KARAWANG – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karawang juga mendesak, agar Pemkab Karawang segera menutup total Tempat Hiburan Malam (THM) Theatre Night Mart di Jalan Tuparev.
PCNU Karawang menegaskan, jika sejak awal lembaganya yang kali pertama menolak keberadaan THM di Jalan Tuparev.
Pasalnya, selain menjadi pusat perdagangan yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan usia, THM di Jalan Tuparev yang saat ini sarat kontroversi tersebut juga berdekatan dengan gereja, lembaga pendidikan, pemukiman warga hingga jalur menuju masjid agung.
“Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya (kekuasaannya). Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya (nasihat/lisan). Dan jika ia tidak mampu juga, maka dengan hatinya (mengingkari dalam hati), dan itulah selemah-lemahnya iman,” tutur KH. Agus Fudholi, M.Pd, Sekretaris PCNU Karawang, saat menguti HR. Muslim, saat mengawali pernyataanya kepada Redaksi Opiniplus.com, Senin (8/6/2026).
Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Karawang ini mengingatkan, agar para ‘umaro’ di lingkungan Pemkab Karawang lebih berhati-hati dalam setiap mengeluarkan kebijakan. Karena diingatkannya, setiap kebijakan pemerintah yang melegalkan kemaksiatan, maka bisa menjadi ‘dosa jariyah’ bagi setiap stake holder yang terlibat di dalamnya.
“Maka kami tegaskan pilihannya cuma dua, tutup total Theatre Night Mart atau kami yang akan mengepung sendiri dengan cara melakukan aksi massa,” tegas Kyai Fudholi.
Sementara pada Senin (8/6/2026), sekitar pukul 13.45 WIB, terpantau pihak manajemen Theatre Night Mart sedang memenuhi panggilan Satpol PP Karawang untuk memberikan klarifikasi, terkait video viral aktivitas muda-mudi diduga LGBT yang sedang berjoget-joged yang ‘katanya’ sedang melakukan ‘pesta gay’.***
Ket foto : Sekretaris PCNU Karawang, KH. Agus Fudholi – Kasatpol PP Karawang, Basuki.










