Jumat, September 25, 2026
Google search engine

Soal Jalan Rusak, Bupati Aep : Mudah-mudahan PPK 1 Jabar Denger, Supaya Netizen Gak Nanya Terus

KARAWANG – Persoalan jalan rusak di Kabupaten Karawang – Jawa Barat kembali menjadi sorotan publik, khususnya disorot para netizen di media sosial yang mempertanyakan komitmen Pemkab Karawang dalam hal pembangunan infrastruktur jalan.

Pasalnya, mulai banyak korban (pengendara) berjatuhan di sejumlah ruas jalan berlubang yang ada di Kabupaten Karawang.

Menjawab persoalan ini, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh berharap, pernyataanya di media massa kali ini sampai ke PPK 1 Jawa Barat (Pejabat Pembuat Komitmen) yang memiliki kewenangan untuk memperbaiki jalan provinsi yang rusak parah tersebut.

Terlebih ia mengaku tak bosan-bosan untuk menjelaskan ke masyarakat lewat media massa, bahwa sejumlah ruas jalan rusak tersebut bukan merupakan kewenangan Pemkab Karawang.

“Saya sih mudah-mudahan PPK 1 ngedenger saya ngomong gini. Ngomong terus kan, dari pada saya ditanya terus netizen,” tutur Bupati Aep, saat ditanya sejumlah awak media.

Untuk persoalan infrastruktur jalan hingga Penerangan Jalan Umum (PJU) yang menjadi kewenangan pemda, Bupati Aep menegaskan jika selama ini tidak ada persoalan untuk segera diperbaiki.

Sehingga Bupati Aep berharap, masyarakat khususnya para netizen bisa membedakan antara jalan yang menjadi kewenangan pemda dengan jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Jabar.

“Kalau ada di wilayah kita (kewenangan pemda), ngomoingin jalan, penerangan (PJU), insha Allah. Tapi kadang-kadang ada jalan yang bukan haknya saya (pemda), dan saya tidak bisa mengintervensi,” terangnya.

Salah satu contoh adalah jalan rusak di Kecamatan Jatisari. Yaitu dimana perbaikannya merupakan kewenangan Pemprov Jabar. Namun demikiaj, Bupati Aep mengaku sudah mengkoordinasikannya dengan PPK 1 Jabar.

“Jalan Jatisari, saya sudah ngomong ke PPK 1 Jawa Barat. Mereka bilang sedang mengupayakan akan melakukan perbaikan di Juni 2025,” terangnya.

Bupati Aep juga berharap, agar perbaikan Jalan Raya Jatisari dilakukan dengan cor beton secara keseluruhan. Mengingat kendaraan yang melintas di jalan tersebut merupakan kendaraan bertonase berat. Sehingga perbaikan jalannya harus dilakukan dengan baik (dengan cor beton).

“Mobil ke arah Pantura besar-besar. Kalau tidak dikerjakan dengan baik maka akan rusak lagi. Sehingga saya berharap itu dikerjakan semua dengan cara dibeton,”

“Karena itu kan jalan pusat, jalan antar kota antar provinsi yang mobilnya gede-gede,” tutup Bupati Aep.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan