Selasa, Juli 14, 2026
spot_img

Pejabat Pemprov Jabar Dilantik di Kolong Tol

SUMEDANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melantik sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat di tempat yang tidak biasa: kolong jembatan tol Cileunyi-Sumedang, tepatnya di kawasan yang kerap dianggap kumuh di jalur Cilengkrang menuju Sumedang, Rabu (2/7/2025).

Bukan tanpa alasan, Dedi memilih lokasi itu untuk mengirim pesan moral kepada para birokrat yang baru dilantik.

“Yang pertama barangkali menjadi aneh, kenapa saya ngajak ke sini? Sebenarnya saya ngajak ke sini untuk ingetin semua,” kata Dedi dalam sambutannya dikutip dari akun YouTube Lembur Pakuan Channel, dilansir dari KompasCom, Kamis (3/7/2025).

Dedi menyoroti kondisi wilayah kanan jalan yang terlihat kumuh, dipenuhi warung liar, sampah berserakan, dan parkir kendaraan sembarangan. Padahal, kawasan itu merupakan wilayah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Berita Lainnya  Ono Surono dan Dedi Mulyadi Sependapat Tak Perlu Ada Perubahan Nama Jawa Barat Menjadi Tatar Sunda

“Saya bilang, jangan ngomong pekerjaan, jangan ngomong kewenangan. Ini wilayah provinsi Jawa Barat, yuk kita benahi rame-rame,” ujarnya.

Menurut Dedi, seorang birokrat di pemerintahan provinsi tidak cukup hanya menjadi regulator pasif. Mereka harus bergerak dan menggerakkan perubahan.

“Regulator itu artinya dia bergerak. Kalau yang digerakannya macet, maka kita harus ambil inisiatif untuk menyelesaikan,” tegasnya.

Ia pun memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk mendata seluruh jalan nasional di Jawa Barat yang tampak kumuh dan tidak terawat. Dedi ingin ada langkah nyata untuk menata kembali wajah Jawa Barat.

Berita Lainnya  Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

“Nanti akan ada petugas yang membersihkan, dan sebagian lagi ada patroli marinir. Saya ingin Jawa Barat kembali sesuai dengan fitrah penciptaannya,” kata Dedi.

Dalam pidatonya yang emosional, Dedi mengungkapkan kecintaannya pada tanah Sunda. Ia menggambarkan Jawa Barat sebagai sepenggal surga yang diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum.

Namun, menurutnya, keserakahan dan kelalaian manusia telah mengubah keindahan itu menjadi kekacauan.

“Jawa Barat itu diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum. Tapi oleh kita, tanah surga ini dijadikan neraka. Jalannya rusak, drainasenya mampet, sungainya kotor, got-gotnya hitam, orang-orangnya bertengkar tiap hari,” ujar Dedi.

Berita Lainnya  KPK Pelototi Rp355 Miliar Pokir DPRD Karawang: 'Jangan Sampai Ada Kesepakatan Politik dalam Pemerintahan'

Melalui pelantikan di tempat yang penuh pesan simbolis itu, Dedi berharap para pejabat yang baru diangkat tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi mampu meresapi tanggung jawab sebagai pelayan rakyat yang harus memulihkan kembali keindahan dan ketertiban tanah Jawa Barat.

“Saya gak bisa hanya mimpi. Saya harus mengembalikan. Kembali Jawa Barat-nya. Kembali manusianya,” tutupnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sakit Hati karena Sering Di-bully, Siswa ini Ledakan Bom Rakitan di Lingkungan Sekolah

PADANG - Diduga menyimpan dendam karena sering mendapatkan perundungan atau bullying dari temannya, R (17) siswa MAN 3 Padang - Sumatera Barat, meledakan bom...

KPK Dalami Aliran Dana Rp100 juta ke Gus Miftah dalam Kasus Korupsi Proyek JGSS

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengusut Miftah Maulana Habiburrohman atau Gus Miftah yang diduga menerima Rp 100 juta dari proyek pembangunan jalur...

Polisi Tangkap Pelaku Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah – Jaksel

JAKARTA - Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku pria berinisial MY...

2 Saksi Ahli Nilai Penangkapan Ade Kunang Tidak Penuhi Karakteristik OTT

BANDUNG - Dua saksi ahli dihadirkan tim penasihat hukum Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang alias Abah Kunang, di persidangan...

Diduga Terlibat Kasus Asusila, Maskar Desak Bupati Karawang Copot Kadishub Muhana

KARAWANG - Beberapa orang yang mengatasnamakan gerakan Masyarakat Karawang (Maskar), melakukan aksi demonstrasi dan orasi di depan kantor Bupati Karawang, Senin (13/7/2026). Beberapa orang ini...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan