Sabtu, Oktober 31, 2026
Google search engine

Mobil Anggota DPRD Karawang Dirampas Debt Collector, Kok Bisa?

KARAWANG – Aksi penarikan paksa kendaraan di jalan raya kembali terjadi. Kali ini, mobil dinas milik Anggota DPRD Kabupaten Karawang sekaligus Ketua DPD PAN Karawang, Asep Supriatna (Asbah), dirampas oleh belasan orang yang mengaku sebagai debt collector dari ACC Finance.

Peristiwa tersebut berlangsung di halaman minimarket depan Indogrosir, Jalan Lingkar Tanjungpura, Karawang, pada Jumat (7/8/2026) siang.

Kendaraan jenis Kijang Innova bernomor polisi T 1553 KP milik korban diadang oleh tiga unit mobil dan dikepung sekitar 10 orang berbadan tegap.

Berita Lainnya  Korupsi Tunjangan DPRD, Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu

Dibawah ancaman dan intimidasi psikologis, korban terpaksa menyerahkan kunci kendaraan sebelum para pelaku membawa kabur mobil tersebut ke arah Telukjambe Barat.

Merespons aksi premanisme tersebut, korban bersama tim kuasa hukum dari LBH JalaPaksi mengambil langkah hukum tegas melalui dua jalur sekaligus:

Laporan Pidana dilakukan dengan menyerahkan kasus perampasan dan intimidasi ke Polresta Karawang pada Sabtu (8/8/2026).

Pelaku terancam Pasal 482 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) tentang perampasan dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara.

Berita Lainnya  Polisi Pamerkan Wajah Pelaku Pembacokan Bobotoh Bogor, Wartawan yang Kesal Keplak Kepala Pelaku

Sementara gugatan perdata dilakukan dengan menggugat perusahaan pembiayaan ke Pengadilan Negeri Karawang (Perkara No: 138/Pdt.G/2026/PN Kwg).

Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 10 September 2026.

Kuasa hukum korban, Fajar Ramadhan, S.H., menegaskan bahwa tindakan penarikan paksa di jalan raya merupakan tindak pidana murni.

Ia merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi No. 18/PUU-XVII/2019, yang melarang keras pihak leasing menyita eksekusi jaminan fidusia secara sepihak tanpa adanya penetapan Pengadilan Negeri atau kesepakatan wanprestasi secara sukarela dari debitur.

Berita Lainnya  Buka Rok Siswa dan Pegang Kemaluan, Guru Agama Nyaris Diamuk Wali Murid hingga Diamankan Polisi

Selain menempuh jalur pidana dan perdata, Asep Supriatna bersama DPRD Karawang juga mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan sanksi administratif dan operasional yang tegas terhadap perusahaan pembiayaan yang memanfaatkan pihak ketiga bermental preman.***

Sumber : mattanews.coo

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Terlihat Keren Saat Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bareng Raffi Ahmad, Eh…! Ternyata Mahasiswa Bayaran

JAKARTA - Sosok pria viral bernama asli Bayu Setiadi, yang sebelumnya mengaku sebagai mahasiswa Universitas Dian Nusantara (Undira), akhirnya menyampaikan permohonan maaf. Pria yang sebelumnya...

Menkes Ungkap Kopdes akan Beroperasi sebagai Klinik Pratama, Bisa Pakai BPJS Kesehatan

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi bahwa unit usaha klinik kesehatan dan apotek di Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dirancang untuk...

Polisi Pamerkan Wajah Pelaku Pembacokan Bobotoh Bogor, Wartawan yang Kesal Keplak Kepala Pelaku

BOGOR - Polres Bogor akhirnya memamerkan wajah pelaku MR (29) dan barang bukti celurit yang digunakan untuk membacok ARK (16), remaja Bobotoh asal Bogor...

Warga Kembali Terpapar Gas Kaustik, LBH Cakra Indonesia Desak PT. Pindo Deli 2 Diproses Pidana Korporasi

KARAWANG - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra Indonesia mengecam keras insiden berulangnya paparan gas beracun akibat reaksi dekomposisi bahan kimia Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) di...

Lagi, Gas Kaustik PT. Pindo Deli 2 Bocor, Puluhan Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

KARAWANG - Dugaan insiden kebocoran gas atau bahan kimia dari PT Pindo Deli 2 kembali terjadi dan menyebabkan puluhan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan