Kamis, Juni 11, 2026
spot_img

Hari Tari Sedunia, Ribuan Penari Padati Kawasan CFD Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu (26/4/2026) pagi tadi berubah menjadi panggung seni raksasa.

Ribuan penari dari berbagai komunitas tumpah ruah, mengubah area olahraga mingguan tersebut menjadi lautan manusia yang sarat dengan energi budaya.

Aksi tari kolosal ini digelar dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia. Tak hanya sekadar olahraga, suasana CFD kali ini benar-benar hidup dengan irama tradisional yang dibalut sentuhan modern.

Puncak kemeriahan terjadi saat penampilan tari Ronggeng Nyentrik dipentaskan. Gerakan yang enerjik, ekspresif, dan penuh karakter berhasil mencuri perhatian ribuan pengunjung.

Berita Lainnya  FORDAS Cilamaya Berbunga Ajak MUI dan Ormas Islam 'Dakwahkan' Kampanye Lingkungan Hidup Lewat Khutbah Jumat

Warga yang tadinya asyik berolahraga atau sekadar berjalan santai, tampak rela berhenti sejenak untuk mengabadikan momen dan ikut larut dalam irama.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama Wakil Wali Kota, Abdul Harris Bobihoe, tampak hadir di tengah kerumunan memberikan apresiasi langsung kepada para penampil.

“CFD hari ini kita isi dengan energi budaya. Ini bukti bahwa Bekasi tidak hanya hidup secara fisik, tetapi juga kaya secara budaya,” ujar Tri Adhianto di sela-sela kegiatan.

Tri Adhianto menegaskan bahwa Ronggeng Nyentrik adalah salah satu aset warisan budaya yang akan terus dikawal oleh Pemkot Bekasi. Tak hanya berhenti di panggung pertunjukan, pemerintah kini tengah merancang ruang pelestarian yang lebih permanen.

Berita Lainnya  ASN Karawang Manfaatkan WFH untuk Liburan ke Luar Kota, Askun : "Sekda Mana Taringmu"

“Kami berkomitmen menghadirkan ruang pelestarian, seperti perpustakaan dan museum budaya. Ini penting sebagai penguatan identitas daerah agar generasi muda tidak kehilangan akar budayanya,” tambahnya.

Antusiasme warga pagi ini menjadi bukti bahwa ruang publik seperti CFD memiliki potensi besar untuk menjadi wadah interaksi sosial dan pelestarian nilai-nilai lokal. Bagi Tri, budaya adalah nyawa yang mampu mempererat kebersamaan di tengah pesatnya pembangunan Kota Bekasi.

“Budaya mampu menghidupkan ruang publik dan menjadi identitas kuat bagi Bekasi sebagai kota yang terus bergerak dan berkembang,” pungkasnya.

Berita Lainnya  40 Kios dan Bangli di Kawasan Puncak Cianjur Ditertibkan, Emosi Pedagang Mereda Setelah KDM Janji Berikan Kompensasi Rp 10 Juta

Hingga menjelang siang, kemeriahan CFD masih terasa. Jalan Ahmad Yani yang biasanya dipenuhi pelari dan pesepeda, kali ini menyisakan kesan manis tentang bagaimana identitas lokal tetap bisa eksis di tengah hiruk-pikuk kota industri.***

Sumber : gobekasi.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kasus Dugaan Gratifikasi Anne Ratna Mustika, LM Kembali Diperikza Kejari Purwakarta

PURWAKARTA – Mantan anggota DPRD Purwakarta berinisial LM kembali menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Senin (9/6/2026). Pemeriksaan terhadap LM berlangsung cukup lama. Ia...

Dugaan Penyimpangan Revitalisasi Pasar Kranji Baru Dilaporkan ke Kejari Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Berlarut-larutnya revitalisasi Pasar Kranji Baru membuat para pedagang resah. Para pedagang yang tergabung dalam Rukun Warga Pasar Kranji Baru menilai terdapat...

Pemkot Bekasi Larang ASN ‘Ngonten’ Pakai Seragam dan Atribut Dinas

KOTA BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran (SE) untuk aparatur sipil negara (ASN). Isinya terkait larangan ASN Pemkot Bekasi membuat konten mengenakan...

Polres Karawang Amankan 5 Pemuda dalam ‘Video Viral Pesta Gay’ di Theatre Night Mart

KARAWANG - Pasca viral video diduga pesta gay sekelompok pemuda di Theatre Night Mart - tempat hiburan malam di Jalan Tuparev Karawang - Jawa...

Desak ‘THM Sarang Maksiat’ Ditutup Total, Santri Pondok Pesantren Bakal Kepung Kantor Bupati Karawang

KARAWANG - Jamiyyah Nahdatul Ulama (JNU) mendesak agar Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh segera menutup total Tempat Hiburan Malam (THM) yang diduga menjadi sarang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan