Minggu, Juni 14, 2026
spot_img

Polda Metro Jaya Ikut Selidiki, Rieke Ajukan Perlindungan Keluarga Korban ke LPSK

KOTA BEKASI – Polda Metro Jaya ikut menyelidiki kasus Ermanto Usman (65) yang tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya di perumahan Prima Lingkar Asri, Kota Bekasi, pada Senin (2/3) dini hari.

“Benar, saat ini Polres Metro Bekasi Kota bersama Subdit Jatanras dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya tengah melaksanakan penyelidikan terkait kasus tersebut,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, saat dikonfirmasi, dilansir dari Kumparan, Selasa (3/3/2026).

“Kami menyampaikan duka cita kepada keluarga korban, semoga pelaku segera dapat ditangkap,” tambahnya.

Budi menyebut saat ini pihak tengah mengumpulkan fakta-fakta di lapangan untuk mengungkap siapa pelakunya.

“Terkait motif, hingga saat ini masih dalam pendalaman. Fokus utama tim saat ini adalah mengumpulkan fakta, mengungkap pelaku, dan melakukan penangkapan,” kata dia.

Kasus ini sendiri bermula saat anak bungsu korban heran kedua orang tuanya tak membangunkannya sahur. Ia pun mengetuk pintu kamar Ermanto dan istri yang terkunci.

Berita Lainnya  Polda Jabar Bongkar Sidikat Penipuan Titik Proyek SPPG

Setelah jendela kamar yang menghadap garasi dipecahkan, rupanya Ermanto sudah dalam keadaan bersimbah darah di atas kasur. Sementara, istrinya Pasmilawati (60) tergeletak bersimbah darah di lantai dalam keadaan kritis.

Saat ini, belum diketahui apakah peristiwa ini merupakan pembunuhan atau perampokan. Menurut informasi dari keluarga, barang yang hilang hanyalah dua kunci mobil dan handphone pasutri tersebut.

Rieke Ajukan Perlindungan Keluarga Korban ke LPSK

Sementara dilansir dari gobekasi.id, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memastikan akan segera memberikan perlindungan kepada keluarga korban pembunuhan Ermanto Usman.

Ketua LPSK, Achmadi, menyatakan pihaknya telah menerima permohonan perlindungan yang diajukan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi XIII sekaligus Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia, Rieke Diah Pitaloka.

“Permohonan perlindungan yang masuk ke LPSK akan kita tindak lanjuti, dan LPSK siap memberikan perlindungan, pemenuhan hak, serta bantuan kepada saksi dan atau korban sesuai ketentuan aturan yang berlaku,” ujar Achmadi di kantor LPSK, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Berita Lainnya  Proyek SPPG Mandek, Investor di Sukabumi Merugi Rp 218 Miliar

Achmadi menambahkan, LPSK juga telah melakukan langkah awal dengan berkoordinasi langsung dengan pimpinan satuan kepolisian yang menangani perkara tersebut.

Ia menekankan bahwa proses pengungkapan kasus harus dilakukan secara tepat dengan mengedepankan metode Scientific Crime Investigation agar fakta-fakta yang ada dapat terungkap secara akurat.

“Tentu perkara ini kita semua berharap mendorong agar dilakukan penanganan pengungkapan secara tepat dan juga mendasari pada scientific crime investigation. Ini penting untuk mengungkap sebuah perkara dengan tepat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Rieke menjelaskan bahwa korban Ermanto Usman (65) merupakan pensiunan Jakarta International Container Terminal (JICT) yang juga pernah bergabung dalam keluarga besar Serikat Pekerja JICT di bawah naungan konfederasinya.

Menurut Rieke, dirinya bersama pimpinan serikat pekerja dan kuasa hukum korban mendatangi LPSK untuk mengajukan permohonan perlindungan bagi keluarga korban.

Berita Lainnya  Tak Ada Intruksi Prajurit TNI Turut Serta Berantas Begal

“Saya didampingi pimpinan Serikat JICT dan juga ada kuasa hukum korban, pagi hari ini mengantar, meminta perlindungan untuk keluarga korban,” ujarnya.

Ia berharap LPSK dapat memberikan pendampingan psikologis maupun klinis kepada keluarga korban, khususnya kepada dua anak korban, termasuk anak bungsu yang berada di lokasi saat peristiwa tragis tersebut terjadi.

Selain itu, permohonan perlindungan juga diajukan untuk istri korban yang saat ini masih dalam kondisi kritis di rumah sakit, serta empat anak korban beserta menantunya.

“Totalnya kami minta perlindungan terutama untuk istri korban yang sekarang masih dalam keadaan kritis di rumah sakit, untuk empat orang anak dan menantunya, dan siapapun yang berkorelasi dekat dengan korban,” tutur Rieke.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ayah Biadab di Karawang, Anak Kandung Usia 3 Tahun ‘Digares’ juga

KARAWANG - J (39), seorang ayah yang merupakan warga Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini terpaksa dicokok polisi, setelah diduga memerkosa anak kandung...

Mendikdasmen Klaim 43 Juta Siswa Ingin Program MBG Dilanjutkan

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeklaim, 43 juta murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan programnya lanjut. Dia menyebutkan,...

Presiden Prabowo Disarankan ‘Puasa Pidato’ untuk Redam Kemarahan Rakyat

JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berpidato dalam beberapa...

Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

JAKARTA - Mahasiswa dari sejumlah badan eksekutif mahasiswa (BEM) di Jabodetabek membawa lima tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan jalan Jenderal...

Tetapkan Tersangka Baru, Kejagung Bongkar ‘Kongkalikong’ Pengaturan Titik SPPG

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejagung mengungkapkan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan