Rabu, Mei 27, 2026
spot_img

Tugu Kaleng Kerupuk Rp 7,8 Miliar dan Videotron Rp 1,8 Miliar yang Tak Masuk Akal

Kontroversi Proyek Pemda Karawang yang Bikin Gaduh dan Jadi Cibiran Warganet

KARAWANG – Berdasarkan catatan Redaksi Opiniplus.com, setidaknya ada dua proyek pembangunan Pemda Karawang yang terus disorot publik sampai saat ini, hingga mendapatkan banyak cibiran dari warganet.

Jauh sebelum kontroversi proyek pengadaan videotron Rp 1,8 miliar oleh Diskominfo Karawang, sebelumnya aktivis, pengamat kebijakan hingga warganet juga sempat dibuat geleng-geleng kepala dengan proyek tugu The Window, yaitu sebuah proyek monumental di Bundaran Jalan Interchange Karawang Barat.

Menelang APBD hingga Rp 7,8 miliar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang sempat mengklaim jika tugu The Window akan menjadi kebanggaan masyarakat Karawang, dengan alasan tugu ikon ini hanya ada 3 di dunia, yaitu di Paris, Dubai Frame dan terakhir di Karawang.

Berita Lainnya  Rupiah Melemah, Prabowo: Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar

Namun demikian, pada kenyataanya simbol tugu The Window yang dinilai tidak ada sangkutpautnya dengan ikon Kota Karawang ini malah banyak mendapatkan kritikan hingga cibiran dari aktivis, pengamat kebijakan, hingga warganet.

Melalui kritikannya di media massa, Ketua LSM Lodaya, Nace Permana pernah menyindir jika tugu The Window lebih mirip seperti ‘Kantong Doraemon’. Bahkan warganet pernah berkomentar jika proyek tugu ini mirip kaleng kerupuk.

The window : jendela berlubang. Maksudnya awas jalan Karawang banyak yang berlubang…

Ewh alus alus na akh kos kaleng sarden kitu…

Mending dibikin tugu biawak bisa dibikin sekecamatan…

Berita Lainnya  Sidang Lanjutan Ade Kunang Ungkap Sopir Angkot Dijadikan Direktur Fiktif untuk Dapat Proyek

Mirip kaleng krupuk…

Tidak ada estetik2 nya cuma bangunan persegi panjang. Menyala anggaran…

Demikian beberapa komentar cibiran warganet mengenai keberadaan proyek tugu The Window yang tercatat di Redaksi Opiniplus.com.

Kini, setelah kontroversi tugu The Window, publik Karawang kembali gaduh dengan keberadaan proyek pengadaan videotron Rp 1,8 miliar di sekitar Alun-alun Karawang.

Menjadi kontroversi karena alasan : Pertama, anggaran proyek ini dinilai tidak masuk akal ketika melihat ukuran/besar videotron yang sudah terpampang.

Dan sampai saat ini Diskominfo Karawang belum menjelaskan secara detail mengenai anggaran Rp 1,8 miliar tersebut apakah hanya untuk pengadaan videotronnya saja, atau berikut dengan biaya perawatannya.

Kedua, proyek pengadaan videotron ini juga dinilai tidak sesuai dengan arahan kebijakan Presiden Prabwo mengenai efisiensi anggaran yang tertuang dalam Inpres No. 1 Tahun 2025, yaitu mengurangi belanja negara yang tidak prioritas untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran.

Berita Lainnya  Ustaz di Purwakarta Diduga Cabuli Murid, Polisi Sebut Ada 6 Korban di Bawah Umur

Terlebih ada himbauan dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi mengenai praktek efisiensi anggaran bagi setiap kepala daerah. Yaitu dimana setiap bupati/walikota diharapkan bisa memanfaatkan perkembangan media sosial untuk sosialisasi program dan realisasi pembangunan ke masyarakat, demi menghemat anggaran.

Bukan membuat program-program yang justru bersifat pemborosan anggaran seperti pengadaan videotron Rp 1,8 miliar Diskominfo Karawang.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Karawang Tidak Boleh Kehilangan Jari Diri sebagai ‘Kota Lumbung Padi’, Bupati Aep : 86.170 Hektar LP2B Dikunci

KARAWANG - Memiliki lahan pertanian seluas 86.170 hektar yang telah 'dikuci' dalam Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), atau sekitar 87% dari Lahan Baku...

Dugaan Pencabulan Anak di Karawang, Kuasa Hukum Minta Polisi Segera Tetapkan Tersangka dan Tahan Terduga Pelaku

KARAWANG - Hampir setahun lebih, tepatnya memakan waktu hingga 14 bulan, penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap anak berinisial CZ (6), dikabarkan mulai mengalami titik...

Aparat Gabungan Hentikan Galian Tanah Merah Ilegal di Patokbeusi – Subang

SUBANG - Aparat gabungan yang terdiri dari Sat Reskrim Polres, Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, menggentikan aktivitas galian tanah diduga ilegal,...

Dugaan Gratifikasi, Anne Ratna Penuhi Panggilan Penyidik Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Terkait dugaan gratifikasi, mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (25/5/2026). Anne tiba di kantor...

Diduga Tertipu WO yang Dikenal di Instagram, Pasangan Pengantin Viral ini Resmi Buat Laporan Polisi

JAKARTA - Pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny (32) akhirnya resmi mempolisikan wedding organizer (WO) dan katering bernama Marwah Catering Service ke Mapolres Jakarta...

Hukum

Dugaan Gratifikasi, Anne Ratna Penuhi Panggilan Penyidik Kejari Purwakarta

PURWAKARTA - Terkait dugaan gratifikasi, mantan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada Senin (25/5/2026). Anne tiba di kantor...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan