Selasa, Juni 2, 2026
spot_img

Diduga Jadi Korban Perampokan, Nenek di Subang Tewas dalam Kondisi Tangan dan Kaki Terikat

SUBANG – Suasana tenang di kawasan Pantura Subang mendadak berubah menjadi kepanikan ketika kabar penemuan sesosok mayat menyebar cepat di Dusun Rancaudik, Desa Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan.

Warga dibuat geger oleh kondisi korban yang ditemukan tak bernyawa di dalam kamar rumahnya, dengan tangan dan kaki terikat.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/4) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Malam yang seharusnya sunyi berubah menjadi mencekam saat suami korban pulang dari menghadiri acara syukuran haji.

Alih-alih disambut seperti biasa, ia justru mendapati istrinya, Tarsiah (72), telah tergeletak tak bernyawa di atas kasur.

Kondisinya mengenaskan, tangan dan kaki terikat menggunakan kain kerudung, bahkan tubuhnya sempat tertutup kasur, memperkuat dugaan adanya kekerasan sebelum kematian.

Berita Lainnya  Rebutan Pacar, Pelajar SMP di Bekasi Tewas Ditusuk Usai Saling Tantang di Medsos

Keesokan harinya, Kamis (16/4/2026), petugas Inafis Polres Subang turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara lanjutan.

Polisi masih bekerja mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mengungkap misteri di balik kematian korban.

“Masih dalam penyelidikan, mohon doanya,” ujar Kasi Humas Polres Subang, AKP Edi Juhedi singkat.

Kesaksian warga sekitar menambah nuansa pilu dari kejadian ini. Ketua RT setempat, Masliah, mengaku mendapat kabar tersebut menjelang tengah malam dan langsung menuju rumah korban.

Berita Lainnya  Dugaan Pencabulan Anak di Karawang, Kuasa Hukum Minta Polisi Segera Tetapkan Tersangka dan Tahan Terduga Pelaku

“Saya dibangunin jam 11 malam, disuruh lihat istri pak haji (korban) pas ke sana sudah meninggal, kata pak haji tangan dan kakinya terikat, tertutup kasur juga, kematiannya tak wajar,” ujarnya.

Dugaan sementara mengarah pada aksi perampokan yang disertai pembunuhan. Kondisi rumah yang berantakan serta hilangnya uang tunai sekitar Rp30 juta dan perhiasan emas seberat kurang lebih 50 gram memperkuat indikasi tersebut.

Pelaku diduga memanfaatkan situasi rumah yang sepi untuk melancarkan aksinya.

“Lemari acak-acakan, katanya uang tunai dan perhiasan sudah hilang dirampok,” kata Masliah.

Tangis Keluarga Korban

Duka mendalam menyelimuti keluarga korban. Tangis pecah di sekitar rumah, sementara rasa takut dan cemas menyelimuti warga sekitar. Ratnengsih, anak tiri korban, bahkan tak kuasa menahan kesedihan saat mencoba memahami apa yang terjadi.

Berita Lainnya  Viral Ibu Menangis karena Anaknya Ditangkap dan Dimintai Duit oleh Oknum Polisi, ini Perkembangan Kasusnya

“Gak tau, saya enggak boleh lihat sama anak,” ujarnya dengan suara bergetar.

Hingga Kamis siang, garis polisi masih terpasang di rumah korban yang kini tertutup rapat. Aparat dari Polsek Binong dan Polres Subang terus melakukan penyelidikan intensif.***

Sumber : Detik.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

LBH Arya Mandalika Desak Kejagung Tetapkan P21 Kasus Ijazah Jokowi

JAKARTA - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arya Mandalika menyatakan sikap tegas dan mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), agar segera menetapkan status P21...

PERADI Minta Kejari Kembalikan Duit Sitaan Rp 101 Miliar ke Kas Daerah, Askun : “Jangan Langsung ke Rekening Petrogas”

KARAWANG - Praktisi hukum dan pengamat kebijakan, Asep Agustian, SH., MH., meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk mengembalikan Rp 101 miliar 'uang sitaan' kasus...

Tokoh Muda Golkar Dorong ‘Mas Bahlil Ganteng’ Nyapres 2029

KARAWANG - Fenomena lagu viral MBG = Mas Bahlil Ganteng bertajuk 'My Little Bolu Ketan' masih menjadi tranding penggunaan backsoun di media sosial. Tokoh Muda...

Mantan Caleg di Cirebon Paksa Seorang Kakek Berhubungan Sesama Jenis, Pelaku Rekam Adegan untuk Konten Asusila

CIREBON - Dua kali gagal menjadi wakil rakyat, H (43) seorang mantan calon legislatif (caleg) yang berdomisili di Kecamatan Kejaksan - Kota Cirebon, terpaksa...

KPK Bongkar ‘Politik Outsourching’ Bupati Pekalongan

JAKARTA - Modus 'politik outsourcing' Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq diungkap KPK. Fadia disebut memanfaatkan ketergantungan pekerjaan dari pegawai outsourcing untuk kepentingan politiknya. "Dari penyidikan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan