Selasa, Oktober 27, 2026
Google search engine

Pejabat Pemprov Jabar Dilantik di Kolong Tol

SUMEDANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melantik sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat di tempat yang tidak biasa: kolong jembatan tol Cileunyi-Sumedang, tepatnya di kawasan yang kerap dianggap kumuh di jalur Cilengkrang menuju Sumedang, Rabu (2/7/2025).

Bukan tanpa alasan, Dedi memilih lokasi itu untuk mengirim pesan moral kepada para birokrat yang baru dilantik.

“Yang pertama barangkali menjadi aneh, kenapa saya ngajak ke sini? Sebenarnya saya ngajak ke sini untuk ingetin semua,” kata Dedi dalam sambutannya dikutip dari akun YouTube Lembur Pakuan Channel, dilansir dari KompasCom, Kamis (3/7/2025).

Dedi menyoroti kondisi wilayah kanan jalan yang terlihat kumuh, dipenuhi warung liar, sampah berserakan, dan parkir kendaraan sembarangan. Padahal, kawasan itu merupakan wilayah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Berita Lainnya  Gagal Dapat Pinjaman Rp3,4 Triliun, Dedi Mulyadi Siapkan Opsi Tunda Bayar Proyek Pembangunan

“Saya bilang, jangan ngomong pekerjaan, jangan ngomong kewenangan. Ini wilayah provinsi Jawa Barat, yuk kita benahi rame-rame,” ujarnya.

Menurut Dedi, seorang birokrat di pemerintahan provinsi tidak cukup hanya menjadi regulator pasif. Mereka harus bergerak dan menggerakkan perubahan.

“Regulator itu artinya dia bergerak. Kalau yang digerakannya macet, maka kita harus ambil inisiatif untuk menyelesaikan,” tegasnya.

Ia pun memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk mendata seluruh jalan nasional di Jawa Barat yang tampak kumuh dan tidak terawat. Dedi ingin ada langkah nyata untuk menata kembali wajah Jawa Barat.

Berita Lainnya  Wapres Gibran : "Kalau Saya Gak Lulus SMA, Gak Mungkin Saya Bisa Kuliah"

“Nanti akan ada petugas yang membersihkan, dan sebagian lagi ada patroli marinir. Saya ingin Jawa Barat kembali sesuai dengan fitrah penciptaannya,” kata Dedi.

Dalam pidatonya yang emosional, Dedi mengungkapkan kecintaannya pada tanah Sunda. Ia menggambarkan Jawa Barat sebagai sepenggal surga yang diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum.

Namun, menurutnya, keserakahan dan kelalaian manusia telah mengubah keindahan itu menjadi kekacauan.

“Jawa Barat itu diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum. Tapi oleh kita, tanah surga ini dijadikan neraka. Jalannya rusak, drainasenya mampet, sungainya kotor, got-gotnya hitam, orang-orangnya bertengkar tiap hari,” ujar Dedi.

Berita Lainnya  Prabowo : "Saya Tidak Mau Jadi Presiden, Rakyat Saya Miskin Terus, Malu Saya"

Melalui pelantikan di tempat yang penuh pesan simbolis itu, Dedi berharap para pejabat yang baru diangkat tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi mampu meresapi tanggung jawab sebagai pelayan rakyat yang harus memulihkan kembali keindahan dan ketertiban tanah Jawa Barat.

“Saya gak bisa hanya mimpi. Saya harus mengembalikan. Kembali Jawa Barat-nya. Kembali manusianya,” tutupnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Korupsi hingga TPPU, Mantan Bupati Gowa Resmi Ditahan

GOWA - Mantan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, resmi ditahan oleh penyidik Subdit III Tipidkor Polda Sulawesi Selatan pada Senin, 26 Oktober 2026. Setelah menjalani...

PSSI Kecam Keras Penyerangan yang Tewaskan Bobotoh di Bogor, Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku

JAKARTA - Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora, Erick Thohir, mengecam keras insiden penyerangan yang menewaskan seorang suporter Persib Bandung (Bobotoh) berinisial ARK (16 tahun)...

Polisi Amankan Pelaku Pembacokan Remaja Bobotoh Bogor

BOGOR - Polres Bogor bergerak cepat mengamankan pelaku yang terlibat dalam tewasnya seorang remaja Bobotoh berinisial ARK yang ditemukan bersimbah darah di Jalan Raya...

Istri dan Anak Asal Bogor Dibunuh Suami Siri, Dicekik – Dibakar hingga Dimasukan ke Penggilingan Daging

MADIUN - Dwi Bagus Martono, pelaku pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anak laki-lakinya yang berinisial AGEF (4), asal Kabupaten Bogor, ditangkap polisi. Kedua...

Polisi Selidiki Tewasnya Remaja Bobotoh Bogor, Minta Warga Beri Informasi Sekecil Apapun untuk Percepat Proses Hukum

BOGOR - Menanggapi insiden tewasnya seorang remaja Bobotoh berinisial ARK (16) yang diduga menjadi korban pembacokan dan penghadangan di Jalan Raya Jakarta-Bogor usai menonton...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan