Senin, Maret 23, 2026
spot_img

Picu Kemusyrikan, ‘Bambu Ajaib’ di Cianjur Dibongkar

CIANJUR – Bambu ‘ajaib’ di halaman rumah Rudi (58) di Kampung Limbangan, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Cianjur dibongkar.

Banyaknya warga yang datang dan mengambil air dikhawatirkan menyimpang ke arah kemusyrikan, meskipun pembuat bambu tersebut mengklaim karyanya merupakan seni dan trik sulap.

Dilansir dari detikJabar, kolam yang berukuran 3×3 meter tersebut sudah kosong dan tersisa lumpur. Air mancur bambu dengan tiang penyangga dari baja ringan pun sudah tidak ada.

Rudi, pemilik rumah, mengaku membongkar air mancur bambu itu lantaran diminta oleh pemerintah desa usai karya seninya viral dan dianggap ajaib.

Bahkan banyak yang datang untuk mengambil air, meskipun dirinya sudah memasang papan pemberitahuan jika air dari bambu tersebut merupakan air biasa dan tidak ada unsur mistis.

Berita Lainnya  Stabilitas Daerah Terjaga Selama Ramadhan, Dewan Pakar KAHMI Apresiasi Bupati Aep

“Dari pemerintah desa datang, meminta untuk dibongkar. Ya saya bongkar saja,” kata Rudi, Selasa (2/7/2025).

Dia menegaskan jika bambu tersebut merupakan perpaduan seni dan teknologi, sehingga menghasilkan trik layaknya menyulap air tiba-tiba keluar dari bambu tanpa adanya selang dari sumber air.

“Ini karya seni dan trik sulap, dengan memanfaatkan teknologi. Tapi banyak yang menyalahartikan,” jelas Rudi.

Rudi mengatakan rencananya dia membuat karya serupa di tempat lain. Bahkan beberapa hari lalu ada pihak yang meminta untuk dibuatkan karya serupa di Sukabumi.

“Belum tahun kapan dan di mananya. Tapi rencananya mau buat lagi di tempat lain. Berharap yang nanti dilihatnya murni sebagai karya seni, bukan dikaitkan hal mistis,” ucapnya.

Berita Lainnya  Laskar NKRI Gelar Bukber dan Bagikan Seribu Takjil

Sementara itu, Kepala Desa Cikaroya Encep Mahmudin, mengatakan keberadaan bambu tersebut memang sebatas karya dan trik, tapi banyak pihak yang menyalahartikan sehingga dikhwatirkan terjadi penyesatan.

“Kami khawatir terjadi penyesatan. Sehingga diminta untuk dihentikan. Dan sekarang sudah dibongkar,” kata Encep.

Encep berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi setiap fenomena atau benda yang ada. “Jangan sampai karena aneh dianggap bertuah atau ajaib. Karena faktanya kan itu karya seni dan trik,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan video ‘bambu ajaib’ yang diklaim bisa mengeluarkan air adanya selang. Namun ternyata bambu di halaman rumah warga di Kampung Limbangan, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Cianjur tersebut merupakan karya seni dan trik sulap.

Berita Lainnya  Bupati dan Kapolres Berangkatkan Mudik Gratis Purwakarta

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, seseorang merekam adanya bambu yang ditopang tiang dari baja ringan. Bambu yang dibentuk layaknya air mancur di Jepang itu terlihat aneh lantaran bisa mengeluarkan air tanpa adanya selang.

Warga pun banyak yang mengira jika bambu yang di ujungnya dibentuk layaknya bambu petuk sebagai bambu ajaib. Apalagi bambu yang merupakan hiasan taman di rumah Rudi (58) itu dinamai Bambu Sakti Pandanwangi.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori Ditangkap

JAKARTA - Kasus pembunuhan tragis menimpa Dwintha Anggary, cucu dari komedian legendaris Mpok Nori. Korban ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosnya di kawasan...

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, MAKI Kritik Keras KPK

JAKARTA  - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengkritik keras sikap KPK yang mengalihkan penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah. KPK dinilai...

Gus Yaqut Menghilang di Rutan, Ternyata Jadi Tahanan Rumah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) membenarkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) tak lagi menjalani penahanan di Rumah...

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan