Rabu, Agustus 19, 2026
spot_img

Dualisme KADIN Karawang Buat Dunia Usaha dan Industri Jadi Bingung

KARAWANG – Dinamika dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Kabupaten Karawang kembali menjadi perhatian publik pada pertengahan Juli 2026. Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, dua kelompok KADIN menggelar agenda besar yang sama-sama dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Karawang dan berbagai pemangku kepentingan.

Satu kubu menyelenggarakan kegiatan Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab/Rapimda) yang dihadiri jajaran pengurus, pelaku usaha, perwakilan KADIN Jawa Barat, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah. Sementara kubu lainnya menggelar Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 yang dikemas sebagai ajang kebersamaan sekaligus promosi produk UMKM dan juga dihadiri unsur pemerintah daerah.

Fenomena tersebut kembali memperlihatkan bahwa dualisme organisasi belum sepenuhnya berakhir. Di tengah status Karawang sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia, muncul pertanyaan mengenai kepastian representasi dunia usaha dalam bermitra dengan pemerintah.

Berita Lainnya  Pemkot Bekasi Desak Pemkab Bogor Tindak 5 Perusahaan Diduga Cemari Aliran Sungai

Secara normatif, KADIN merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi, investasi, perdagangan, dan pengembangan dunia usaha. Karena itu, keberadaan dua kepengurusan yang sama-sama aktif menjalankan kegiatan berpotensi menimbulkan kebingungan, baik bagi investor, pelaku usaha, organisasi profesi, maupun instansi pemerintah yang akan membangun kerja sama.

Meski demikian, kedua kegiatan tersebut berlangsung dengan tema yang berbeda. Rapimkab lebih berorientasi pada konsolidasi organisasi dan penyusunan program kerja, sedangkan kegiatan nobar dikemas sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi UMKM melalui kegiatan publik.

Kehadiran pejabat pemerintah pada kedua agenda itu juga memunculkan beragam persepsi di masyarakat. Sebagian menilai pemerintah berupaya menjaga komunikasi dengan seluruh unsur dunia usaha, sementara sebagian lainnya berharap pemerintah segera memperoleh kepastian hukum mengenai kepengurusan KADIN yang menjadi mitra resmi dalam berbagai program pembangunan.

Berita Lainnya  KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

Terlepas dari dinamika tersebut, yang paling dibutuhkan dunia usaha saat ini adalah kepastian organisasi. Karawang sedang berada pada fase pertumbuhan investasi yang sangat pesat, sehingga dunia industri membutuhkan satu wadah representatif yang mampu berbicara dengan satu suara dalam memperjuangkan kepentingan pelaku usaha.

Dualisme KADIN bukan lagi sekadar persoalan internal organisasi, melainkan telah menjadi isu yang berdampak terhadap persepsi publik dan iklim investasi daerah. Ketika dalam waktu hampir bersamaan dua kepengurusan mampu menghadirkan kegiatan besar dan sama-sama dihadiri pejabat pemerintah, hal itu menunjukkan bahwa persoalan legitimasi masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

Di atas kepentingan kelompok, kepastian hukum dan persatuan organisasi menjadi kebutuhan utama. Dunia usaha membutuhkan kepemimpinan yang diakui secara jelas agar komunikasi dengan pemerintah berjalan efektif, program pembangunan ekonomi tidak berjalan sendiri-sendiri, dan kepercayaan investor terhadap Karawang sebagai daerah industri tetap terjaga.

Berita Lainnya  Libatkan Sejumlah Ahli, Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo

Pada akhirnya, yang lebih penting bukan siapa yang paling ramai menggelar kegiatan, melainkan siapa yang memiliki legitimasi, mampu menyatukan pelaku usaha, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karawang.***

Penulis :

Syuhada Wisastra, A.Md., CHRM
Eks. Praktisi 25 Tahun Perusahaan Nasional & PMA

Ket foto : Aris Susanto dan Rafiudin Firdaus – Ketua KADIN Karawang (ilustrasi foto AI).

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Jika Tidak Ditutup, Habib Bahar Ancam Bakar Pabrik Miras di Bogor

BOGOR - Ratusan massa yang terdiri dari organisasi masyarakat (ormas), ulama, warga, dan santri menggelar aksi demonstrasi di depan PT Intitirta Sarimakmur di Desa...

Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditangkap Bareng Pasangan Sejenis

BANDA ACEH - Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, FD (52) ditangkap polisi syariah bersama pasangan sejenis di kantornya. FD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatpol PP-Wilayatul...

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

JAKARTA - Rencana massa mahasiswa menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8/2026), berakhir tanpa mencapai titik tujuan. Setelah tertahan barikade kepolisian di depan...

Praperadilan Febrie Ardiansyah Minta Hakim Batalkan Status Tersangka dan Kembalikan Barang Sitaan

JAKARTA - Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah melalui kuasa hukumnya, Muhammad Farizi, meminta Hakim Tunggal Richard Edwin mengabulkan seluruh permohonan praperadilan yang diajukannya. Dalam permohonan yang...

Karnaval Agustusan di Cicalengka Berujung Ricuh dan Adu Jotos

BANDUNG - Karnaval perayaan HUT ke-81 RI di Jalan Raya Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Senin (17/8/2026) berujung ricuh akibat sekelompok orang yang diduga mabuk...

Hukum

Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditangkap Bareng Pasangan Sejenis

BANDA ACEH - Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, FD (52) ditangkap polisi syariah bersama pasangan sejenis di kantornya. FD sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kasatpol PP-Wilayatul...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan