KARAWANG – Kurang dari 2 x 24 jam, akhirnya pihak kepolisian dari Polres Karawang berhasil meringkus pelaku pembunuhan AF (15), pelajar SMK asal Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang jasadnya ditemukan di bantaran Sungai Citarum pada Senin (11/5/2026) lalu.
Sebelumnya beredar isu hoaks jika AF merupakan korban bentrokan antara Bobotoh dengan The Jak Mania, pasca laga Persib Bandung kontra Persija Jakarta.
Pasalnya sebelum ditemukan tewas, korban diketahui berpamitan kepada keluarganya untuk nonton bareng (nobar) Persib kontra Persija bersama teman-temannya. Dan secara kebetulan, saat jasad korban ditemukan dalam kondisi memakai sweater berwarna biru yang padahal bukan jersey Persib maupun Bobotoh.
Akhirnya, kabar tewasnya korban banyak menimbulkan spekulasi dan berujung kabar hoak, khususnya di beranda-beranda media sosial.
Namun demikian, pihak Polres Karawang menegaskan bahwa kasus pembunuhan dengan senjata tajam ini murni merupakan motif ekonomi yang tidak ada kaitannya dengan peristiwa bentrok Bobotoh dengan The Jak Mania.
Pasalnya, pelaku merupakan teman satu sekolah korban yang saat itu justru dijemput korban menggunakan sepeda motor, sebelum keduanya berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Motif sementara yang berhasil kami ungkap adalah faktor ekonomi, di mana pelaku ingin menguasai kendaraan milik korban,” ungkap Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, saat konferensi pers, Kamis (14/5/2026).
Dalam kesempatan konferensi pers ini, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh juga hadir untuk menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran Polres Karawang dalam mengungkap kasus tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa peristiwa ini murni dilatarbelakangi motif ekonomi dan bukan berkaitan dengan konflik kelompok maupun suporter sepak bola.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang, kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak,” ujar Bupati Karawang.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan kepolisian, guna menjaga situasi keamanan dan memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan adil.

Bobotoh Diimbau Tak Mudah Termakan Kabar Hoaks di Medsos
Dikesempatan berbeda, Ketua Viking Karawang, Rai Kandika Abadi juga mengapresiasi kinerja kepolisian yang sudah berhasil menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik kasus pembunuhan ini.
Karena sejak ditemukan jasad korban, ia mengaku khawatir dengan banyaknya spekulasi kabar di media sosial yang mengaitkan kasusnya dengan peristiwa bentrok Bobotoh dengan The Jak Mania.
Rai juga menegaskan jika korban bukan merupakan anggotanya (Bobotoh, red). Yaitu dimana korban tidak memiliki KTA Bobotoh, dan hanya secara kebetulan memakai sweater berwarna biru saat jasadnya ditemukan.
“Jauh-jauh hari kami sudah konfirmasi ke pihak keluarga korban dan teman-teman Bobotoh di Batujaya. Kami tegaskan korban bukan merupakan Bobotoh,” tegas Rai, saat dikonfirmasi via telpon.
“Karenanya, saya mengimbau kepada semuanya (bukan hanya Bobotoh), ke depan jangan mudah terprovokasi atau termakan isu hoaks yang beredar di medsos. Jika terjadi kejadian seperti ini, sebaiknya tunggu informasi resmi dari pihak kepolisian. Jangan mudah berspekulasi yang berujung hoaks,” timpalnya.
Rai juga menegaskan jika rivalitas antar suporter sepak bola merupakan hal wajar. Namun demikian, ia berhadap jika rivalitas tersebut cukup 2 x 45 menit di dalam lapangan. Selebihnya, semua suporter sepak bola harus menjaga sportivitas, kondusivitas dan persaudaraan.
“Terakhir, saya juga ingin mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban. Kita doakan bersama, agar almarhum ditempatkan di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan,” ucapnya.
Pendiri Viking Karawang, Roni Bocunk menegaskan, bahwa pengungkapan kasus pembunuhan pelajar ini oleh pihak kepolisian ini menjadi bukti bahwa seharusnya sudah tidak ada lagi stereotif dari masyarakat tentang suporter sepak bola. Oleh karenanya, ia mengimbau agar setiap Bobotoh bisa menjaga sportivitas dan kondusivitas dimana pun Persib Bandung berlaga.
Bocunk menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kinerja kepolisian yang dalam waktu singkat berhasil mengungkap kasus pembunuhan pelajar di Batujaya ini.
Bocunk juga menghimbau kepada semua pihak agar tidak mudah termakan kabar hoaks di medsos, sebelum dapat memastikan kebenaran informasinya. Terlebih, kabar hoaks tersebut berkaitan dengan suporter sepak bola yang dapat memicu konflik antar suporter.
“Maka sekarang saya meminta agar semua pihak yang pernah mem-posting informasi kasus pembunuhan ini yang dikaitan dengan peristiwa bentrok suporter, agar dihapus postingannya. Karena hari ini pihak kepolisian sudah mengungkap fakta kasus pembunuhannya,” tegasnya.
“Tidak lupa saya juga ingin mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban. Ya, sekarang mah tinggal kita doakan saja yang terbaik baik almarhum,” tutup Bocunk.***
Kef foto headline : Ketua Viking Karawang Rai Kandika Abadi – Pendiri Viking Karawang Roni Bocung – Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh.










