Loji Karawang Selatan yang setiap harinya dilalui oleh kendaraan besar bertonase berat.

Spanduk satir di Jalan Badami-Loji ditujukan kepada Bupati Aep.

Berdasarkan pantauan Redaksi Opiniplus.com, kerusakan parah jalan provinsi ini seakan menjadi ‘Buah Simalakama’ bagi Pemkab Karawang. Bagaimana tidak? kerusakan jalan provinsi ini terus disorot masyarakat dan menjadi bahan bully-an netizen di media sosial.

Jika Pemkab Karawang melalui Dinas PUPR melakukan perbaikan, jelas itu salah, karena bisa menyalahi wewenang penggunaan APBD.

Tapi jika kondisinya dibiarkan tanpa perbaikan, alhasil bully-an terus dilemparkan netizen di media sosial. Sasarannya, ya tentu saja H. Aep Syaepulloh sebagai Bupati Karawang.

Entah siapa yang memasang spanduk satir yang ditujukan kepada Bupati Aep ini.

Terpantau, beberapa spanduk satir kepada Bupati Aep entah dipasang oleh siapa di sepanjang Jalan Badami-Loji. Dari mulai spanduk bertuliskan “Kirim Bupati Karawang ke Barak Militer” hingga tulisan “Aep Bohong Syaepuloh”, jelas tulisan di dalan spanduk tersebut merupakan bentuk bully-an kepada personal Bupati Aep.

Persoalannya, terkadang masyarakat awam tidak tahu menau mengenai status jalan. Sehingga di media sosial mereka mudah terprovokasi dengan beberapa bentuk bully-an protes jalan rusak tersebut.

Padahal jika harus mengkritik personal kepemimpinan, beberapa spanduk satir di Jalan Badami-Loji seharunya ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, bukan kepada Bupati Aep. Pasalnya, jalan Badami-Loji merupakan kewenangan Pemprov Jabar.

Tuntutan masyarakat minta perbaiki Jalan Badami-Loji.

Namun demikian, untuk menyikapi persoalan jalan provinsi yang rusak ini, Bupati Aep mengaku sudah berkoordinasi dengan PPK 1 Jabar untuk segera memperbaikinya. Bupati Aep menyebut, jika PPK 1 Jabar akan mulai memperbaiki jalan rusak provinsi pada Juni 2025.

Tetapi persoalan ini tentu tidak bisa disikapi secara personal oleh Bupati Aep. Yaitu dimana para stakeholder Karawang, khususnya Dinas PUPR sebagai leading sector infrastrukrur harus ‘agak bawel’ untuk terus melakukan koordinasi dengan PPK 1 Jabar.

Spanduk satir menuju wisata Jalan Berlubang.

Jika tidak, maka konsekuensinya bully-an netizen akan terus dilemparkan kepada Bupati Aep. Karena matoritas masyarakat tidak mau tahu jalan rusak tersebut merupakan kewenangan siapa untuk memperbaikinya.

Atau jika harus terpaksa ‘suudzon’, bisa saja momentum ini dimanfaatkan oleh lawan politik atau segelintir orang yang tidak suka dengan personal Bupati Aep.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Saling Lempar Tanggungjawab di Sidang Ade Kunang, Hakim Minta Para Saksi Dikonfrontir

BANDUNG - Sidang kasus dugaan korupsi dan ijon proyek di Kabupaten Bekasi dengan terdakwa Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang alias Ade Kunang dan...

2 Napiter di Lapas Subang Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

SUBANG – Langkah nyata pembinaan dan deradikalisasi kembali membuahkan hasil di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang. Dua narapidana tindak pidana terorisme (Napiter) secara resmi...

Upaya Penyelundupan Narkotika ke Lapas Karawang Digagalkan Petugas

KARAWANG - Upaya penyelundupan narkotika oleh orang tak dikenal (OTK) ke dalam Lapas Karawang berhasil digagalkan petugas, Senin (11/5/2026). Pelaku melakukan modus pelemparan barang haram...

Buntut Bentrokan Suporter, Dedi Mulyadi Minta Bobotoh Tak Berlebihan Rayakan Kemenangan

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan imbauan tegas kepada para pendukung Persib Bandung atau Bobotoh untuk tidak merayakan kemenangan atas Persija Jakarta...

Sidang Lanjutan Ade Kunang Ungkap Sopir Angkot Dijadikan Direktur Fiktif untuk Dapat Proyek

BANDUNG - Sidang lanjutan kasus korupsi proyek ijon dengan terdakwa Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara, dan ayahnya, HM Kunang, mengungkap fakta baru. Seorang pengusaha...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan