Jumat, Agustus 7, 2026
spot_img

Polda Metro Jaya Ikut Selidiki, Rieke Ajukan Perlindungan Keluarga Korban ke LPSK

KOTA BEKASI – Polda Metro Jaya ikut menyelidiki kasus Ermanto Usman (65) yang tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya di perumahan Prima Lingkar Asri, Kota Bekasi, pada Senin (2/3) dini hari.

“Benar, saat ini Polres Metro Bekasi Kota bersama Subdit Jatanras dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya tengah melaksanakan penyelidikan terkait kasus tersebut,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, saat dikonfirmasi, dilansir dari Kumparan, Selasa (3/3/2026).

“Kami menyampaikan duka cita kepada keluarga korban, semoga pelaku segera dapat ditangkap,” tambahnya.

Budi menyebut saat ini pihak tengah mengumpulkan fakta-fakta di lapangan untuk mengungkap siapa pelakunya.

“Terkait motif, hingga saat ini masih dalam pendalaman. Fokus utama tim saat ini adalah mengumpulkan fakta, mengungkap pelaku, dan melakukan penangkapan,” kata dia.

Kasus ini sendiri bermula saat anak bungsu korban heran kedua orang tuanya tak membangunkannya sahur. Ia pun mengetuk pintu kamar Ermanto dan istri yang terkunci.

Berita Lainnya  Spektakuler! Survei LSI Sebut Tingkat Kepuasan Publik Atas Kinerja KDM Tembus 95,4%

Setelah jendela kamar yang menghadap garasi dipecahkan, rupanya Ermanto sudah dalam keadaan bersimbah darah di atas kasur. Sementara, istrinya Pasmilawati (60) tergeletak bersimbah darah di lantai dalam keadaan kritis.

Saat ini, belum diketahui apakah peristiwa ini merupakan pembunuhan atau perampokan. Menurut informasi dari keluarga, barang yang hilang hanyalah dua kunci mobil dan handphone pasutri tersebut.

Rieke Ajukan Perlindungan Keluarga Korban ke LPSK

Sementara dilansir dari gobekasi.id, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memastikan akan segera memberikan perlindungan kepada keluarga korban pembunuhan Ermanto Usman.

Ketua LPSK, Achmadi, menyatakan pihaknya telah menerima permohonan perlindungan yang diajukan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi XIII sekaligus Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia, Rieke Diah Pitaloka.

“Permohonan perlindungan yang masuk ke LPSK akan kita tindak lanjuti, dan LPSK siap memberikan perlindungan, pemenuhan hak, serta bantuan kepada saksi dan atau korban sesuai ketentuan aturan yang berlaku,” ujar Achmadi di kantor LPSK, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Berita Lainnya  Ayah yang Aniaya Anak Kandung di Bandung Barat Sudah Ditangkap Polisi, Motifnya Bikin Geleng-geleng Kepala

Achmadi menambahkan, LPSK juga telah melakukan langkah awal dengan berkoordinasi langsung dengan pimpinan satuan kepolisian yang menangani perkara tersebut.

Ia menekankan bahwa proses pengungkapan kasus harus dilakukan secara tepat dengan mengedepankan metode Scientific Crime Investigation agar fakta-fakta yang ada dapat terungkap secara akurat.

“Tentu perkara ini kita semua berharap mendorong agar dilakukan penanganan pengungkapan secara tepat dan juga mendasari pada scientific crime investigation. Ini penting untuk mengungkap sebuah perkara dengan tepat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Rieke menjelaskan bahwa korban Ermanto Usman (65) merupakan pensiunan Jakarta International Container Terminal (JICT) yang juga pernah bergabung dalam keluarga besar Serikat Pekerja JICT di bawah naungan konfederasinya.

Menurut Rieke, dirinya bersama pimpinan serikat pekerja dan kuasa hukum korban mendatangi LPSK untuk mengajukan permohonan perlindungan bagi keluarga korban.

Berita Lainnya  Demi Beli Sabu, Satpam di Tangsel Nekat Gasak Ribuan Ompreng MBG

“Saya didampingi pimpinan Serikat JICT dan juga ada kuasa hukum korban, pagi hari ini mengantar, meminta perlindungan untuk keluarga korban,” ujarnya.

Ia berharap LPSK dapat memberikan pendampingan psikologis maupun klinis kepada keluarga korban, khususnya kepada dua anak korban, termasuk anak bungsu yang berada di lokasi saat peristiwa tragis tersebut terjadi.

Selain itu, permohonan perlindungan juga diajukan untuk istri korban yang saat ini masih dalam kondisi kritis di rumah sakit, serta empat anak korban beserta menantunya.

“Totalnya kami minta perlindungan terutama untuk istri korban yang sekarang masih dalam keadaan kritis di rumah sakit, untuk empat orang anak dan menantunya, dan siapapun yang berkorelasi dekat dengan korban,” tutur Rieke.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ratusan Senjata Api, Narkoba hingga VCD Porno Ditemukan di Ruangan Sekolah Swasta di Jaksel

JAKARTA - Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di sebuah ruangan sekolah swasta wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan...

Alami Muntah-muntah, Puluhan Siswa SDN 01 Ciherang – Bogor Diduga Keracunan MBG

BOGOR - Lebih dari 20 siswa dan seorang guru di SDN 01 Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, mengalami muntah-muntah usai menyantap menu Makan Bergizi...

Polda Jabar Tangkap Pelaku Manipulasi Gambar Presiden Prabowo, Terancam 12 Tahun Penjara

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jabar mengungkap tindak pidana identity theft atau manipulasi data terhadap gambar Presiden Prabowo Subianto menggunakan teknologi Artificial Intelligence...

Sambil Bawa Pelaku, Polisi Sisir Kali Licin Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi

DEPOK - Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya turun ke Kali Licin, Cipayung, Depok, untuk mencari potongan kaki korban mutilasi pria berinisial K...

Diduga Terlibat Kasus Perselingkuhan, 2 Guru SMKN 1 Mempawah Diteriaki Siswanya Saat Diamankan Polisi

MEMPAWAH - Tak kurang dari 700 siswa-siswi SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan