Kamis, Juni 25, 2026
spot_img

Picu Kemusyrikan, ‘Bambu Ajaib’ di Cianjur Dibongkar

CIANJUR – Bambu ‘ajaib’ di halaman rumah Rudi (58) di Kampung Limbangan, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Cianjur dibongkar.

Banyaknya warga yang datang dan mengambil air dikhawatirkan menyimpang ke arah kemusyrikan, meskipun pembuat bambu tersebut mengklaim karyanya merupakan seni dan trik sulap.

Dilansir dari detikJabar, kolam yang berukuran 3×3 meter tersebut sudah kosong dan tersisa lumpur. Air mancur bambu dengan tiang penyangga dari baja ringan pun sudah tidak ada.

Rudi, pemilik rumah, mengaku membongkar air mancur bambu itu lantaran diminta oleh pemerintah desa usai karya seninya viral dan dianggap ajaib.

Bahkan banyak yang datang untuk mengambil air, meskipun dirinya sudah memasang papan pemberitahuan jika air dari bambu tersebut merupakan air biasa dan tidak ada unsur mistis.

Berita Lainnya  Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

“Dari pemerintah desa datang, meminta untuk dibongkar. Ya saya bongkar saja,” kata Rudi, Selasa (2/7/2025).

Dia menegaskan jika bambu tersebut merupakan perpaduan seni dan teknologi, sehingga menghasilkan trik layaknya menyulap air tiba-tiba keluar dari bambu tanpa adanya selang dari sumber air.

“Ini karya seni dan trik sulap, dengan memanfaatkan teknologi. Tapi banyak yang menyalahartikan,” jelas Rudi.

Rudi mengatakan rencananya dia membuat karya serupa di tempat lain. Bahkan beberapa hari lalu ada pihak yang meminta untuk dibuatkan karya serupa di Sukabumi.

“Belum tahun kapan dan di mananya. Tapi rencananya mau buat lagi di tempat lain. Berharap yang nanti dilihatnya murni sebagai karya seni, bukan dikaitkan hal mistis,” ucapnya.

Berita Lainnya  Dua Aksi Unjuk Rasa Berbeda di Jakarta, Mahasiswa Kritik Prabowo-Gibran, Massa Orang Tua Dukung MBG Dilanjutkan

Sementara itu, Kepala Desa Cikaroya Encep Mahmudin, mengatakan keberadaan bambu tersebut memang sebatas karya dan trik, tapi banyak pihak yang menyalahartikan sehingga dikhwatirkan terjadi penyesatan.

“Kami khawatir terjadi penyesatan. Sehingga diminta untuk dihentikan. Dan sekarang sudah dibongkar,” kata Encep.

Encep berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi setiap fenomena atau benda yang ada. “Jangan sampai karena aneh dianggap bertuah atau ajaib. Karena faktanya kan itu karya seni dan trik,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan video ‘bambu ajaib’ yang diklaim bisa mengeluarkan air adanya selang. Namun ternyata bambu di halaman rumah warga di Kampung Limbangan, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Cianjur tersebut merupakan karya seni dan trik sulap.

Berita Lainnya  Tuntut Evaluasi MBG dan KDMP, Demo Mahasiswa Tutup Akses Menujul Tol Karawang Barat

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, seseorang merekam adanya bambu yang ditopang tiang dari baja ringan. Bambu yang dibentuk layaknya air mancur di Jepang itu terlihat aneh lantaran bisa mengeluarkan air tanpa adanya selang.

Warga pun banyak yang mengira jika bambu yang di ujungnya dibentuk layaknya bambu petuk sebagai bambu ajaib. Apalagi bambu yang merupakan hiasan taman di rumah Rudi (58) itu dinamai Bambu Sakti Pandanwangi.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Korupsi Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD, Kejati Jabar Periksa Wakil Bupati Indramayu

INDRAMAYU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat memeriksa Wakil Bupati Indramayu Syaefudin sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tunjangan perumahan dan transportasi...

Demo Emak-emak di Karawang: “Jangan Hentikan MBG, Anak-anak Kami Butuh Makan Bergizi”

KARAWANG - Massa aksi yang didominasi kalangan emak-emak melakukan aksi demonstrasi di depan gerbang kantor Pemkab Karawang, Rabu (24/6/2026). Massa aksi menyampaikan tuntutan menolak penghentian...

Aturan Teknis Belum Jelas, Sekolah Swasta di Purwakarta Bingung Jalankan Program SSK Dedi Mulyadi

PURWAKARTA - Sejumlah sekolah swasta di Kabupaten Purwakarta mengaku masih kebingungan menjalankan Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi...

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan