Minggu, Agustus 9, 2026
spot_img

Bertambah, 9 Negara Akui Kedaulatan Palestina, Netanyahu Semakin Tersudut

JAKARTA – Sejumlah negara akhir-akhir ini terus memberikan dukungan berupa pengakuan atas kedaulatan negara Palestina. Hal ini terjadi saat wilayah pesisir negara itu, Gaza, serta Tepi Barat, terus mendapatkan tekanan militer dari Israel.

Terbaru, pada Senin (22/9/2025), sejumlah negara telah mengatakan pengakuannya dalam sesi Majelis Umum PBB. Beberapa negara juga telah menyuarakan hal ini sebelum sesi tersebut digelar.

Berikut sejumlah negara yang akhirnya mengakui Palestina:

1. Prancis
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam pidatonya di PBB, menyatakan bahwa pengakuan terhadap negara Palestina adalah langkah yang diperlukan untuk mengakhiri siklus kekerasan dan memberikan harapan baru bagi solusi dua negara.

Ia menegaskan bahwa ini bukanlah keputusan yang menentang Israel, melainkan sebuah upaya untuk menciptakan kondisi bagi perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Macron juga menekankan pentingnya Otoritas Palestina yang direformasi dan demokratis sebagai mitra dalam proses perdamaian, serta menyerukan diakhirinya pendudukan Israel di wilayah Palestina.

2. Inggris
Pemerintah Inggris menyatakan bahwa pengakuan ini merupakan bagian dari upaya terkoordinasi dengan sekutu internasional untuk menghidupkan kembali proses perdamaian. Pernyataan resmi mereka menyoroti bahwa pengakuan ini adalah langkah untuk menegaskan kembali komitmen terhadap solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang langgeng.

Berita Lainnya  Sempat Buntu di Babak Pertama, Timnas Indonesia Akhirnya Taklukan Timor Leste 3 : 0

Pemerintah Inggris juga menggarisbawahi bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi kemanusiaan yang memburuk di Gaza dan perlunya memberikan cakrawala politik yang positif bagi rakyat Palestina.

3. Kanada
Serupa dengan Inggris, Kanada mengumumkan pengakuannya sebagai bagian dari langkah bersama untuk mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri. Pemerintah Kanada menyatakan bahwa pengakuan ini sejalan dengan hukum internasional dan kebijakan lama Kanada yang mendukung solusi dua negara.

Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa langkah ini tidak mengurangi komitmen Kanada terhadap keamanan Israel, melainkan bertujuan untuk menciptakan kerangka kerja yang lebih seimbang untuk negosiasi di masa depan.

4. Australia
Pemerintah Australia, dalam pengumumannya, menyatakan bahwa mengakui negara Palestina akan membantu menyamakan kedudukan dalam negosiasi dengan Israel.

Mereka berpendapat bahwa pengakuan ini adalah kontribusi praktis untuk perdamaian dan akan memperkuat suara moderat Palestina yang berkomitmen pada solusi dua negara.

Australia juga menyatakan keprihatinannya atas ekspansi permukiman Israel yang dianggap sebagai hambatan bagi perdamaian.

5. Luksemburg
Perdana Menteri Luksemburg, Luc Frieden, menjelaskan bahwa keputusan negaranya untuk mengakui Palestina bukan ditujukan untuk menentang Israel, melainkan karena tindakan pemerintahan Perdana Menteri Netanyahu yang menolak solusi dua negara.

Berita Lainnya  Demo di Kejagung Nyaris Ricuh, Polisi Hampir Adu Fisik dengan Mahasiswa

Frieden menekankan bahwa tujuan Luksemburg adalah agar kedua negara dan rakyatnya dapat hidup berdampingan dalam damai dan kemakmuran. Ia melihat pengakuan ini sebagai cara untuk memberikan kesempatan kedua bagi solusi dua negara.

6. Malta
Perdana Menteri Malta, Robert Abela, dalam pidatonya di PBB, mengakui bahwa jalan menuju solusi dua negara itu “panjang dan sulit.” Namun, ia menegaskan bahwa “kedalaman tragedi saat ini harus menjadi pemicu bagi dunia untuk tidak menyerah, tetapi untuk melangkah.”

Abela juga menambahkan, “Hanya karena sesuatu itu sulit bukan berarti tidak mungkin.” Sikap Malta ini mencerminkan dukungannya yang telah lama ada terhadap perjuangan Palestina dan solusi dua negara.

7. Andorra
Menteri Luar Negeri Andorra, Imma Tor Faus, menyatakan bahwa “waktunya telah tiba untuk menyelesaikan masalah Palestina” melalui penerapan “solusi dua negara.” Ia mengumumkan bahwa pemerintahannya sedang bekerja agar dalam waktu dekat dapat mengakui negara Palestina.

Pernyataan ini menunjukkan keselarasan Andorra dengan negara-negara Eropa lainnya dalam mendorong penyelesaian konflik yang adil.

8. Monako
Pangeran Albert II dari Monako mengumumkan di PBB bahwa negaranya mengakui negara Palestina berdasarkan hukum internasional. Sambil menegaskan kembali “dukungan tak tergoyahkan terhadap keberadaan Israel,” ia menyatakan keinginan untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

Berita Lainnya  Kasat Narkoba Tangsel dan Anak Buahnya Terlibat Penyalahgunaan Narkotika

Langkah ini menunjukkan upaya Monako untuk mendukung solusi yang seimbang dan berkelanjutan berdasarkan pengakuan bersama.

9. Belgia
Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, mengatakan pada hari Senin bahwa negaranya bergabung dengan negara-negara lain dalam mengakui negara Palestina untuk memberikan “sinyal politik dan diplomatik yang kuat kepada dunia.”

Namun, pemimpin Belgia tersebut menambahkan bahwa pengakuan hukum atas negara Palestina hanya dapat dilanjutkan “setelah semua sandera dibebaskan dan semua organisasi teroris seperti Hamas telah disingkirkan dari pemerintahan Palestina.”

“Pelaksanaan hubungan diplomatik yang efektif dengan negara baru Palestina, termasuk pembukaan kedutaan Belgia dan penyelesaian perjanjian internasional, akan dilaksanakan setelah tujuan Deklarasi New York tercapai,” tambah De Wever.

Artikel ini telah terbit di CNBC Indonesia “Netanyahu Makin Tersudut, 9 Negara Baru Akui Palestina” selengkapnya di sini: https://www.cnbcindonesia.com/news/20250923131101-4-669408/netanyahu-makin-tersudut-9-negara-baru-akui-palestina

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Polda Jabar Tangkap 2 Orang Terduga Penghasutan di Medsos, Pernyataan Presiden Prabowo Soal Nuklir Iran

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menangkap dua orang terkait unggahan di platform media sosial Threads yang memuat isu mengenai pernyataan Presiden...

Ratusan Senjata Api, Narkoba hingga VCD Porno Ditemukan di Ruangan Sekolah Swasta di Jaksel

JAKARTA - Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan